My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
MALAM PERTAMA


__ADS_3

kakak semua, maaf ya kalau ceritanya udah mulai nyampur antara Azka, David, dan Alvin. Seperti yang aku bilang di novel "Amelie Sang Penjaga Jodoh" kalau sambungan cerita David dan Alvin aku lanjutin di sini aja.


Cerita Azka dan Mia juga udah ga terlalu panjang karena menurutku ga ada yang bisa dipanjang panjangin lagi, takut malah jadi berbelit kayak sinetron gajah terbang 😅.


Azka udah nikah sama Mia, jadi cerita selanjutnya akan lebih banyak tentang David dan Alvin. Cerita Azka dan Mia akan Cherry selipin dikit dikit aja, karena ga mau bikin terlalu panjang juga.


Kalau ga mau lanjut baca lagi karena Azka dan Mia sudah selesai, Cherry ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya atas dukungannya selama ini. Kiranya nanti mau mampir kembali kalau Cherry buat novel yang baru.


Bisa follow akun Cherry dengan klik ikuti atau bisa follow ig Cherry di @pimcherry_


Terima kasih dan love sekebon jagung 😁.


*****


Kini Emma duduk bersebelahan dengan seorang pria, di tempat yang sedikit tersembunyi, "Apa yang kamu lakukan di sini?"


"Tentu saja menghadiri undangan pernikahan," jawab pria itu dengan kesal. Pasalnya ia baru saja diputuskan oleh Emma karena masalah sepele, yakni ketahuan sedang berduaan dengan seorang wanita. Padahal wanita itu adalah calon rekan bisnisnya.


"Ooo, kukira kamu mengikutiku," Emma terkekeh kemudian meninggalkan pria itu tanpa sedikitpun menoleh.


"Semua wanita memang menyebalkan!" gerutu pria itu kesal. Lihat saja nanti kalau kamu yang akan meminta balikan denganku.


Di tempat lain,


"Mana pasanganmu, Vid?" goda Leon.


"Apa kamu sudah tidak sabar berbesanan denganku hingga ingin aku cepat cepat memproduksi menantumu?" Leon mencebik kesal karena jawaban David. Ia ingin menggoda David, malah ia yang kalah telak.


kalau saja Angel mau diajak ke sini, tentu aku tidak akan ditanya macam macam. - David menghela nafas kemudian menghampiri Amelie yang sedang menggendong baby Xavier.

__ADS_1


"Halo Xavier!" sapa David sambil menyentuh pipi bayi tampan itu dengan gemas, "Lihat aku, pandang aku baik baik. Aku adalah calon mertuamu. Ingatlah! Jadi, katakan padaku, kamu ingin calon istri seperti apa, nanti aku akan mulai mencari bibit yang mirip dengan itu."


bughhh!!


"Aduhhh!!!" teriak David ketika Leon memukul bahunya.


"Jangan sembarangan berbicara dengan putraku. Kamu juga, berani sekali dekat dekat dengan istriku," Leon langsung merangkul Amelie dan mengajaknya menjauh dari David. Ia ingat sekali kala David mengatakan bahwa istrinya itu cantik dan ia merindukannya. Meskipun ia tahu David bercanda, tapi Leon tak akan membiarkan David terlalu dekat dengan Amelie.


"Dasar bucin akut! Lihat saja nanti, putramu itu yang bakal bucin denganku ... eh putriku," ucap David kesal.


*****


Sebuah penthouse menjadi tempat bermalam Azka dan Mia. Mia tampak terpukau saat memasukinya. Jujur, keluarganya tidaklah sekaya keluarga Williams, yang dengan mudahnya menyewa sebuah penthouse.


Mia menghampiri sebuah jendela besar yang langsung melihat ke arah Kota Munich yang terlihat begitu indag di malam hari dengan kerlap kerlip lampu. Azka meraih pinggang Mia dan memeluknya dari belakang, membuat Mia sedikit kaget.


"Kamu menyukainya?" Mia menganggukkan kepala.


"Terima kasih, tapi apa itu tidak berlebihan?" tanya Mia.


"Tidak. Kota ini akan selalu mengingatkanku akan dirimu yang melarikan diri dariku," ucap Azka yang langsung mendapatkan cubitan dari Mia.


Azka mencium bahu Mia yang terbuka, membuat Mia merasakan suatu getaran dalam dirinya. Mia langsung beringsut menuju ke kamar mandi, "sebaiknya aku membersihkan diri dulu."


Azka terkekeh melihat tingkah Mia yang melarikan diri ke kamar mandi karena salah tingkah.


Kenapa aku baru menyadari kalau dia menggemaskan dengan sikapnya itu. Seharusnya aku dulu tak bersikap kasar dan cuek padanya, mungkin aku akan mengetahui sakitnya dan segera mencari cara untuk mengobatinya. - Azka benar benar menyesali segala perlakuan dan perkataannya dulu pada Mia.


Azka sudah menunggu sekitar 30 menit, sementara ia tak mendengar gemericik air sama sekali. Ia mulai merasa khawatir dan langsung menghampiri pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Mi, are you okay?" tanya Azka dari depan pintu kamar mandi.


Mia yang sedang berendam di bathtub ternyata ketiduran sehingga tak mendengar panggilan Azka. Azka yang panik kembali mengetuk pintu, tapi tetap tidak ada jawaban. Karena tetap tak mendengar jawaban, Azka pun akhirnya mendobrak pintu kamar mandi.


brughhh!!


Mendengar suara yang keras, Mia pun terbangun dan terperanjat. Ia langsung membulatkan matanya karena melihat kondisi pintu yang sudah terbuka dengan Azka yang melihat ke arahnya dengan wajah panik.


"Ada apa? apa ada kebakaran?" tanya Mia yang tiba tiba ikut panik juga.


Azka langsung terdiam karena melihat Mia yang berdiri tanpa memakai sehelai benang pun, tubuhnya benar benar polos karena ia memang sedang berendam. Karena tak mendengar jawaban Azka, mia melihat arah pandang Azka dan baru menyadari kalau dirinya tak memakai apa apa, ia langsung kembali menceburkan dirinya ke dalam bathtub, sementara Azka memutar tubuhnya.


"Maaf, aku kira terjadi sesuatu padamu karena kamu tidak menjawab panggilanku," ucap Azka dengan wajah memerah. Ini pertama kali baginya melihat tubuh polos seorang wanita secara langsung dan ada sesuatu yang mulai bangun di bawah sana.


"Ooo, maaf tadi aku tertidur. Aku akan segera selesai," Mia langsung pergi menuju shower saat Azka telah keluar dari kamar mandi yang kini tak bisa lagi dikunci karena sudah rusak karena didobrak oleh Azka.


Mia menggelengkan kepalanya karena masih malu dengan apa yang terjadi padanya tadi. Setelah selesau membersihkan diri, ia langsung memakai bathrobe dan keluar dari kamar.


"Aku sudah selesai," ucap Mia. Azka pun akhirnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika ia sampai di samping Mia, ia sedikit menurunkan tubuhnya dan berbisik di telinga Mia, "Bersiaplah, aku tidak akan lama."


Seketika wajah Mia menjadi merah. Ia langsung menangkup dengan kedua telapak tangannya dan berlari menuju wardrobe. Azka kembali terkekeh dengan tingkah Mia, meski dirinya sendiri juga merasa gugup.


Mia yang berada di dalam wardrobe mulai mencari piyama tidur miliknya yang ia bawa di dalam sebuah koper kecil. Ia membukanya namun isinya tidak sama dengan apa yang ia bereskan kemarin malam. Isinya hanya handuk dan peralatan make up saja.


Ia melihat secarik kertas yang tertempel di dalam bagian koper tersebut yang bertuliskan :


......Kamu tidak membutuhkan pakaian untuk malam pertamamu, Mia sayang.......


...Selamat menikmati malam pertamamu .... cup cup muahhh....

__ADS_1


"Kakakkk!!!"


__ADS_2