
David keluar dari perusahaan Asher sekitar jam 8 malam. Ia sudah menyuruh Emma untuk pulang lebih dahulu. Ia tak akan menahan Emma hingga malam karena David sadar bahwa bagaimanapun Emma adalah seorang wanita. Ia tak ingin terjadi apa apa padanya.
David menyetir sendiri. Ia tak pernah menggunakan supir karena ia merasa tidak perlu. Jalanan malam itu sudah mulai sepi, ia berhenti di lampu merah. Ia mengambil ponselnya dan memeriksa apakah ada pesan untuknya. Ketika ia meletakkan ponselnya dan melihat kembali ke depan, ia melihat seorang wanita sedang menyeberang jalan dan ia sangat mengenali wanita itu.
Mata David mengikuti langkah wanita itu. Ia pun membelokkan mobilnya dan terus mengikutinya dengan perlahan. Wanita itu bisa merasakan kalau ada yang mengikutinya, maka ia melangkahkan kakinya lebih cepat, kemudian masuk ke dalam sebuah gang kecil yang merupakan jalan pintas menuju tempat kerjanya.
bughh ...
David memukul setir mobilnya. Ia merasa kesal karena kehilangan wanita itu. Ia harus mencari wanita itu dan meminta pertanggungjawaban padanya karena wanuta itulah yang telah mengambil kesucian bibirnya.
Di antara David, Leon dan Alvin, nemang David lah yang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Sejak ia kehilangan kedua orang tuanya, ia hanya fokus untuk belajar dan bekerja, serta membesarkan adiknya. Oleh karena itu juga, David selalu berusaha menjaga Diva sebaik baiknya. Ia tak ingin sembarang laki laki yang menjadi suami Diva nantinya. Bahkan ia pernah berjanji bajwa ia tak akan menikah jika belum melihat adiknya menikah dan hidup dengan bahagia.
*****
__ADS_1
Operasi yang dilakukan oleh Dokter Stuart memakan waktu cukup lama. Keluarga Pranata dan juga Azka berada di depan pintu ruang operasi dari awal hingga akhir. Mereka pergi hanya jika ingin pergi ke toilet ataupun sekedar mengisi perut.
Lampu di atas pintu ruang operasi sudah mati,menandakan bahwa operasi telah selesai dilakukan. Ronald dan Rosa langsung bangkit dari tempat duduk dan berdiri dekat pintu.
Dokter Stuart keluar dari ruangan sambil membuka kain berwarna hijau muda yang menjadi penutup kepalanya, ia tersenyum.
"Tenanglah, operasi berjalan dengan sukses. Mereka akan segera memindahkan Mia ke ruang perawatan. Ia akan sadar ketika reaksi obat biusnya sudah habis," ucap Dokter Stuart.
"Terima kasih Dok," ucap Ronald dan Rosa, juga Azka.
Terlihat semburat bahagia di wajah kedua orang tua Mia ketika Dokter Stuart keluar dengan tersenyum, dan lebih bahagia lagi ketika mengatakan bahwa operasi Mia berjalan dengan sukses. Ketika melihat Mia pertama kali membuka mata pasca operasi, kebahagiaan itu terasa lebih tumpah ruah lagi.
"Sayang," Rosa langsung memegang dan menggenggam tangan Mia ketika putrinya itu mengerjapkan matanya.
__ADS_1
"Mami?" Ronald juga langsung berjalan mendekat, "Papi ... Az, apa yang terjadi padaku?"
"Kamu baru saja menjalani operasi, sayang," jawab Rosa. Azka menekan tombol di dekat tempat tidur Mia untuk memanggil dokter.
Tak berselang lama, Dokter Stuart memasuki ruangan dan memeriksa keadaan Mia, "Apa yang kamu rasakan?"
dan Mia hanya menjawab dengan gelengan kepala.
"Good! Kamu akan baik baik saja. Minum semua obat dan vitamin yang kuresepkan. Jangan menunda nunda dan aku akan kembali memeriksamu lagi nanti," Dokter Stuart yang berperawakan tinggi besar dengan kacamata yang bertengger di batang hidungnya, juga dengan rambut yang telah memutih, memberikan senyumannya pada Mia sebelum ia benar benar keluar dari ruangan itu.
Untuk sementara, Mia dilarang untuk duduk, sampai bekas operasinya mengering dengan sempurna. Ia menghirup nafasnya dalam dan membuangnya perlahan, seperti merasakan ada kelegaan yang berbeda di sana.
Mia harus dirawat selama 1 bulan di sana untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Seorang perawat khusus ditugaskan oleh Dokter Stuart untuk selalu berada di dekat Mia.
__ADS_1
Sementara itu, Azka kembali ke London untuk menyelesaikan studinya yang tinggal sedikit lagi. Ia selalu mengirimkan pesan dan menelepon Mia, untuk menghilangkan kerinduannya. Jika nanti Mia sudah keluar dari rumah sakit, ia akan benar benar menagih janji kedua orang tua Mia yang mengijinkannya menikahi Mia.