My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
LIBURAN


__ADS_3

"Ahhh ....," suara dessahan keluar dari mulut Angel ketika David memulai sentuhan di tubuhnya. Sementara tangannya bergerilya, David justru mengecup dan menciumi leher Angel, hingga membuat wanita itu terus menggeliat.


David sudah membuka semua yang nelekat di tubuh Angel dan tubuhnya. Kini mereka berdua sama sama polos. David tersenyum ketika melihat wajah Angel yang sudah diselimuti kabut gairrah.


David kembali melummat bibir Angel dan tangannya meremas kedua bukit kembar Angel, membuat wanita itu mengerangg dan mendessah.


David tidak tahu apakah ini yang pertama kali untuk Angel, namun ia tak peduli. Yang terpenting saat ini, wanuta ini telah menjadi miliknya, hanya miliknya.


David mulai mengarahkan miliknya ke pintu masuk gua Angel. Ia mencoba menelisik dan berharap ia bisa msuk dengan mudah. Namun, beberapa kali ia mencona mendorong, ia merasa kesulitan.


"Ahhh ... sudahhh! jangan dipaksa, itu pasti akan terasa sakit," ujar Angel yang sedari tadi merasakan sesuatu yang besar berusaha untuk masuk ke dalam gua miliknya.

__ADS_1


"Kenapa susah sekali?" gumam David. Akhirnya, ia kembali memberikan sentuhan sentuhan pada tubuh Angel dan memainkan jarinya di bibir gua, untuk membuat istrinya lebih relaks dan mempersiapkan diri.


Setelah terasa mulai basah, David kembali mengarahkan miliknya di pintu gua. Bagaimanapun caranya, kali ini ia harus berhasil.


"Ahhh .... Ahhh .... sakit sekalii!!" erangg Angel yang meremas sprei dan sudah mulai berurai air mata, "Jika aku tahu ini sakit, aku tak akan meminta lebih darimu."


David pun mengambil kesimpulan bahwa Angel belum pernah tersentuh siapapun. Ia terus berusaha mendorong dan pada akhirnya, ia berhasil menembus barikade pertahanan di bibir gua yang terasa begitu sempit.


David mendiamkan miliknya dulu di dalam sana, terasa begitu hangat dan menjepit miliknya. Ia melummat bibir Angel dan menyesapnya. Setelah beberapa saat, ia mulai menggoyangkan pinggulnya perlahan.


Mereka mencapai puncak bersama sama, kemudian mengulangi lagi pergelutan mereka meskipun Angel merasakan rasa sakit di area gua miliknya.

__ADS_1


"Ku rasa aku akan meminta padamu setiap hari," ucap Angel dengan malu sambil membenamkan wajahnya di dada David.


"Kamu tak perlu memintanya, aku yang akan memberikannya dengan sangat ikhlas," David mengecup pucuk kepala Angel, kemudian mereka berpelukan dan terlelap bersama.


*****


Emma membereskan beberapa barang dan merapikannya ke dalam koper. Ia sudah sangat siap untuk pergi liburan. Untuk sementara, ia ingin menjauh dari pekerjaannya dan juga dari Billy. Apa yang telah Billy lakukan padanya sebenarnya begitu membekas di hatinya. Ia tak menyangka Billy lebih memilih menuntaskan hasrat padanya daripada menggunakan obat penawar miliknya.


Setelah selesai, ia mengambil tas kecil yang berisi passpor dan tiket yang sudah ia beli. Ia juga telah mengambil uang dalam junlah besar dari ATM nya karena ia tak ingin ada yang mengetahui ke mana ia pergi. Ia benar benar ingin menikmati liburannya kali ini.


Emma mengirimkan pesan singkat kepada David, yang mengatakan bahwa ia cuti untuk melakukan liburan seperti yang telah David janjikan. Ia akan segera kembali setelah 1 bulan.

__ADS_1


Emma memesan taksi secara online karena akan sulit jika ia mencari taksi menjelang malam. Ia sengaja berangkat malam hari agar tak ada yang menyadari kepergiannya.


"It's holiday time!" Emma menarik kopernya dengan raut wajah bahagia. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menikmati liburannya kali ini, karena ia baru menyadari berapa berharganya waktu liburan itu.


__ADS_2