
Setelah keluar dari rumah sakit, Billy langsung membawa Emma menuju Roma. Sebelumnya ia meminta persetujuan dokter mengenai kandungan Emma karena mereka akan berada di dalam pesawat selama hampir 20 jam lebih.
"Mom!" sapa Billy ketika ia memasuki kediaman Argantara. Sudah hampir 1 bulan ia meninggalkan kediaman tersebut untuk mengejar Emma yang berlibur di New Zealand.
Emma melangkahkan kakinya dengan ragu saat memasuki kediaman Argantara. Ia bisa melihat bahwa keluarga Argantara bukanlah keluarga biasa, sementara dirinya hanyalah seorang yatim piatu yang sudah tidak memiliki siapa siapa lagi. Ia merasa beruntung saat bertemu dengan David. Ia bisa mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri, dan tidak perlu luntang lantung di jalan.
Emma memiliki otak yang sangat cerdas, bahkan ia bisa menguasai IT hanya dalam waktu 1 tahun. Ia mengambil kursus komputer dan secara otodidak mempelajari mengenai sistem hacker dan semua yang berkaitan dengan itu.
"Kamu duduk di sini dulu ya," pinta Billy saat tak mendengar sapaannya dibalas. Ia berjalan ke taman belakang tempat Mommynya biasa sedang duduk sambil menikmati secangkir teh hangat dan membaca majalah.
"Mom!"
"Mommy di sini, sayang," ternyata Karla sedang berada di dalam kolam renang. Hari ini ia ingin sekali berendam dan menikmati kolam renang yang hampir tiap hari hanya menjadi pajangan di taman belakangnya.
"Mommy berenang? tumben," ujar Billy.
"Memangnya Mommy tidak boleh sekali sekali berenang? mubazir nanti kolam renangnya kalau nggak dipakai," Karla berdecak kesal.
"Lalu, ada apa kamu mencari Mommy? tumben," ucap Karla membalas Billy.
__ADS_1
"Ishh Mommy. Apa Mommy tidak merindukanku?"
"T I D A K, tidak sama sekali! Mommy itu merindukan seorang menantu dan cucu. Kapan kamu akan memberikannya?"
"Ini mau aku berikan," ucap Billy sambil tersenyum.
"Beneran? mana?" Karla terlihat sangat antusias. Ia segera berenang menuju tangga kolam dan naik, kemudian menggunakan bathrobe-nya.
Karla celingak celinguk tapi tidak menemukan siapapun, "mana?"
"Tapi bisakah Mom mendengarkanku terlebih dahulu?" Billy menggenggam kedua tangan Mommynya.
"Duduk dulu, ada apa sebenarnya?"
Karla memukul Billy ketika mendengar cerita putranya itu. Secara tidak langsung, Billy memang melakukan perbuatan itu secara paksa, hingga kini tumbuh janin di dalam perut Emma.
"Mommy tak pernah mengajarkan hal seperti itu padamu. Meskipun kita tinggal di Roma, tapi kita harus tetap memegang budaya timur. Mommy benar benar tidak menyangka kamu akan melakukan itu pada seorang wanita."
"Aku tahu aku salah Mom. Tapi saat itu hanya itu yang terpikirkan olehku untuk terus mengikatnya. Ia seperti terus menghindariku sejak kami putus, padahal aku tak pernah mengkhianatinya, ia hanya salah paham saja," ujar Billy.
__ADS_1
"Baiklah. Mommy ganti baju dulu. Nanti Mommy akan menemuinya, sekarang kamu temani dia dulu ... dan minta pelayan untuk menyiapkan kamar untuknya."
"Apa tidak sebaiknya ia tidur denganku saja?" tanya Billy.
Pletakkk!!
"Ishhh baru juga diberi tahu, udah lupa lagi dia. Ikuti perintah Mommy. Sekarang Mommy ganti baju dulu," Karla meninggalkan Billy. Ia akan pergi membersihkan diri terlebih dagulu sebelum bertemu dengan calon menantunya.
*****
Azka bersama keluarganya kini telah kembali ke Indonesia. Untuk sementara waktu Azka dan Mia akan tinggal bersama Axelle dan Vanessa. Vanessa sangat senang Mia tinggal bersamanya.
"Mom senang sekali kamu mau tinggal di sini. Mom tidak akan kesepian lagi mulai sekarang," ucap Vanessa.
"Azka bilang kalau akan lebih baik kalau kami tinggal bersama Daddy dan Mommy, agar ada yang menjagaku. Maaf jika aku merepotkan kalian," ucap Mia.
"Jangan berpikir seperti itu. Mom sangat senang kamu di sini, bahkan Amelie akan sering menginap di sini karena ada dirimu. Rumah ini akan kembali ramai. Mommy tidak sabar menantikannya," Vanessa tersenyum membayangkan rumahnya akan penuh dengan anak kecil.
"Terima kasih, Mom. Apa Mommy mau mengajariku memasak?"
__ADS_1
"Tentu saja, besok kita akan memulai kelas memasaknya, sekarang lebih baik kamu beristirahat lebih dulu, okay."
"Baik, Mom."