My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
JATUH CINTA?


__ADS_3

"Apa anda melupakan janji temu dengan Tuan Albert?" tanya Emma ketika David sudah membukakan pintu. Emma kembali menghela nafasnya kembali kerika melihat David membuka pintu tanpa menggunakan baju atasan dan hanya menggunakan celana.


"Albert? Oh iya, aku ada janji dengan Tuan Albert. Jam berapa sekarang?" tanya David yang masih berada dalam mode kantuknya.


"Jam 12, dan kita akan bertemu jam 1 siang," Emma berusaha menjawab dengan tenang agar David tidak merasa panik, padahal saat ini Emma lah yang dalam mode was was.


"Apa?!" David langsung membanting pintu yang ada di hadapan Emma dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu Angel yang semalaman tidur di sebelah David baru membuka matanya.


Ia langsung membulatkan matanya karena melihat sinar matahari yang sepertinya sudah sangat terik di luar. Ia melihat ke arah nakas dan ketika melihat jam menunjukkan waktu tengah hari, ia langsung bangkit dan keluar dari kamar untuk menuju kamarnya. Emma yang masih berada di depan pintu kembali mengelus dadanya karena melihat tingkah Angel.


* Flashback on


Angel yang masih dalam keadaan di mana tubuhnya seakan menginginkan sentuhan David, kini menangkup wajah David dengan kedua tangannya. Matanya seakan telah gelap karena ia benar benar terbuai dengan apa yang David lakukan.


"Menikahlah denganku," pinta David sekali lagi.

__ADS_1


"A-aku tidak bisa. Aku tidak mau hidupku hancur hanya karena menikah. Tak bisakah kita seperti ini tanpa harus menikah?" tanya Angel.


David kembali memberi ciuman di bibir Angel, dengan lembut dan terasa begitu hangat, hingga kancing kemeja David satu persatu dibuka oleh Angel. Angel mengelus dada bidang David, membuat David mengerangg dan memberi lummatan di bibir Angel, kemudian turun ke leher jenjangnya.


"Ahhhh ... Ehmmm ...," dessahan dan eraangan keluar dari mulut Angel. David mengelus rambut Angel, "Maaf ... aku tak akan melakukan lebih dari ini. Aku tak akan merusak seorang wanita."


David membuka kemejanya dan juga celana panjangnya hingga menyisakan boxer saja. Ia naik ke atas tempat tidur dan membawa Angel mendekat padanya.


"Izinkan aku memelukmu. Aku tak akan berbuat lebih dari ini," pinta David.


"Tapi aku menginginkannya, tak bisakah kamu melanjutkannya?" tanya Angel yang kini sudah merasa sangat bergairrah, namun David justru menghentikan aksinya.


David berusaha menahan gejolak dari dalam dirinya yang ingin menerkam Angel. Ia tak ingin merusak Angel bagaimanapun juga Angel berusaha menggodanya. Alat tempur miliknya kini sudah on dan siap melesat menuju target. Namun, ia tak akan sembarangan menembakkannya karena ia tak mau membuat wanita sebagai permainan.


"Jika kamu tidak mau, maka sepertinya aku harus mencari pria lain untuk menuntaskannya," ucap Angel.

__ADS_1


"Jangan berani berani, atau aku akan membunuh pria itu. Aku akan meminta Emma mengurus pernikahan kita besok dan aku tak akan membiarkan kamu pergi meski hanya selangkahpun."


Ntah apa yang mendorongnya, Angel menganggukkan kepalanya dan kembali menghirup harum maskulin dari tubuh David. Kemudian ia tertidur di pelukan David.


* Flashback off


Angel merutuki dirinya sendiri yang bangun kesiangan. Setelah perpisahan kedua orang tuanya, inilah pertama kalinya ia bisa tidur dengan nyenyak, bahkan sangat nyenyak.


Ia duduk di tepi tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya. Ia kembali teringat bagaimana semalam ia begitu terbuai dengan semua yang dilakukan oleh David. Yang Angel kagumi dari David adalah ia benar benar tak melakukan lebih ia sudah memintanya, bahkan ia lebih rela menahan hasrattnya itu.


"Apa aku benar benar ingin menikah dengannya? atau aku hanya ingin merasakan sentuhannya?" gumam Angel. Ia menggelengkan kepalanya dan langsung keluar setelah menyelesaikan ritualnya.


Di luar ia melihat suasana sepi, tak ada siapapun, hanya ada pelayan yang sedang membersihkan ruangan. Ia berjalan menuju kamar tidur, namun tak melihat keberadaan David. Ia langsung merapikan tempat tidur David dan juga mengambil keranjang pakaian kotornya untuk di bawa ke area laundry.


Angel merasa kehilangan David yang tidak mengucapkan apa apa ketika berangkat bekerja. Ponsel yang berada di sakunya bergetar,

__ADS_1


📩 maaf aku pergi tanpa pamit. Aku harus menemui klienku karena ada meeting jam 1. Mintalah pelayan untuk membuatkan makan siang. Aku akan menemuimu lagi saat makan malam. Aku mencintaimu ❤


Hanya dengan membaca pesan singkat yang dikirimkan oleh David, hati Angel terasa berbunga bunga. Apakah ia telah jatuh cinta pada pria itu?


__ADS_2