My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
SELAMANYA


__ADS_3

Emma mempersiapkan pernikahan David dengan sebaik-baiknya. Diva yang mendengar berita itu merasa sangat senang karena kakaknya akan melepas masa jomblo akutnya dengan segera.


Emma sudah memastikan semuanya tepat seperti apa yang diinginkan oleh David. Ia tak ingin rencana liburan yang telah ia dapatkan dengan susah payah, harus gagal karena David tidak puas dengan hasil kerjanya.


Hari ini, David dan Angel berencana untuk melakukan fitting gaun pengantin, sebelum lusa mereka mengucapkan janji pernikahan mereka.


Di dalam ruang kerja David, kini berdiri Alvin. Meskipun ia sering berkunjung ke kediaman yang dulu adalah sahabatnya itu, tapi tak pernah sekalipun mereka bertegur sapa. David berusaha menjaga jarak dengan Alvin dan Alvin pun seakan masih tak punya muka untuk berbicara dengan David.


Ia tak ingin hubungan mereka terus seperti ini. Ia ingin memperbaiki hubungan mereka.


"Kudengar kamu akan menikah," ucap Alvin.


"Hmm ...," jawab David singkat.


"Apa kamu tidak akan memaafkanku? Aku benar benar menyesal atas semua yang kulakukan. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi."


David masih menatap kertas kertas di atas meja kerjanya. Sebenarnya ia sudah memaafkan David, hanya saja egonya masih terlalu tinggi karena belum yakin jika Alvin akan membahagiakan adiknya.


"Aku minta maaf," Alvin menurunkan tubuhnya dan berlutut di hadapan David. David langsung membulatkan matanya melihat hal itu. Ia pun berdiri dan mendekati Alvin dan mengangkat tubuh sahabatnya itu.

__ADS_1


"Berdirilah," David memegang bahu Alvin dengan kedua tangannya.


"Aku tak akan berdiri sebelum kamu memaafkanku."


"dan aku tak akan memaafkanmu jika kamu terus berlutut seperti itu," Alvin menengadahkan wajahnya melihat ke arah David. Ia melihat sahabatnya itu tersenyum padanya. Ia langsung memberikan pelukan erat.


"Apa kamu tak akan mengundangku pada acara pernikahanmu?" tanya Alvin.


"Bukankah kamu akan menikahi adikku? Aku tak perlu mengundangmu karena kamu adalah keluargaku. Sudah seharusnya kamu hadir di sana untuk memberikan selamat untukku."


Alvin tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada David. Tiba tiba saja David meringis.


"Tentu saja aku akan segera melakukannya. Aku tak akan melewatkan kesempatan darimu," Alvin langsung keluar dari ruang kerja David untuk menemui Diva. Restu dari David merupakan hal yang luar biasa bagi hubungan mereka berdua saat ini.


*****


Pernikahan David dan Angel dilaksanakan dengan sederhana. Mereka menggunakan taman belakang dari kediaman keluarga Asher sebagai lokasi perhelatan acara tersebut.


Sebuah gaun putih kini sudah melekat di tubuh Angel. Gaun sederhana namun membuat Angel terlihat sangat cantik dan anggun.

__ADS_1


Angel berdiri seorang diri di ujung karpet merah yang dibentangkan hingga ke altar. Kehidupannya yang seorang diri, memantapkan hatinya untuk tidak mengundang kedua orang tuanya. Bagaimana mau mengundang jika ia sendiri tidak tahu di mana keberadaan kedua orang tuanya.


ia melihat ke ujung karpet di mana David telah berdiri menggunakan tuxedo berwarna hitam dengan sangat gagah. Ia mencuri satu ciuman dari pria itu dan kini pria itu telah mencuri semua dunianya.


Emma menggunakan gaun putih selutut dan membantu Angel, layaknya seorang bridesmaid. Ia memberikan bunga pengantin untuk dipegang oleh Angel. Jantung Angel terasa berdetak begitu cepat. Ia tak menyangka akan segera memasuki babak baru dalam kehidupannya.


Tak bisa dipercaya bahwa kini ia akan menikah, padahal ia pernah berprinsip tak akan pernah menikah karena melihat kehidupan pernikahan orang tuanya yang hancur, dan ia turut menjadi korban atas semua itu. Ketika David menawarkan kehidupan berkeluarga, ia ragu ... sangat ragu. Tapi melihat bagaimana kehidupan David dan betapa sayangnya ia pada adik perempuannya, membuat Angel berpikir ulang. Ia meyakinkan dirinya bahwa kehidupannya akan berbeda dari kedua orang tuanya.


Alunan musik menghantarkan Angel ke depan altar. Ia meraih tangan David dan melihat calon suaminya itu tersenyum dengan sangat tampannya. Angel tersenyum, kemudian menghadap ke arah pendeta yang telah siap membantu mereka mengucapkan janji pernikahan mereka.


Suara riuh dan tepuk tangan mewarnai suasana ketika keduanya telah resmi menjadi sepasang suami istri. David mencium bibir Angel dengan dalam, kemudian berbisik di telinga wanita yang kini telah menjadi istrinya itu, "Malam ini kamu akan merasakan sesuatu yang lebih, seperti yang kujanjikan," wajah Angel sontak memerah, namun ia juga ingin merasakan lanjutan dari sentuhan David malam itu.


"Selamat bro! Aku tak menyangka kamu akan menikah secepat ini," Leon menepuk bahu sahabatnya itu.


"Sudah kukatakan aku akan segera memproduksi calon menantumu," ucapan David kembali membuat wajah Angel memerah karena ia tak menyangka David akan berkata seperti di depan sahabatnya.


"Congrats bro," sebuah pelukan dan tepukan di bahu menjadi ucapan selamat dari Alvin untuk David. Mereka bertiga berpelukan dan terlihat tertawa bersama.


"Aku senang kita bisa seperti dulu lagi. Kuharap kita akan selalu seperti ini sampai nanti," ungkap Leon.

__ADS_1


"Kita akan selalu seperti ini ... selamanya."


__ADS_2