My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
I LOVE YOU, MY ANGEL


__ADS_3

7 bulan kemudian,


David kini tengah menemani Angel di dalam ruang bersalin. Peluh seakan sudah memenuhi wajah Angel yang menahan rasa sakit. Ia tak ingin berteriak ataupun mengeluh, ia tak ingin membuat suaminya khawatir.


Ia sangat amat bersyukur David selalu menjadi suami siaga dan selalu menemaninya. Bahkan ia selalu menjaga dirinya agar tak melakukan pekerjaan berat dan kelelahan.


"Ahhh!!" Angel mencengkeram sprei ketika merasakan sesuatu mengalir di pangkal pahanya. Sakit perut yang ia alami semakin hebat, karena sepertinya anak anak mereka akan segera hadir dan melihat dunia. Inilah waktu yang sudah mereka nanti nantikan sejak 5 tahun yang lalu.


Dokter beberapa kali meminta Angel untuk tenang dan menarik nafasnya dalam, sebelum akhirnya ia diminta untuk mengejan.


oekkk ... oekkk ....


Seorang bayi sudah keluar, dokter langsung menyerahkannya pada seorang perawat, "Anak pertama anda laki-laki."


Selang 5 menit kemudian, kembali terdengar suara tangisan seorang bayi. Namun, tangisannya begitu lemah seakan ada sesuatu yang tersendat. Dokter langsung membalik tubuh bayi itu agar tenggorokan bayi itu tidak tersumbat sesuatu. David sempat merasa sedikit panik melihat keadaan anak keduanya.


Beberapa saat kemudian, tangisannya akhirnya sudah seperti bayi yang lain, David pun bernafas dengan lega.


"Anak kedua anda perempuan," senyum sang dokter sambil kembali menyerahkan pada seorang perawat untuk dibersihkan.


David mencium kening Angel yang terlihat sangat lelah, namun wajahnya lebih tenang, "I Love you, My Angel."


Angel segera dipindahkan ke ruang rawat setelah kedua bayinya secara bergantian diletakkan di atas tubuhnya, untuk mencari sumber kehidupannya. David dan Angel terlihat sangat bahagia melihat kedua buah hati mereka yang telah lama mereka nanti nantikan.


Maverick Asher dan Maystar Asher.


Mereka berdua berjanji akan melimpahi kedua anak kembar mereka dengan kasih sayang. Mereka hanya perlu menjalani kehidupan bersama keluarga kecil mereka dengan tenang dan bahagia.


[ TAMAT - THE END ]


❤❤❤❤❤


Kali ini beneran The End tahap 2 😂.


Di awal April nanti aku akan mulai dengan novel baru, judulnya " LIGHT for a STAR " yang covernya ky di bawah ini 👇



Aku kasih sedikit ceritanya ya, mudah2an pada tertarik dan mau mampir kembali di novelku.

__ADS_1


👇👇👇👇👇


Xavier Light sebastian, ia adalah putra dari pasangan Leon Sebastian dan Amelie Kirania Williams. Ia sangat dekat dengan Kakeknya, yakni Axelle Williams. Hampir setiap hari ia selalu meminta untuk bertemu dengan kakeknya, bahkan ia akan menginap di kediaman Williams, meski tak ada kedua orang tuanya di sana.


Amelie kadang merasa aneh karena Light begitu dekat dengan Daddynya. Axelle sangat menyayangi Light, bahkan sering mengajaknya jika sedang bertemu dengan rekan bisnisnya, atau jika ia sedang berlibur. Light akan sangat serius memperhatikan pembicaraan Axelle dengan rekan bisnisnya, ia sama sekali tidak mengganggu.


Amelie memiliki 2 orang putra. Putra keduanya adalah Ray Thunder Sebastian. Jika Light lebih ceria dan supel, maka Ray lebih dingin dan pendiam. Usia keduanya hanya berjarak 2 tahun. Usia Ray sama dengan Axton, putra Azka dan Mia.


Light selalu mengikuti kemana pun Axelle pergi sejak ia berusia 3 tahun. Ia sangat menempel seakan tak mau lepas. Axelle membuatkannya sebuah rumah kayu di taman belakang kediaman Williams. Rumah itu menjadi tempat bermain bagi Light, bahkan ia bisa tidur siang di sana.


"Light! ayo kita makan," Axelle memanggil Light yang berada di dalam rumah kayu dan mengajaknya makan. Terlihat seorang anak laki laki berusia 10 tahun keluar dari sana dengan wajah yang ceria.


"Grandpa!" teriak Light dengan wajah berseri seri.


"Apa yang sedang kamu kerjakan di dalam?" tanya Axelle ingin tahu.


"Aku sedang membuat sesuatu. Ini misi rahasia, jadi tidak boleh ada yang tahu," bisiknya pada telinga Axelle.


"Apa Grandpa tidak boleh tahu?"


"Tidak! ini kejutan!" serunya sambil tersenyum.


"Light, kamu mau makan yang mana?" tanya Vanessa.


"Aku mau ini saja, Grandma," dengan telaten Vanessa mengambilkan beberapa lauk dan sayur ke atas piring Light, begitu juga untuk suaminya.


Mereka makan dengan tenang, tanpa ada pembicaraan karena memang Axelle dan Vanessa mengajarkan hal itu pada Light. Setelah mereka selesai, mereka duduk bersama di ruang tengah.


"Light, apa kamu tidak ingin pulang? Mommymu selalu menelepon Grandma dan menanyakan keadaanmu. Ia juga bertanya kapan kamu akan pulang," ucap Vanessa.


"Nanti, Grandma. Aku betah di sini dan aku senang di sini. Apa Grandpa dan Grandma mengusirku?" tanya Light dengan tatapan sendu.


"Tentu saja tidak sayang. Mengapa kamu berpokir seperti itu? Grandma sangat menyayangimu."


"Bagaimana kalau kita merayakan ulang tahunku di sini?" celetuk Light. Axelle dan Vanessa berpandangan dan kemudian menganggukkan kepalanya.


1 minggu kemudian, sebuah acara ulang tahun diadakan di kediaman Williams. Leon mengundang sahabat sahabatnya dan meminta mereka membawa putra putri mereka. Kebetulan sekali mereka semua berada di Indonesia karena sedang mengerjakan project bersama sama. Ia juga mengundang teman teman dari sekolah Light.


Acara ulang tahun akan diadakan pada siang hari dan pada malam hari karena mereka akan mengadakan acara barbeque khusus untuk keluarga dekat. Para tamu mulai berdatangan, terutama teman teman Light dari sekolah.

__ADS_1


Axelle dan Vanessa sangat senang melihat kediamannya yang sangat ramai dengan anak anak. Amelie datang sejak kemarin bersama Leon dan juga Ray. Ray hanya diam di kamarnya sambil membaca buku sementara Light bermain di rumah kayunya.


Handy dan Abigail datang bersama dengan Chloe, putri mereka satu satunya. Chloe datang dan langsung menghampiri Light yang berada di taman belakang. Azka dan Mia datang bersama putra dan putri mereka, yakni Axton dan Alexa. Alvin datang bersama dengan kedua putra mereka yakni, Ethan dan Enzo. Sementara David dan Angel datang paling terakhir bersama si kembar Maverick dan Maystar.


Kedelapan anak tersebut langsung menuju ke taman belakang. Mereka bermain dan berlari bersama. Maystar yang paling kecil di antara mereka tak ingin berlari. Ia hanya memperhatikan mereka, sambil kadang kadang tersenyum. Dari atas balkon, Ray memperhatikan banyaknya anak anak. Ia juga melihat bagaimana Star yang duduk seorang diri.


Star merasa tertarik dengan rumah kayu yang berada tak jauh dari hadapannya. Ia masuk ke dalam dan melihat seorang anak laki laki sedang merakit sesuatu.


"Hi! Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Star.


"Keluarlah! Aku sedang sibuk. Jangan menggangguku. Aku akan membuat kejutan untuk Grandpa-ku."


"Apa aku boleh membantumu?"


"Ahhh!!!" tanpa sengaja tangan Light terkena cutter saat akan memotong sebuah kabel.


"Kamu tidak apa apa?" Star langsung berjalan mendekat dan memegang tangan Light.


"Aku tidak apa apa. Kamu mengganggu pekerjaanku. Bagaimana kalau nanti tidak selesai?" Light agak sedikit kesal karena ia ingin sekali membuat kejutan untuk Grandpa-nya.


Saat Star ingin keluar, beberapa anak laki-laki menerobos masuk dan membuat Star terjatuh, hingga menyenggol sebuah tiang panjang yang akan digunakan oleh Light untuk menyalakan kejutannya. Tiang tersebut miring, para anak laki laki itu terus berputar putar dan berlarian di dalam rumah kayu, hingga akhirnya tiang tersebut mengenai kabel lampu, kemudian memecahkan lampu dinding. Percikan api mulai terlihat, Star ingin berteriak, namun tenggorokannya seperti tertahan. Ia segera bangun dan ingin masuk kembali ke dalam ruangan tempat Light berada untuk memintanya keluar.


Asap semakin memenuhi rumah kayu tersebut, membuat pandangan Star buram. Light yang berada di dalam ruangan semakin sesak nafas karena pintu ruangannya tak bisa dibuka. Ia pun mulai ambruk. Star berhasil membuka pintu. Untung saja kunci masih tergantung di sana. Ia langsung mencoba berteriak. Ia menarik tubuh Light yang jauh lebih besar darinya namun sangat sulit.


Para orang tua yang berada di ruang tengah tidak melihat kejadian itu, sementara Chloe yang berada dekat dengan rumah kayu langsung mencari seseorang. Ia menarik Axelle dan membawanya ke rumah kayu. Melihat sebagian rumah kayu sudah terbakar, Axelle langsung masuk, kemudian menggendong Light keluar. Ia merebahkan Light di atas rumput, dan meminta Chloe menjaganya. Axelle kembali masuk ke dalam untuk memeriksa. Ia melihat seorang anak perempuan tergeletak tertimpa kayu yang sedikit terbakar. Ia langsung membulatkan matanya dan mengangkatnya.


Brakkk !!!


Sebuah kayu besar jatuh dan menimpa kepala Axelle, membuat kepalanya langsung terasa sakit. Ia berjalan tertatih agar bisa keluar dari rumah kayu itu.


"Dad!" teriakan Azka membuatnya tersenyum kemudoan seketika pandangannya kabur dan menggelap.


👆👆👆👆👆


Nah segitu dulu ya. Ini bab 1 nya aku potong potong, hehe.... tungguin ya. Bisa klik +ikuti yang ada di akun aku atau follow ig : pimcherry_


*Rencana mulai awal april ya, aku mau istirahat sebentar sambil nabung bab pelan2.


I love you all*

__ADS_1


__ADS_2