
Angel membuka ponselnya, melakukan pencarian di dunia maya. Ia terus mencari bagaimana cara agar bisa cepat hamil. Asisten suaminya yang merupakan istri dari Billy Argantara, pria yang dulu menjadikannya sebagai bahan taruhan, sebentar lagi akan melahirkan. Begitu pula Diva yang usia kandungannya sudah mencapai hampir 4 bulan.
Angel selalu menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaan rumah, meskipun kediaman Asher memiliki beberapa asisten rumah tangga. Ia tak ingin pikirannya terus tertuju pada kehamilan yang tidak kunjung datang.
David selalu menguatkan dirinya. Suaminya selalu mengatakan bahwa Tuhan sedang memberikan waktu bagi mereka berdua untuk menikmati waktu berdua, seperti layaknya pasangan yang baru berpacaran.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bahkan bulan berganti tahun. Angel mulai pasrah akan keadaan dirinya. Saat David pergi ke kantor, ia kadang menangis seorang diri. Ketakutan semakin menggerogoti hati dan pikirannya. Ia takut David akan berpaling, meskipun suaminya itu selalu mengatakan akan selalu bersamanya.
Perasaan David yang berada di kantor tiba tiba saja menjadi tidak enak. Ia langsung meminta asistennya, Bay, untuk mengambil alih perusahaan sementara ia akan keluar.
David langsung mengemudikan mobil menuju rumahnya. Jika perasaannya tidak enak, yang akan ia periksa pertama kali adalah istrinya atau adiknya. Ia sudah berusaha menghubungi Angel dan tidak diangkat, membuatnya kembali berpikiran buruk.
David langsung memarkirkan mobilnya sembarangan dan berlari ke dalam rumah. Ia menaiki tangga menuju kamar tidurnya yang berada di lantai atas.
"Sayang!" panggil David. Ia langsung membuka pintu ketika tak mendengar balasan dari Angel.
Saat masuk ke dalam kamar, ia tak menemukan istrinya, membuat dirinya semakin khawatir. Ia melayangkan pandangannya dan menemukan istrinya sedang terduduk di lantai balkon sambil menyandarkan kepalanya di dudukan sofa.
"My Angel!" David langsung menghampiri Angel dan memeluk tubuhnya.
David bisa melihat wajah Angel yang sedikit pucat dan matanya yang sembab. Hal itu meyakinkan dirinya bahwa Angel sudah menangis sedari tadi.
"Ada apa denganmu, sayang?" David memeluknya lebih erat. Angel melihat ke arah David, kemudian langsung membenamkan wajahnya di dada David. Ia menghirup harum maskulin yang menyeruak dari tubuh David, terasa begitu menenangkan.
__ADS_1
"Ayo kita masuk," David mencoba berdiri dan mengajak Angel untuk masuk ke dalam kamar. Namun, baru saja mereka berdiri, mata Angel menggelap dan langsung tumbang. Untung saja tangan David langsung menopang tubuhnya hingga tak mengenai lantai.
"Sayangg!!" David yang begitu panik, langsung mengangkat tubuh Angel. Ia sedikit kesusahan membuka pintu, namun akhirnya berhasil. Ia menuruni tangga dengan perlahan karena ia tak mau terjatuh dan menyebabkan istrinya terluka.
Melajukan mobil dengan kecepatan sedang, David langsung menuju ke rumah sakit. David langsung menuju ke bagian darurat untuk mereka segera menangani istrinya.
Seorang dokter langsung menangani Angel. Mereka memasang infus karena melihat wajah Angel yang sudah sedikit pucat. Dengan menggunakan stetoskop yang tergantung di lehernya, ia pun memeriksa Angel dan David terus memperhatikan.
Dokter tersebut terlihat menghubungi seseorang setelah ia melakukan pemeriksaan pada Angel.
"Apa ada sesuatu yang terjadi pada istri saya?" tanya David dengan khawatir.
"Tidak ada, hanya saja saya perlu memanggil dokter yang memang memiliki spesialisasi di bidang ini, sehingga kami bisa memberikan diagnosa yang pasti kepada pasien dan keluarganya," jawab sang dokter dan David menganggukkan kepala tanda mengerti.
Seorang dokter wanita terlihat menghampiri, kemudian melakukan pemeriksaan kepada Angel. Ia meminta kepada 2 orang perawat pria untuk mendorong brankar yang ditempati Angel untuk dibawa ke dalam suatu ruangan. David diminta untuk mengikuti mereka.
"Katakan padaku, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan istriku?" tanya David.
"Dududklah di sebelah sana. Aku akan memeriksa istrimu," seorang perawat membuka pakaian Angel di bagian perut, kemudian meletakkan sebuah tissue agar tidak mengenai pakaian wanita itu.
Dokter mulai mengoleskan gel pada sebuah alat yang kemudian ia gesekkan di atas perut Angel. Sementara itu tangan sebelah kiri digunakan untuk menekan beberapa tombol, hingga David melihat sebuah layar yang berpindah pindah gambar dan berwarna hitam putih.
Dokter melakukan beberapa pengukuran, kemudian meletakkan kursor di layar pada suatu titik. Dari sana terdengar sebuah suara seperti detakan jantung. David hanya melihat sesekali, karena tatapan matanya terus mengarah pada Angel yang masih terlelap.
__ADS_1
Dokter memerintahkan perawat untuk membersihkan sisa gel yang berada di atas perut Angel, kemudian ia mencetak beberapa gambar. Ia kembali menghubungi 2 perawat laki laki untuk membawa Angel ke dalam ruang rawat.
"Berikan kamar rawat terbaik," ujar David. Ia ingin mengikuti brankar Angel, namun Dokter tersebut menahannya.
"Bagaimana hasil.pemeriksaannya?" tanya David.
Dokter memberikan beberapa gambar yang ia cetak kepada David, "gambar apa ini?" tanya David sambil melihat lembar demi lembar.
"Itu adalah gambar calon bayi bayi anda," ucap sang dokter sambil tersenyum.
"Calon bayi? maksudnya ...," Dokter itu menganggukkan kepala di hadapan David seakan mengiyakan apa yang terlintas di dalam pikiran pria itu.
"Istri anda sedang mengandung bayi kembar. Usia kandungannya sudah 8 minggu. Oleh karena itu saya berharap anda bisa membuatnya lebih tenang, karena stres tidak baik untuk wanita hamil."
"Kembar? Apa ini benar benar kenyataan?" David seakan tidak percaya akan pendengarannya. Sudah lama mereka menantikan kehadiran seorang anak di dalam.pernikahan mereka. Bahkan Angel sampai terlihat frustasi karena tidak kunjung mengandung.
Kini, Tuhan seakan menjawab doa mereka dan langsung memberikan bayi kembar untuk mereka. Rasanya David sudah tidak sabar untuk mengatakan berita ini kepada Angel. Istrinya itu pasti akan merasa senang dan bahagia.
"Terima kasih, Dok. Ini sungguh berita yang membahagiakan untuk kami. Kami sudah lama menantikannya," ucap David.
Pernikahan David dan Angel memang sudah berjalan selama 4 tahun, besok tepatnya mereka akan merayakan anniversary keempat pernikahan mereka. Berita mengenai kehamilan Angel seperti menjadi hadiah yang luar biasa.
"Saya akan meresepkan obat penguat dan juga vitamin. Namun yang paling penting adalah perasaan bahagia dari ibunya."
__ADS_1
David mengucapkan banyak terima kasih dan segera menyusul Angel ke kamar rawat. Ia memegang hasil cetak dari USG, dan tak henti hentinya memperhatikan. Senyum selalu terbit di wajahnya, seakan tidak sabar menunggu sekitar 7 bulan lagi."
"My Angel! Kita akan segera menjadi orang tua. Cepatlah sadar, aku tak sabar untuk memberitahukan padamu kabar bahagia ini. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu," David mengecup kening Angel dengan sangat dalam.