My Highschool Sweetheart

My Highschool Sweetheart
MY ANGEL


__ADS_3

Angel kembali ke area tengah lobby bioskop di mana David sedang menunggunya. Di tangan David sudah tersedia popcorn dan juga minuman yang akan menemani mereka menikmati film dengan genre action kali ini.


Mereka masuk ke dalam sebuah teater bioskop yang cukup besar. Mereka mengambil kursi yang berada tepat di tengah bagian atas, yang merupakan spot paling pas untuk menonton film.


"Kamu tidak bergabung bersama mereka?" tanya David.


"Aku tidak suka film romantis, sepertinya hal itu tidak sama dengan dunia nyata, hanya khayalan dan halusinasi semata," ungkap Angel.


Dulu, Angel sempat mempercayai apa itu cinta, namun ketika mengalami hal yang tidak menyenangkan, pendapatnya langsung berubah 180 derajat. Ketika ia mengetahui ia ditipu oleh Billy dan hanya menjadikannya ajang taruhan dengan teman temannya, Angel sebenarnya tak terlalu pusing. Marah, kesal, tetap ada, tapi ia masih mempercayai bahwa cinta itu ada. Namun, perceraian kedua orang tuanya membuatnya hancur, apalagi mereka tidak ada yang mau untuk mengasuhnya, seperti menganggap dirinya adalah beban untuk keluarga baru mereka nantinya.


Sisa cinta dari orang tua kepada anaknya, ternyata tidak ada sama sekali. Hidupnya terasa begitu menyedihkan. Oleh karena itu, ia akan menjalani hidup ini sendiri, sehingga ia tak akan lagi sakit hati dengan apa yang dinamakan dengan cinta.


"Kamu tidak percaya dengan cinta?" tanya David.


"Cinta? tentu saja tidak," jawab Angel.


"Memangnya kamu sudah pernah mencobanya hingga tidak mempercayainya?" tanya David lagi.


Angel menoleh ke arah pria yang menjadi atasannya itu, kemudian kembali memegang popcornya lagi sambil melihat ke layar besar karena film yang akan mereka tonton akan dimulai.


Sepanjang film diputar, pandangan David hanya tertuju pada Angel yang terlihat begitu fokus menonton film. Tiba tiba saja David mendekatkan dirinya pada Angel dan berbisik di telinganya, "Maukah kamu mencoba denganku? Aku akan memberikan padamu cinta yang sebenarnya."


Merasakan suara di telingan dan hembusan nafas David, membuat kulitnya terasa meremang. Angel menolehkan wajahnya ke arah David dan kaget ketika wajah mereka hanya berjarak 1 cm saja. Jantung Angel berdetak dengan cepat, dan ia langsung memalingkan wajahnya kembali ke arah layar, membuat David tersenyum.

__ADS_1


Sepanjang sisa akhir film, Angel merasa tidak nyaman berada di samping David. Ia segera ingin keluar dari sana. Ketika di layar sudah terlihat deretan tulisan yang bergerak dari bawah ke atas, Angel langsung bangkit dan ingin keluar dari kursinya, namun ia harus melewati kursi yang diduduki oleh David.


"Tunggulah sebentar, aku tidak ingin keluar saat masih terlalu ramai," ujar David, yang pada akhir membuat Angel duduk kembali di tempatnya.


Setelah sedikit orang yang kini berada di dalam teater, Angel pun akhirnya kembali bangkit dari duduknya. Ia ingin melewati David dan segera keluar, namun David meraih pergelangan tangannya dan menariknya hingga ia terjatuh di pangkuan David.


"Tuan David!"


"Pikirkanlah, aku sungguh sungguh dengan perkataanmu tadi," bisik David yang kemudoan melepaskan Angel yang langsung berdiri karena jantungnya kembali berdegup dengan kencang. Ia bisa mencium harum parfum David yang sangat maskulin, menyeruak begitu saja di indera penciumannya.


Sementara itu di luar teater,


"Ke mana Angel pergi? apa ia pulang?" tanya Diva yang baru sadar Angel tidak ikut menonton bersamanya. Ia terlalu terpaku pada film dan juga sikap romantis Alvin. Angel melihat Diva dan Alvin, ia pun segera mendekati mereka.


"Aku tidak ke mana mana, aku ...," Angel memperhatikan sekeliling, tak nampak keberadaan David di manapun. Ia membuka ponselnya saat merasakan getaran di sana.


📩 Aku kembali ke kantor. Senang menonton film bersamamu. Lain kali, kita akan melakukannya lagi ❤


Angel langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya. ia tidak tahu harus menjawab apa sehingga akan lebih baik jika ia tidak membalas sama sekali.


"Apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Alvin pada Diva.


"Bagaimana kalau kita makan di restoran Jepang?" Diva bertanya kembali.

__ADS_1


"Baiklah," dengan cepat Alvin mengangguk dan menyetujui keputusan Diva. Sementara itu Angel yang tak ingin mengikuti mereka pun membuka suara, "Div, aku harus kembali. Sebentar lagi kakakmu akan kembali dan banyak yang harus kulakukan."


"Baiklah kalau begitu. Maafkan aku karena merepotkanmu," ucap Diva.


Angel segera berlalu dari sana dan menaiki sebuah taksi dan kembali ke kediaman keluarga Asher. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Sepertinya masih cukup waktu jika ia merebahkan dirinya sebentar sebelum David kembali.


Angel menggeliat, kemudian membuka matanya. Ia melirik ke kiri dan ke kanan, kemudian membulatkan matanya ketika melihat seseorang sedang duduk dengan wajah tersenyum di sampingnya.


"Sepertinya tidurmu nyenyak sekali."


"Sejak kapan kamu ada di sini?" tanya Angel.


David melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, "2 jam yang lalu."


2 jam yang lalu? itu kan saat aku belum lama selesai mandi. Apa dia sudah di sini sejak aku mulai tertidur? - Angel mengusap wajahnya kasar.


"Maaf, aku ketiduran. Aku akan segera menyiapkan semua keperluanmu," Angel ingin segera keluar dari kamarnya karena ia melihat David belum mengganti pakaiannya. Ia masih menggunakan kemeja kerjanya.


David langsung berdiri dan memeluk Angel dari belakang, "Apa kamu tidak percaya dengan kata kataku?"


Tubuh Angel menegang dan ia ingin sekali menarik tangan David dan membanting pria itu, namun tubuhnya seakan menolak melakukannya.


"Menikahlah denganku, My Angel."

__ADS_1


__ADS_2