My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 9


__ADS_3

          Aku tak tahu apa yang terjadi setelah aku pingsan. Yang aku tahu setelah aku sadar aku berada di ranjang rumah sakit. Di sebelah ranjang ku sudah ada wali kelas ku yang masih setia menunggu ku. Ketika aku terbangun aku melihat Bu Kirana di bangku tunggu sebelah ranjang ku. Bu Kirana yang melihat ku terbangun pun langsung bergegas mencari dokter. Setelah beliau memanggil dokter, beliau langsung menanyai ku.


" Kamu tak apa-apa nak ?" Beliau bertanya padaku dengan nada yang halus.


" Saya tidak apa-apa, bu. Saya sudah merasa sedikit baikan." Ucap ku dengan suara sedikit lirih. Aku juga menyakinkan nya bahwa aku sudah baik-baik saja.


        Obrolan kita terhenti ketika suara ketukan yang berada dari pintu. Bu Kirana berjalan ke arah pintu dan mempersilahkan sang dokter masuk. Aku tak bisa mendengar kan suara dari dokter tersebut. Ketika sang dokter masuk aku dibuat terdiam seribu bahasa oleh situasi ini. Dia kembali lagi menampakkan kehadiran nya kembali. Lagi-lagi rasa ketakutan ku memenuhi diriku. Nyatanya aku tak sekuat itu untuk menghadapi nya. Bahkan kehadiran Bu Kirana tak bisa mengurangi sedikit ketakutan ku. Dia terdiam sebentar sebelum melakukan tugas nya sebagai dokter.


        Dengan senyuman yang katanya menawan tapi membuat ku ketakutan dia memeriksa keadaan ku. Dia mengerutkan dahi ketika memulai memeriksa keadaan ku.

__ADS_1


" Kamu tidak makan berapa lama hmm?? " Tanya nya pada ku dengan suara nya yang terdengar tegas.


" Entah " Jawab ku seperti terdengar tak peduli.


" Aya, gimana bisa kamu makan tidak teratur " Teriakan Bu Kirana yang buat ku tersentak kaget. Dokter pun di buat kaget oleh suara Bu Kirana.


" Kamu harus makan teratur dan juga hindari pikiran yang mengganggu kamu. Dan jangan sekali-kali kamu telat makan apalagi kamu main sampai malam tanpa makan " Terang dia pada ku dengan begitu rinci nya. Dia seakan-akan peduli pada ku. Namun aku tak pernah bisa percaya pada ku lagi.  Aku hanya menganggukkan kepala saja ketika dia bertanya pada ku. Aku pun tak ingin menatap wajah nya untuk waktu yang lama.


"Kenapa kamu seakan menghindari ku " Ucapnya pada ku dengan nada lirih nya yang buat ku seakan lemah.

__ADS_1


" Aku tak menghindari mu, hanya saja yang kamu lakukan dulu tak bisa aku maafkan " Jawab ku dengan suara tak kalah lirih nya. Air mata ku pun juga sudah menggenang di pelupuk mata.


" Apa kamu tak bisa memberi ku kesempatan lagi? " Tanya nya kembali pada ku.


" Kenapa harus sekarang, dulu kamu kemana Bar. Rasa sakit itu selalu menyiksa ku setiap waktu. Kamu gak pernah tau karena bukan kamu yang ngerasain " Jawab ku yang mulai terbawa emosi. Tangisan pun tak bisa dihindari lagi.


" Aku minta maaf untuk semua nya, aku salah. Aku mohon Ay maafkan aku " Ucap nya pada ku, matanya mulai memerah.


" Andai semudah itu, Bar. Aku hanya minta kamu untuk gak muncul di kehidupan ku. " Jawab ku pada Bara dengan diiringi isakan tangis. Dia menatap ku dengan sendu. Matanya memerah seakan menahan tangis. Dia melepaskan genggaman nya perlahan dan membisikkan kata maaf sebelum dia pergi dari ruangan ini. Aku pun tak sanggup lagi. Tangis itu makin keras, seakan tahu apa yang ku ingin kan. Rasa nya sangat sesak dalam hati ini. Ini sangat lah menyiksa ku.

__ADS_1


        Ketika Bu Kirana datang dia terkejut dengan keadaan ku yang sekarang tengah menangis. Bu Kirana memeluk ku dan mengusap punggung ku agar tangisan ku reda. Beliau tak menanyai ku mengapa aku sampai bisa menangis. Sampai pada akhir nya tangis ku akhirnya berhenti. Bu Kirana akhirnya lega. Aku pun akhirnya tertidur setelah lelah menangis.


__ADS_2