My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 11


__ADS_3

        Setelah pertemuan beberapa hari yang lalu yang buat ku terus berpikir. Akankah rasa itu masih ada untuk nya. Dalam hati ku bertanya-tanya, tapi itu semua tak kunjung menemukan jawaban. Apakah rasa itu masih tersisa untuk nya. Aku tak tahu akan itu. Aku ingin berhenti memikirkan nya, namun itu semua adalah hal yang sia-sia.


        Rasanya semua ini tak adil. Kenapa harus datang kembali untuk mengacaukan hidup ku. Apakah aku tak pantas mendapat kan kebahagiaan. Derai air mata selalu saja muncul. Ingin ku untuk hidup tenang tanpa adanya bayang-bayang masa lalu tak akan pernah bisa terwujud.


         Dengan sisa-sisa tekad yang ada, aku memutuskan untuk menghadapi nya. Aku tak ingin menghidar seperti sebelum-sebelumnya. Yang aku ingin kan aku bisa keluar dari lubang masa lalu.


                              ~~~


    Seperti biasa aku sekolah dengan motor ku. Keadaan ku juga sudah membaik. Wajah ku pun sudah tak sepucat beberapa hari yang lalu. Tubuh ku pun kini juga sudah terasa fit. Namun hanya ada satu yang mengganjal di pikiran ku, yaitu rasa yang pernah ada. Tapi karena hari ini hari yang indah, rasa itu aku abaikan. Terganti oleh suasana di pagi hari ini. Pagi ini udara sangat sejuk namun sinar matahari masih turut hadir dalam membuat bumi hangat.

__ADS_1


       Di sepanjang jalan banyak pertokoan yang masih belum buka. Banyak pelajar yang masih menunggu angkutan umum. Dan banyak orang kantoran yang berangkat bekerja. Aku pun juga menikmati sepanjang perjalanan ke sekolah ini. Rasa nya sangat lah damai dan tenang. Motor ku juga kulajukan tak terlalu kencang. Sehingga rasa sejuk di pagi ini menembus tulang-tulang ku.


       Rasanya aku tak ingin pagi ini berlalu. Tapi apa daya aku hanya lah manusia biasa bukan Tuhan. Jadi ya apa boleh buat. Setibanya di sekolah aku memarkirkan motor ku di tempat biasa. Setelah menaruh motor ku, aku berjalan ke ruang kelas ku yang lumayan jauh dari tempat ku berdiri sekarang. Di sekolah pun saat ini juga masih sangat sepi. Tak banyak orang yang datang sepagi ini.


       Aku melewati lorong-lorong sekolah. Menjawab sapaan setiap orang yang menyapa ku. Aku seperti orang yang ramah saja, padahal kenyataan nya tidak seperti itu. Setelah itu aku harus melewati tangga untuk sampai di kelas ku. Huh aku mendengus sebal, pagi yang indah ini harus diganti dengan gerutuan ku. Rasanya tangga ini amat lah banyak, belum sampai pun aku sudah merasa capek. Rasanya aku ingin mengutuk orang yang membangun sekolah ini, sungguh tangga yang tidak manusiawi.


      Akhirnya aku sampai di depan kelas, aku masuk dan berjalan ke meja dimana aku duduk. Aku meletakkan tas yang sungguh berat dan menyiksa ini. Di kelas pun hanya ada beberapa anak yang sudah datang di pagi ini, dan itu semua yang datang sangat pagi hanya lah anak-anak yang rajin saja. Duh sungguh pagi ini tak seindah tadi, sangat menyebalkan.


" Ay lo kok gak bilang sih, kalo dokter nya tuh ganteng banget," Teriak si ketua geng centil padaku. Anak-anak cowo pun tak Terima dan ikut menyoraki nya.

__ADS_1


" Ya mana gue tau, kan lo gak tanya, " Jawab ku dengan cuek. Dalam hati pun aku malas menanggapi si centil satu ini. Dan lagi-lagi teman-teman menyoraki jawaban ku.


" Kan seharusnya bilang, sapa tau dia jodoh gue," Katanya dengan percaya diri sekali.


" Dia juga gak mungkin suka cewe modelnya kayak lo, " Jawab ku sarkas. Entah aku tak tahu kenapa aku kesal mendengar omongan si centil.


" Weh songong ya lo " Ucap si centil itu. Aku hanya melihat nya dan tak kutanggapi omongan nya.


      Setelah itu si centil pergi dari bangku ku. Dia berjalan ke bangku nya dengan gerutuan di mulut nya  karena kesal dengan jawaban ku yang sedikit sarkas itu. Tapi juga ya namanya aku, mana peduli sama orang kek dia. Bodo amat lah. Tak berselang lama bel masuk pun berbunyi. Guru matpel pertama pun masuk. Tak ada yang berani bersuara ketika matpel orang yang satu ini. Bisa-bisa di babat habis kalau ramai pelajaran yang satu ini. Orang nya aja nyeremin nya ngalah in singa. Namanya juga Bu Sukma, ratu Singa nya SMA ini. Kalau gak nyeremin berarti ya bukan orang nya.

__ADS_1


                               ~~~


       


__ADS_2