My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 24


__ADS_3

Aku ikut bersenandung kecil mengikuti irama musik yang kudengar kan, sudah menjadi kebiasaan kalo aku menyetir sambil mendengar kan lagi lewat headset. Biar perjalanan gak merasa kesepian, biar serasa ada yang menemani gitu loh. Sungguh kebiasaan gak baik tapi sayang kalau di tinggal kan.


Perjalanan pulang kali ini sangat lah berbeda dari biasanya, aku tak tahu kali ini aku merasa lebih bahagia. Aku juga menyadari kalau beberapa hari terakhir ini aku sudah tak lagi terpikirkan oleh mimpi- mimpi buruk yang selama ini terus menghantui ku.


Saat aku hampir sampai ke rumah, aku teringat akan jadwal ku menemui psikolog ku. Ya ampun bagaimana aku bisa melupakan nya, kan kalo gini aku harus segera kesana, bisa-bisa aku kena amukan dokter galak nanti nya.


Aku melajukan motor ku dengan lumayan kencang, supaya cepat sampai di rumah. Setelah membelah jalanan, aku pun sudah sampai di rumah. Langsung saja aku masuk dan mengganti pakaian, ya masak aku ke sana pakai seragam, kayak kurang bagus gitu.

__ADS_1


Motor ku pun aku letakan di depan gerbang, tapi tak lupa motor ku di kunci setir, menghindari kemalingan. Aku juga memperbaiki penampilan ku dahulu, supaya gak keliatan kulu-kulu. Kan malu kalo waktu konsultasi keliatan jelek di depan dokter nya, kan bisa gak punya muka lagi aku.


Setelah siap dan aku sudah keliatan rapi, aku pun langsung melesat menuju tempat konsultasi ku. Apalagi jarak tempat konsultasi dan rumah ku lumayan jauh, tapi tak apa kan habis ini bisa ketemu dokter ganteng, lumayan lah buat cuci mata.


Sial nya lagi jalanan ke arah kota sangat macet, padahal waktu aku pulang tadi jalanan gak semacet ini deh. Apa mungkin udah jam nya pulang kerja jadi macet nya kayak gini. Duh, bikin males aja, apalagi asap kenalpot mobil yang bisa bikin bengek kambuh.


Sesampainya aku disana, aku langsung masuk dan menunggu dokter nya di ruang tunggu yang di sediakan. Tak berselang lama aku langsung di suruh masuk ke dalam ruangan konsultasi ku. Sebenarnya sih aku agak sedikit gugup, sudah lama aku tidak konsultasi secara langsung, biasanya sih aku hanya lewat telepon atau bertukar pesan.

__ADS_1


Aku masuk langsung di sambut sama dokter tampan itu, namanya dokter Saka. Selain orang nya yang good looking dia juga sangat baik dan ramah, tapi dia agak serem kalo lagi marah. Pernah sekali aku kena amuk dia, gara-gara aku lupa konsultasi dan gak minum obat langsung di marahin habis-habisan aku.


Aku langsung di suruh duduk dan mulai konsultasi. Aku mulai menceritakan hal-hal yang akhir-akhir yang mengganggu ku, mulai aku yang susah kembali tidur, kembali nya ingatan masa lalu yang terkadang membuat sakit kepala, kadang sesak yang kembali hadir. Setelah sesi cerita aku mulai dengan terapi.


Terapinya itu yang lumayan lama, sekitar 1 jam lebih lah. Setelah terapi selesai dokter Saka langsung meresepkan obat dan hal-hal yang harus aku lakukan untuk kedepan nya. Tak sampai di situ, aku harus kembali ke sesi konseling untuk bulan depan, supaya agar tahu kondisi ku seperti apa. Semuanya selesai dengan lancar, dan resep sudah ada di tangan ku.


Aku langsung keluar dari ruangan dokter Saka, tak lupa aku juga berpamitan dengan dokter Saka. Dia menawarkan untuk makan malam bersama, tapi aku menolak karena ada tugas yang harus ku selesai kan, tapi aku janji dengan dokter Saka untuk makan bersama lain waktu dan dia mengiyakan ajakan ku itu.

__ADS_1


Aku menyelesaikan administrasi konseling ku dan mengambil obat yang telah di resep kan. Lumayan lama memang menunggu obatnya selesai. Tapi tak apa lah, aku juga tak terlalu terburu-buru, aku memainkan handphone ku, entah hanya sekedar membuka instagram atau pun membalas pesan pesan yang masuk. Hingga nama ku di panggil, aku langsung buru-buru ke apoteker nya untuk mengambil obat. Setelah obat berada di tangan ku aku langsung pulang.


__ADS_2