My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 18


__ADS_3

Berhenti menangis adalah sebuah pilihan yang tepat, aku sadar menangis tak akan bisa mengembalikan keadaan. Sekarang aku akan berusaha bertingkah normal di hadapannya. Tak akan lagi ada drama di antara aku dan dia.


Lelah dengan menangis hingga aku lupa kalau besok itu ulangan. Ya Tuhan cobaan apalagi ini, aku meratapi kebodohan ku. Sekarang pun udah malam, mana mungkin aku belajar di tengah-tengah kantuk yang menyerang. Huhuhuhuhu ingin menangis lagi rasanya.


Aku bergegas menuju meja belajar, membuka buku paket dan menandai nya. Coretan tersebar film mana-mana. Teknik belajar kebut semalam sekarang menjadi sebuah penyelesaian. Menghapal kata demi kata. Mencatat kalimat demi kalimat. Tapi tak semua materi masuk dalam ingatan. Sunyi sekarang menjadi teman belajar.


Sialan emang, datang gak tepat pada waktunya. Kalau gini kan nyusahin aku, waktu belajar harus tersita buat mengenang masa lalu yang kurang penting ini. Apalagi udah buat anak orang nangis tanpa henti lagi. Kan kurang ajar itu manusia. Emang bajingan itu si Bara.

__ADS_1


Tubuh ku pun kini sudah sangat lah lelah. Kantuk juga sudah tak bisa di tahan lagi. Dengan berat hati aku menutup buku paket ini, dan segera untuk tidur. Aku tak mau kalau besok aku kesiangan bangun dan telat datang ke sekolah. Saat aku merebahkan diri, aku pun langsung tertidur lelap, mungkin akibat dari rasa lelah yang tak berkesudahan.


Aku kembali berada di waktu semua itu terjadi. Aku dengan jelas melihat semua kejadian itu, tapi aku hanya bisa melihat tanpa bisa membantu. Tubuh ku membeku ketika hal yang sama itu terjadi. Hanya menangis yang bisa aku lakukan, ya Tuhan aku tak sanggup melihat nya.


Aku pun terbangun dengan nafas yang tersenggal-senggal. Keringat dingin membasahi tubuh ku. Menghirup nafas dalam-dalam, debaran jantung yang begitu kencang tak dapat di hentikan. Setelah aku merasa cukup tenang, kulihat jam menunjukkan pukul 02.00 wib. Kuputuskan untuk segera mengambil obat penenang yang kusimpan di dalam nakas.


Dilain tempat, seorang pria tengah menikmati bintang di tengah gelap nya malam. Hawa dingin yang menembus tubuh nya seakan tak dia hiraukan. Pikiran nya melayang Entah kemana. Di kota ini dia hanya sementara, tak ada niatan untuk menetap. Tapi tak tau jika sekarang, seperti ada kembali tujuan nya untuk kembali bersemangat.

__ADS_1


Mengingat nya bisa kembali kan tawa yang pernah hilang. Entah sihir apa yang dia berikan. Dia mampu menciptakan suasana kembali riang. Tapi terlihat jelas tersimpan banyak luka yang tergambar di matanya. Mungkin hanya yang dekat dengan nya yang bisa sadar akan luka yang hadir di dalam dirinya.


Pertama kali pun aku juga tak menyadari nya, tapi entah keajaiban dari mana aku bisa tahu luka yang berusaha ia tutup rapat-rapat. Tak dapat kuping kiri dia mampu mengubah Dunia ku yang sebelumnya kelam.


Dia memang istimewa, banyak hal baru yang kudapat kan ketika bersamanya. Tapi apakah aku sanggup meninggal kan nya kelak, apakah aku harus menetap dan mengubah rencana yang seharusnya tersusun dengan baiknya. Kalau pun aku bisa nanti akan ada hal berbeda yang akan terjadi berikut nya.


Aku menyadari banyak kesamaan di antara kita, tapi apakah kita akan ditakdirkan untuk bersama atau bertemu sesaat, dan itulah yang menjadi hambatan terbesar dalam hidup ku. Berhenti berharap dan kehilangan tujuan hidup bukan lah suatu pilihan yang mudah. Terkadang rencana Tuhan akan lebih indah bila tiba waktu nya, tapi pertanyaan nya apakah aku sanggup menunggu hal itu datang? Mungkin di antara kalian tahu apa jawaban nya, tidak adalah kata yang tepat untuk aku menjawab nya. Karena hal itulah aku selalu berada dalam lubang kesengsaraan

__ADS_1


__ADS_2