My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 30


__ADS_3

Dia langsung merangkul bahuku, dan mengajak ku untuk ke mobilnya yang berada di depan gedung ini. Aku mencubit pinggang nya, dokter saka mengaduh kesakitan karena cubit an ku yang pedas. Aku pun tertawa bahagia, dokter saka pun juga ikut tersenyum. Mungkin tak ada yang mengira aku pasien di klinik ini. La penampilanku aja layaknya orang normal. Apalagi sekarang aku sedang berjalan beriringan dengan dokter saka dan bercanda ria bersama nya. Mungkin orang lain mengira hidup ku sangat sempurna dengan adanya mereka di sekeliling ku.


Kami pun saling menggoda Seakan-akan tak ada beban yang di tanggung. Aku pun juga sangat menikmati momen momen seperti ini. Karena aku sadar momen seperti ini tak akan terjadi dua kali, jadi sebisa mungkin aku membuat momen indah untuk diingat.


Saat perjalanan pun kami juga masih saling melemparkan guyonan yang tidak begitu lucu, namun itu bisa membuat kami tertawa. Apalagi pertanyaan pertanyaan dokter saka yang menurut ku itu sangat lucu jika ku jawab. Kali ini benar-benar aku bisa tertawa dengan lepas tanpa ada beban.

__ADS_1


Perjalanan yang seharusnya lama dan membosankan, kini menjadi perjalanan yang sangat mengasyikkan. Apalagi hari ini hujan turun tanpa ada pertanda, yang membuat banyak orang memilih menyingkir dari jalan an ini. Sekarang jalan pun tanpa lenggang, karena hanya tersisa pengendara roda empat saja.


Aku memang tidak menyukai hujan, tapi kini hujan terasa berbeda. Hawa darinya membawa aura kesejukan yang sudah lama tak kudapatkan saat aku tinggal di kota ini. Kalau diingat pun kota ini tak berpolusi seperti ibukota kita tercinta, tapi di sini juga tak bisa di katakan sejuk. Sangat mengherankan bukan, padahal di sini itu termasuk juga daratan tinggi apalagi masih banyak pepohonan yang tumbuh.


Aku pun sudah sampai di rumah kost tempat ku tinggal. Aku berpamitan dan tak lupa berterimakasih pada dokter saka. Setelah dokter saka pergi meninggalkan tempat ini, aku langsung masuk ke dalam. Tak lupa aku mengecek motor ku terlebih dahulu, ternyata motor ku sudah terparkir dengan rapi di garasi rumah. Setelah itu aku masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Aku langsung saja naik ke lantai dua di mana kamar ku berada. Aku memasuki kamar dan melihat kamar ku yang tak kutempati satu malam. Tapi herannya aku kok kangen ya, apa kamar ini terlalu nyaman?? Aku juga tak bisa menjawab nya.


Ku letak kan kantong plastik yang berisi obatku di nakas meja sebelah tempat tidur ku. Tanpa harus aku buka aku sudah tahu jelas apa isi kantong plastik tersebut. Apalagi sekarang aku juga tahu banyak jenis obat yang dulu tak ada sekarang ada dalam kantong plastik tersebut.


Dengan malas aku mengambil obat yang harus ku konsumsi siang ini. Tak lupa aku mengisi perutku terlebih dahulu, walaupun hanya dengan roti yang berisi selesai cokelat. Lumayan lah dari pada aku tidak makan apa pun. Setelah roti itu habis, aku langsung minum obat nya.

__ADS_1


Rasa pahit itu menyengat di tenggorokan ku. Tapi mau tidak mau aku harus menelan nya, walaupun aku ingin sekali memutahkan nya. Aku langsung minum air banyak-banyak agar rasa pahit itu segera pergi. Sesudah rasa pahit itu hilang, aku pun kembali ke ranjang untuk membaringkan diri. Aku merasa tubuh ku sangat lelah, padahal di hari ini aku tak melakukan apapun.


Tanpa sadar saat aku berbaring, aku pun terlelap dan terbawa ke alam mimpi. Aku memang sangat butuh tidur siang yang seperti ini. Karena aku tak pernah merasakan tidur dengan damai setelah harus itu. Tanpa bantuan obat aku tidak akan pernah bisa tidur dengan tenang. Tapi kali ini aku kembali merasakan tidur yang tenang tanpa ada gangguan sedikit pun.


__ADS_2