My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 6


__ADS_3

         Di warung makan yang begitu ramai pun aku selalu merasa kesepian. Rasa itu sungguh memenuhi hati ku, buat ku sesak. Makanan yang seharusnya ku nikmati dengan rasa begitu nikmat kini menjadi rasa pahit yang mengalir di kerongkongan ku. Tak ada kebahagiaan yang bertahan lama. Semua seakan berlomba-lomba untuk menghacurkan ku. Tak pernah ada orang yang benar-benar peduli akan kehidupan ku. Bahkan hanya untuk menikmati makanan pun aku seakan tak diijinkan. Sungguh ironis sekali kehidupan ku kini.


                              ~~~


     Aku memaksakan mulut ku untuk terus mengunyah makanan ini hingga habis, walau rasa nya aku ingin memutahkan nya. Tubuh ku seakan menolak makanan yang masuk itu. Aku bangkit dari duduk ku dan meninggal kan warung makan ini. Lagi-lagi senja menjadi saksi semua ini. Melakukan motor ku dengan kecepatan yang lumayan kencang tak kunjung buat ku merasa tenang. Air mata ku kini mengalir dengan deras nya. Rasa sesak di dalam dada seakan menghimpit ku. Kini sang  senja pun sudah menghilang, malam yang pekat pun datang menggantikan nya. Kini semua seakan menyiksaku. Tanpa aku sadari motor ku berhenti melaju. Berhenti di jabatan di pinggiran kota, yang letaknya jauh dari permukiman. Tempat yang teramat sepi dan tenang. Tak ada orang  yang melewati tempat ini ketika malam mulai datang. Tempat yang begitu tenang untuk berkeluh kesah di malam yang petang.


                              ~~~


        Meluap kan semua amarah yang selama ini terpendam. Mengutuki takdir yang selalu tak berpihak. Berteriak kencang membuang sesak yang tertanam dalam dada. Menangis tiada henti tanpa orang yang menghalangi nya. Begitu aku meluapkan semua rasa yang mengakar  di dalam jiwa. Cahaya rembulan pun redup seakan ikut meratapi nasib buruk ku ini. Hampa yang selama aku rasakan tak pernah pergi dari hidup ku. Bahagia pun seakan Berlalu-lalang menertawakan kesedihan ku. Aku selalu bertanya-tanya mengapa aku hidup dalam kehancuran seperti ini?  Apakah Tuhan bersikap adil padaku?  Apakah Tuhan mau menolong ku pergi dari lembah jurang tak berujung ini?.  Aku terus menerus bertanya-tanya dan terkadang aku meragukan Tuhan ku. Rasa percaya ku seakan-akan terkikis oleh sang waktu yang selalu mempermainkan ku.


                               ~~~

__ADS_1


       Malam pun makin larut, angin malam ikut serta menghembuskan kedinginan nya. Tak ada bintang yang mendampingi rembulan. Seakan-akan malam ini tercipta untuk mendampingi kesedihan. Kini tubuh ku menggigil karena di terpaksa angin malam. Air mataku sedah berhenti keluar, isak tangis ku kini juga sudah berhenti. Namun mata sembab nan merah ku tak dapat aku sembunyikan. Tapi semua ini sebanding dengan apa yang ku keluar kan hari ini. Semua sesak telah lepas dari tempat nya. Sekarang rasa sesak itu sudah menguap mengikuti angin malam berlabuh. Rasa sesak yang membawa sejuta rasa sakit sekarang tlah pergi. Kini aku pun sudah merasa baikan dan kembali merasa kan ketenangan. Dan aku tak akan pernah melupakan jasa sang  malam yang menghapus sedikit jejak-jejak kesedihan yang ku miliki.


                              ~~~


     Malam ini aku pulang selepas membuang semua rasa sesak. Tak ada rasa sesak yang mengganjal di dalam dada. Angin malam semakin kencang meniupkan kedinginan nya. Membelah jalanan untuk kembali pulang. Melihat lampu-lampu taman yang remang-remang. Cahaya nya tak mampu menyinari di tengah gelap nya malam.  Kita ini terasa amat sepi, tak ada orang berlalu lalang di malam gelap nan dingin ini. Aku sampai di depan gerbang kos tepat pada pukul 21.30 WIB. Aku turun dari motor ku dan membuka gerbang yang begitu berat. Aku membuka nya gerbang itu pelan-pelan agar tak menimbulkan suara berisik.


                               ~~~


" Ngapain aja dek, jam sekarang baru pulang? ", tanya mbak jes pada ku. Aku dengan menundukkan kepala menjawab mbak jes " Habis dari perpustakaan sama main, mbak, " Ku jawab dengan suara serak ku yang habis menangis ini. " Napa tuh suara mu serak begitu?, " tanya mbak  jes  yang mulai curiga.  Aku menggeleng kan gapapa dan menjawab " Aku baik mbak, suara ku serak karena tenggorokan ku lagi sakit " Jawab ku pada mbak jes. Aku beralibi sakit tenggorokan agar ia tak menanyai ku lebih jauh lagi. " Yaudah sana masuk, jangan suka keluyuran malam-malam, gak baik kamu anak cewe " Nasehat mbak jes pada ku. Aku mengiyakan kan nasehat mbak jes.  Setelah sesi interogasi dari mbak jes, kini aku memasukkan motor ku ke dalam garasi. Aku menutup gerbang nya kembali. Mbak jes masih saja mengekori  ku. Dia hanya menyengir ketika aku menoleh pada nya. Mbak jes berhenti membuntuti ku ketika aku menaiki tangga yang menuju kamar ku. Aku hanya menggelengkan kepala  ketika ingat tingkah mbak jes yang usil itu. Aku pun tersenyum kecil akan mengingat tingkah nya itu.


                                ~~~

__ADS_1


        Setelah tangis itu habis, aku berharap senyum itu bisa kembali. Aku tak ingin banyak meminta pada Tuhan, aku hanya ingin tersenyum walau itu sebentar. Hanya satu pintar ku, aku ingin Tuhan menghilang kan sebagian dari rasa sakit ku ini. Aku tak ingin menjadi manusia tamak karena meminta semua kebahagiaan. Aku masih tau diri untuk meminta lebih pada Tuhan.


         


          Kali ini aku mencoba  memejamkan mata. Mencoba mengabaikan bayangan-bayangan mengerikan itu. Aku ingin lepas dari semua kenangan buruk itu. Mencoba melawan rasa takut yang bersarang ini. Kali ini aku berhasil melawan rasa takut ku, mata ku lama-lama terpejam. Tertidur begitu nyenyak, tanpa ada rasa kegelisahan  yang aku rasakan. Mimpi-mimpi buruk tak menghampiri ku di malam ini.


                                ~~~


      Pagi pun kini telah datang, sang surya mulai menjalankan tugasnya kembali. Ayam-ayam berkokok membangun kan tidur lelap ku. Aku bangun dengan rasa kantuk yang masih belum menghilang. Nyawaku rasanya masih belum terkumpul sempurna. Namun aku ingat hari ini adalah hari senin. Hari paling menyebalkan, yang mengharuskan aku tuk pergi ke sekolah. Aku pun seger mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Menyiapkan semua nya agar tak ada yang tertinggal nanti nya. Mengecek sekali lagi setelah semua buku-buku, barang bawaan ku lainnya, dan yang utama novel yang akan ku baca. Setelah semua selesai aku melahap roti yang ku letakkan di nakas. Menghabiskan nya dan tak lupa minum agar tak tersedak. Menggendong tas ku dan menenteng kunci motor. Berjalan santai dengan diiringi senandung kecil dari bibir ku. Rasa bahagia pagi ini masih mengikuti ku, dan senyum kecil tergambar indah di muka ku. Bahagia masih bersama ku tuk saat ini.


                               ~~~

__ADS_1


__ADS_2