
Malam ini aku pulang selepas membuang semua rasa sesak. Tak ada rasa sesak yang mengganjal di dalam dada. Angin malam semakin kencang meniupkan kedinginan nya. Membelah jalanan untuk kembali pulang. Melihat lampu-lampu taman yang remang-remang. Cahaya nya tak mampu menyinari di tengah gelap nya malam. Kita ini terasa amat sepi, tak ada orang berlalu lalang di malam gelap nan dingin ini. Aku sampai di depan gerbang kos tepat pada pukul 21.30 WIB. Aku turun dari motor ku dan membuka gerbang yang begitu berat. Aku membuka nya gerbang itu pelan-pelan agar tak menimbulkan suara berisik.
~~~
Ketika gerbang yang ku buka sudah cukup untuk memasukkan motor ku. Aku pun dikejutkan oleh tepukan di pundak ku. Aku terjengkang ke belakang sangking terkejut nya. Sang pelaku pun hanya menyengir saja. Mbak jes hanya tersenyum kikuk setelah mengagetkan ku.
__ADS_1
" Ngapain aja dek, jam sekarang baru pulang? ", tanya mbak jes pada ku. Aku dengan menundukkan kepala menjawab mbak jes " Habis dari perpustakaan sama main, mbak, " Ku jawab dengan suara serak ku yang habis menangis ini. " Napa tuh suara mu serak begitu?, " tanya mbak jes yang mulai curiga. Aku menggeleng kan gapapa dan menjawab " Aku baik mbak, suara ku serak karena tenggorokan ku lagi sakit " Jawab ku pada mbak jes. Aku beralibi sakit tenggorokan agar ia tak menanyai ku lebih jauh lagi. " Yaudah sana masuk, jangan suka keluyuran malam-malam, gak baik kamu anak cewe " Nasehat mbak jes pada ku. Aku mengiyakan kan nasehat mbak jes. Setelah sesi interogasi dari mbak jes, kini aku memasukkan motor ku ke dalam garasi. Aku menutup gerbang nya kembali. Mbak jes masih saja mengekori ku. Dia hanya menyengir ketika aku menoleh pada nya. Mbak jes berhenti membuntuti ku ketika aku menaiki tangga yang menuju kamar ku. Aku hanya menggelengkan kepala ketika ingat tingkah mbak jes yang usil itu. Aku pun tersenyum kecil akan mengingat tingkah nya itu.
~~~
Setelah tangis itu habis, aku berharap senyum itu bisa kembali. Aku tak ingin banyak meminta pada Tuhan, aku hanya ingin tersenyum walau itu sebentar. Hanya satu pintar ku, aku ingin Tuhan menghilang kan sebagian dari rasa sakit ku ini. Aku tak ingin menjadi manusia tamak karena meminta semua kebahagiaan. Aku masih tau diri untuk meminta lebih pada Tuhan.
__ADS_1
~~~
Pagi pun kini telah datang, sang surya mulai menjalankan tugasnya kembali. Ayam-ayam berkokok membangun kan tidur lelap ku. Aku bangun dengan rasa kantuk yang masih belum menghilang. Nyawaku rasanya masih belum terkumpul sempurna. Namun aku ingat hari ini adalah hari senin. Hari paling menyebalkan, yang mengharuskan aku tuk pergi ke sekolah. Aku pun seger mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Menyiapkan semua nya agar tak ada yang tertinggal nanti nya. Mengecek sekali lagi setelah semua buku-buku, barang bawaan ku lainnya, dan yang utama novel yang akan ku baca. Setelah semua selesai aku melahap roti yang ku letakkan di nakas. Menghabiskan nya dan tak lupa minum agar tak tersedak. Menggendong tas ku dan menenteng kunci motor. Berjalan santai dengan diiringi senandung kecil dari bibir ku. Rasa bahagia pagi ini masih mengikuti ku, dan senyum kecil tergambar indah di muka ku. Bahagia masih bersama ku tuk saat ini.
__ADS_1
~~~