
Aku menyelesaikan administrasi konseling ku dan mengambil obat yang telah di resep kan. Lumayan lama memang menunggu obatnya selesai. Tapi tak apa lah, aku juga tak terlalu terburu-buru, aku memainkan handphone ku, entah hanya sekedar membuka instagram atau pun membalas pesan pesan yang masuk. Hingga nama ku di panggil, aku langsung buru-buru ke apoteker nya untuk mengambil obat. Setelah obat berada di tangan ku aku langsung pulang.
Dalam perjalanan pulang pun langit sudah sangat lah gelap, tapi jalanan masih saja ramai. Aku mampir terlebih dahulu di nasi padang langganan ku. Lapar ini sudah gak bisa di tahan bisa mampus aku nanti.
Sungguh manusia yang tidak menjaga kesehatan, malam- malam masih saja berani makan makanan berlemak, sungguh terlalu.
Aku memesan seperti biasa, yaitu nasi padang dengan lauk ayam dan tak lupa segelas es teh yang menyegarkan. Aku menikmati ini sebelum aku melakukan puasa terhadap makanan berlemak seperti ini untuk beberapa waktu ke depan. Bisa di santap aku sama dokter Saka kalau ketahuan ngelanggar peraturan.
__ADS_1
Di sini tak perlu waktu lama untuk menunggu makanan nya datang, apalagi pelayanan di sini itu bisa di katakan cepat, jadi enak saja kalau di buru waktu gak perlu tergopoh-gopoh. Es teh ku lebih dulu datang ke meja, tak berselang lama makananku juga menyusul datang. Langsung saja aku santap, la aku pun juga sudah sangat lapar, tau sendiri lah aku makan terakhir waktu di sekolah, dan sekarang ini udah berapa lama coba???
Seperti udah kayak kebiasaan, belum juga makanan ini habis aku sudah merasa kenyang. Tapi kan mubazir kalau nggak ku habis kan, jadi dengan berat hati aku habis kan padahal mah perutku sudah kayak gak bisa menampung lagi. Setelah kurasa aku sudah tak sanggup menghabiskan makanan nya, aku mengakhiri makan ku, aku minum es teh ku supaya gak seret di tenggorokan.
Aku duduk agak lama sih, agar makanan ku turun terlebih dahulu. Tapi pandangan mataku kini tertuju pada orang yang memasuki rumah makan ini. Langsung saja aku buru-buru membayar makanan ku dan pergi dari sini. Aku masih belum sanggup untuk sekedar bertukar sapa dengan nya. Aku masih terlalu pengecut untuk mengahadapi nya.
Setelah selesai aku buru-buru pergi, aku tidak mau melihat ke arah nya. Aku masih lah orang yang sangat pengecut. Rasanya terapi ku hari ini tidak membuahkan hasil apa pun. Dadaku juga mulai sesak, aku memejamkan mata sebentar sebelum aku melajukan motor ku untuk kembali ke rumah.
__ADS_1
Berbeda lagi dengan Bara yang merasakan rasa sakit yang teramat dalam. Dia berusaha untuk mengabaikan rasa sakit itu, rasanya seperti ini kah. Andai saja dia gak meninggalkan nya dulu, mungkin sekarang dia akan menjadi orang paling bahagia di dunia, tapi itu semua hanyalah angan-angan belakang kenyataan nya begitu menyakitkan.
Dia memesan makanan nya, tapi ketika makanan datang ke meja nya nafsu makan nya seakan hilang di entah kemana. Makanan yang biasa nya terlihat menggoda kini tak bisa menggugah seleranya walau sedikit pun. Dengan perlahan Bara makan, walaupun rasanya di mulut itu kayak gak enak tapi tetap ia memaksa untuk memakannya.
Setelah makan Bara segera membayar dan kembali ke rumah sakit. Dia harus menjalani kan tugas nya dahulu. Cukup waktu itu saja dia menyesal dengan kelakuan nya, kali ini jangan sampai itu membuat masa depan nya kembali ke masa kelamnya dulu. Cukup sekali saja kini jangan.
Di mobil pun Bara hanya menyetir dengan keheningan, namun pikiran nya melayang ke mana-mana. Hanya dia yang memenuhi pikiran Bara. Bara sebenarnya khawatir dengan keadaannya namun tak memungkinkan kalau dia menanyakan keadaan nya, hanya akan menambah luka nya saja. Jadi mau tidak mau Bara hanya bisa melihat keadaan nya lewat jarak jauh. Itu yang sekarang Bara lakukan.
__ADS_1