My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 34


__ADS_3

Pria yang berpenampilan rapi itu adalah orang kepercayaan kakek ku. Aku memang tak begitu tahu, tapi jika dalam suasana seperti ini aku tahu orang ini pasti urusan kakek ku. Tak butuh waktu lama aku bisa menebak apa maksud dari tujuan nya datang kesini. Pasti tidak lain membujukku untuk kembali tinggal bersama kakek.


Memang kakek tak pernah memaksa ku untuk kembali ke sana, tapi dia akan selalu mencoba membujukku tanpa bosan. Ini sudah ke sekian kalinya suruhannya datang. Tapi aku akan selalu dengan pendirian ku yang tak akan pernah goyah.


Setelah menyampaikan maksud dan tujuan nya, pria itu langsung pamit undur diri. Aku pun menghela nafas kasar. Selalu saja kakek tahu dengan kondisi ku. Ketiak kondisi ku memburuk kakek pasti menyuruh orang kepercayaan nya untuk membujukku kembali. Tapi namanya juga aku, pendirian ku lebih kuat dari pada bujuk rayu kakek.


Setelah pria itu pergi aku sedikit merasa lega. Aku tak tahu bagaimana cara kakek tahu, aku sendiri juga selalu bertanya-tanya. Aku langsung pergi ke kamarku. Aku berusaha tenang dan tidak memikirkan hal barusan.

__ADS_1


Mbak jesy sendiri datang ke kamar ku setelah nya hanya untuk memastikan keadaan ku baik-baik saja. Dan setelah nya dia meninggal kan ku sendiri agar jauh lebih baik. Aku juga menyibukkan diri dengan tugas sekolah yang beberapa hari ini terbengkalai.


Membaca buku pelajaran memang terkesan membosankan tapi kali ini mampu mengalihkan sedikit perhatian ku. Apalagi tugas yang banyak ini, sangat mampu mengalihkan duniaku. Kuselesai kan satu demi satu tugas yang banyak ini. Lumayan menguras tenaga lah.


Hingga larut malam pun aku belum merasakan kantuk, jadi ku terus kan saja mengerjakan tugas yang banyak ini. Aku hampir menyelesaikan separuh dari tugas ini. Aku sendiri heran bisa mengerjakan tugas yang banyak ini, biasanya saja aku paling anti mengerjakan tugas-tugas ini.


Hampir seperempat dari novel ini sudah aku baca dalam waktu singkat, tanpa terasa ini sudah masuk jam 2 dini hari. Aku baru menyadari kalau insomnia ku kambuh. Tapi kali ini aku tak ingin menggunakan obat sebagai alat bantu ku untuk tidur. Bisa-bisa aku tak bangun pagi untuk sekolah yang ada. Aku lebih memilih untuk minum susu hangat untuk membuat ku terlelap.

__ADS_1


Setelah habis meminum susu hangat, aku langsung membaringkan tubuh ku di kasur. Tak butuh waktu yang lama untuk ku bisa masuk ke alam mimpi. Apalagi di tambah kerja otak yang sangat menguras tenaga tadi, membuat ku semakin cepat untuk tidur.


Saat pagi sudah datang, aku pun terbangun dari tidur singkat ku. Rasanya badanku sangat segar seperti sudah tidur lama, padahal kalau dihitung aku hanya tidur sekitar 4 jam an. Aku buru-buru mandi dan tak lupa aku menyiapkan bekal untuk ku bawa ke sekolah. Setelah selesai bersiap, aku memasukan buku pelajaran dalam tas ku dan tak lupa bekal yang baru aku siap kan.


Setelah semua siap, aku mengeceknya sekali lagi siapa tahu ada yang kurang. Dan setelah sekian kurasa beres aku langsung turun ke bawah untuk mengambil motor ku. Seperti pagi biasa penghuni kost ini sama-sama sibuk dengan aktivitas paginya masing-masing.


Perjalanan kali ini aku tak ingin tergesa-gesa, ya berhubung juga ini masih pagi. Aku mengendarai motor ku juga dengan kecepatan sedang, agar bisa menghirup udara pagi yang masih belum tercampur polusi.

__ADS_1


Sesampainya di sekolah, parkiran juga nampak masih belum terlalu ramai. Kemungkinan belum banyak murid yang datang ke sekolah. Padahal sudah masuk jam tujuh kurang lima belas menit. Tapi namanya juga siswa pasti ada saja alasan untuk datang telat ke sekolah. Aku juga salah satunya sih. Gak bisa di pungkiri, kalau datang telat itu mengasyikkan.


__ADS_2