
waktu pelajaran rasanya begitu lama. apalagi pikiran ku melalang buana entah kemana. hanya suara bu sukma yang terdengar di tengah kesunyian kelas ini. tak ada Kepala yang di taruh di meja, semua nya tegak tanpa berani menunduk.
rasanya sungguh sangat mencekam, bosan pun kini mulai menyerang. oh Tuhan, mohon selamat kan hamba mu ini dari amukan sangat singa. aku pun menguap diam-diam. menoleh ke kiri dan kekanan tapi tak ada yang berani bergerak berlebihan.
entah materi apa yang sedang dibicarakan, rasa kantuk kini mulai menyerang. tanpa aku sadari pun mataku mulai menutup, tapi aku masih dalam kondisi tegak. ketika aku mulai bermimpi, suara bu sukma mengagetkan ku dari tidur ku. aku yang terkejut,tubuh ku terjengkang ke belakang.
aku tertangkap basah tertidur di kelas. aku pun merasa kan ketakutan yang luar biasa. jantung ku berdebar tak karu-karuan. oh my god bagaimana ini.
" kamu yang tidur sekarang maju ke depan." kalimat keramat yang keluar dari mulut bu sukma, habis lah riwayat ku kali ini.
"iya, bu."
jawab ku dengan suara yang seperti mencicit, amatlah pelan.
aku pun maju ke depan kelas dengan kepala menunduk. njir malu aku tuh. mau di taruh di mana ini muka habis ini. belum lagi jadi incaran singa yang satu ini. sial, sial, sial.
" kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan, sudah tahu peraturan saya bukan."
__ADS_1
ucap bu sukma dengan sarkas. merinding aku tuh dengar nya.
" saya tahu, bu. kesalahan saya adalah tidur ketika ibu sedang menjelaskan."
jawab ku takut-takut. rasanya jantung ini berdetak kenceng banget.
" sekarang kamu keluar dari pelajaran saya, hormat dilapangan hingga istirahat nanti."
kata bu sukma sebelum aku keluar. aku pun berjalan ke luar dari kelas, beh rasanya tuh nano-nano. mau nangis itu percuma mau ngeluh itu mana berani, kan jadinya jadi serba salah.
aku pun sekarang sudah berada di lapangan, tepat nya di bawah tiang bendera. aku pun menjalankan hukuman dari bu sukma. hormat ke bendera sampai istirahat nanti. semoga saja aku baik\-baik saja. apalagi matahari ini sedang tak bersahabat. sungguh terik matahari sekarang.
tapi tak berselang lama, rasa itu mulai muncul ke permukaan. oh Tuhan apalagi ini, jangan muncul sekarang kumohon. dada ku sakit, sungguh ini lebih menyiksa. kepala ku mulai berdenyut. seperti terdengar suara\-suara asing di kepala ku. apalagi ini Tuhan??
__ADS_1
tubuh ku kini tak kuat lagi menahan. aku pun kini tumbang. sebelum tubuh ku menyentuh tanah ada yang memegang tubuh ku. tapi tak sempat aku melihat wajah nya, kesadaran ku keburu hilang.
*kumohon jangan pergi. jangan tinggalkan aku sendiri...........
suara-suara itu lagi-lagi berdengung di kepala ku. itu menyakitkan aku tak bisa mengenali suara itu.
kak bara, kakak dimana??
kumohon kak, kembali lah. aku takut..
ayah, bunda, kalian dimana??
kalimat-kalimat itu yang selalu terucap dari mulut ku. nama itu yang selalu kusebut di setiap ketakutan ku. tapi pada kenyataannya aku sadar dia tak akan pernah lagi kembali*.
akhirnya aku pun tersadar. tubuh ku penuh dengan peluh, rasanya mimpi itu sangat nyata. seperti aku kembali di masa itu. di sebelah ku juga sudah ada bu Kirana. aku pun jadi bisa lega karena nya. bu kirana menenangkan ku dengan senyuman nya itu. aku sungguh berutang budi dengan beliau.
__ADS_1