My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 17


__ADS_3

Bara pov


Perjalanan dari Rumah Sakit ke rumah dinasku, lumayan lama karena jarak nya yang cukup jauh. Dalam mobil pun aku hanya membayangkan dia. Entah mengapa bisa seperti itu. Aku terus berandai-andai tentang hal-hal yang telah terjadi. Tapi itu tak akan bisa mengubah keadaan menjadi seperti sedia kala.


Musik yang ku hidup kan juga tak mampu mengeluarkan ku dalam kesepian ini. Hampa itu yang aku rasakan sekarang ini. Tak pernah ada ketenangan yang aku butuh kan. Sungguh ini sangat lah menyiksaku.


Tak berhenti sampai di situ, aku harus terjebak macet. Sial sekali hari ini, seharusnya aku tadi tak terlambat praktek. Memang penyesalan ada di belakang. Aku mendengus sebal saat mendengar suara klakson saling bersautan. Ini nih yang buat makin dongkol aja, bukannya sabar malah menambah beban aja.

__ADS_1


Sudah cukup lama mobil hanya bisa bergerak pelan, akhirnya aku keluar dari sarang kemacetan. Mobil ku sudah melaju dengan normal. Aku ingin segera sampai di rumah. Badan ini rasanya sudah tak mampu menampung kelelahan.


Mobil ku sudah berbelok di persimpangan jalan perumahan. Tak jauh dari pandangan mata rumah ku sudah terlihat. Tepat di depan pintu gerbang, mobil ku berhenti aku lajukan. Aku turun untuk membuka gerbang. Terlihat rumah ku gelap seperti rumah tak bertuan saja. Setelah gerbang ku buka. Ku masukan mobil ke dalam garasi.


Setelah mobil berada di garasi, aku segera menutup kembali pagar rumah. Menenteng kantong plastik yang berisi barang-barang yang kuperlukan. Dan tak lupa sneli ku bawa masuk ke rumah. Kuharus semua barang di meja ruang tengah. Aku mendudukkan diri sambil bersandar pada sofa. Tubuh ku seperti tak bertulang, sungguh lelah yang sangat menyiksa.


Setelah semua ku rasa cukup, aku bergegas ke kamar untuk membersihkan diri. Ku taruh pakaian yang kupakai di keranjang kotor. Lalu masuk dan membersihkan diri, tak butuh waktu yang lama untuk melakukannya. Selesai nya aku langsung berganti pakaian dan turun ke bawah.

__ADS_1


Tak lagi dapat ku lihat tatapan cinta dari matanya seperti yang kulihat dahulu kala, kini yang dapat ku lihat hanyalah tatapan ketakutan dan benci yang ada di dalam matanya. Kenyataan sangat begitu menyesakkan, tapi aku menyadari semua kesalahan. Kalau pun aku bisa membuat nya seperti sedia kala, hatiku masih menyimpan banyak rasa penyesalan.


Aku bertanya-tanya, apakah dia mau memaafkan ku? Apakah dia mau menerima ku kembali? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang saut menyaut dalam otak ku. Hingga tak terasa waktu pun sudah di tengah malam. Kantuk pun kini mulai menyerang ku. Ku putus kan untuk kembali ke kamar dan tidur agar bisa menjalani hari esok.


Back aya


Tangisan ku akhirnya mereda, tapi isakan-isakan kecil masih belum sepenuhnya berhenti. Aku masih mendekap erat album foto itu. Di situlah banyak hal-hal yang indah yang terlupakan di dalam ingatan. Ternyata banyak hal yang selama ini terlupakan. Terlalu banyak kisah kelam yang ku alami, hingga aku melupakan semua nya.

__ADS_1


Setelah puas dengan semua nya, aku menaruhnya di nakas meja. Kini ku pandangi kalung yang masih di dalam kotak beludru merah ini. Aku melihat bandul matahari yang terlihat indah dan sangat memanjakan mata. Saat ku balik, ada ukiran nama ku yang tertulis dengan indah di bandul kalung ini. Sangat mirip dengan apa yang ada di dalam bayangan ku.


Dia masih sangat mengingat apa yang pernah ku minta dulu. Ada rasa haru yang terbesit dalam hatiku. Tak pernah aku sangka ia akan mengingat semua hal ini. Banyak sekali yang kulupakan kembali lagi dalam ingatan. Dan itu dari orang yang selama ini ku co


__ADS_2