My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 26


__ADS_3

Di mobil pun Bara hanya menyetir dengan keheningan, namun pikiran nya melayang ke mana-mana. Hanya dia yang memenuhi pikiran Bara. Bara sebenarnya khawatir dengan keadaannya namun tak memungkinkan kalau dia menanyakan keadaan nya, hanya akan menambah luka nya saja. Jadi mau tidak mau Bara hanya bisa melihat keadaan nya lewat jarak jauh. Itu yang sekarang Bara lakukan.


Di satu sisi Bara ingin sekali melindungi dan menjaga tapi di lain sisi keinginan Bara itu hanya akan memperburuk keadaan saja. Jadi hal yang paling benar adalah menjaga dan mengawasi nya dari jauh, supaya sama-sama baik. Baik Bara maupun Aya tak ada yang tersakiti di kedepan hari.


Setelah pertemuan tak sengaja itu membuat aya sulit mengontrol emosi nya jadinya dia mengemudi dengan menahan rasa sesak yang sekarang begitu menyiksa. Dia terus merapalkan kalimat kalimat yang mampu membuat nya bertahan. Tanpa ia bisa kontrol air mata nya juga mulai merembes keluar yang seperti deras nya hujan.

__ADS_1


Dalam keadaan seperti ini mau tidak mau aku harus menghentikan kemudian ku, aku tidak ingin celaka. Ku tepikan motor ku di pinggir trotoar, setelah sudah berada di pinggir aku turun dari motor. Dada ku sangat sesak kali ini, aku tak bisa lagi berpikir jernih. Otak ku juga sudah tak bisa di ajak kompromi.


Dengan keadaan yang seperti ini aku tak mungkin melanjutkan untuk kembali ke rumah dengan mengendarai motor. Aku yang tak sanggup berdiri hanya bisa jongkok di tepi trotoar. Aku mengambil ponsel ku dan segera menghubungi siapa pun yang ada di panggil langsung teratas ponsel ku. Karena mata ku yang tak dapat berfungsi karena penuh dengan air mata.


Saat panggil an itu terjawab aku mendengar suara dokter Saka dari Seberang telepon. Dia terdengar khawatir dengan keadaan ku. Aku yang tak memiliki banyak kekuatan langsung mengatakan di mana aku berada kini. Setelah itu panggil an itu berakhir. Aku berdoa semoga bantuan itu segera datang aku rasanya sudah tak kuat lagi.

__ADS_1


Dia langsung Membopongku ke dalam mobil nya, dia juga menyuruh rekan nya untuk membawa motor ku. Dokter Saka membawa ku kembali ke klinik nya, ya karena tidak mungkin dokter Saka membawa ku kembali ke rumah dengan kondisi yang seperti ini.


Dokter Saka menidurkan ku di brangkar yang ada di salah satu ruangan di klinik nya. Dan tak lupa dia juga menyuntik kan obat penenang pada ku, mengingat kondisi ku yang sudah seperti ini. Ini adalah kolaps pertama ku setelah sekian lama penyakit ini tak pernah kambuh. Dokter Saka saja mengira penyakit ini sudah hilang, mengingat jarang nya aku kambuh, tapi dengan banyak nya kejadian di akhir-akhir ini mempengaruhi kondisi mental ku yang membuat aku kolaps seperti sekarang.


Obat penenang adalah obat yang paling mujarab untuk orang-orang pengidap penyakit seperti ku. Dengan obat penenang aku bisa merasakan ketenangan yang sulit sekali ku dapat kan. Tidur pun aku juga jauh lebih tenang karena perasaan damai yang mengikuti. Mimpi-mimpi buruk yang selama ini turut menghantui seakan absen ketika dalam pengaruh obat ini, sungguh sangat hebat bukan.

__ADS_1


Entah untuk berapa lama pengaruh obat ini dalam tubuh ku, yang aku tahu aku ketika aku bangun hari pun sudah siang. Aku tak langsung bangun karena tubuh ku juga masih sangat lemah. Setelah agak lama aku pun duduk di brangkar, rasanya aku haus sekali, tenggorokan rasanya sangat kering. Ku lihat nakas di sebelah ku terdapat segelas air putih, langsung saja ku minum tanpa babibu.


Ketika aku selesai minum, pintu ruangan ini terbuka da masuk lah dokter Saka. Aku sudah bersiap untuk mendengar kemarahan nya. Dan benar saja aku mendapatkan amukan dari dokter Saka. Aku mengetahui bahwa sebenarnya dokter Saka tak benar-benar marah dia hanya terlalu khawatir dengan keadaan ku. Lumayan lama dia memarahi ku dan menasehati ku dengan banyak petuah petuah nya. Aku pun hanya mengangguk saja biar dia seneng.


__ADS_2