
Aku tak tahu tertidur berapa lama sampai-sampai ada suster yang membangun kan ku untuk jadwal konseling hari ini. Aku tidak menyangka aku bisa kembali tidur dengan lelap dan tenang. Aku merapikan pakaian ku dulu sebelum melakukan konseling dengan dokter Saka. Aku juga tak lupa mencuci muka ku agar terlihat jauh lebih segar. Setelah selesai aku ke ruangan konseling bersama suster yang membangun kan ku tadi. Kami mengobrol di sepanjang perjalanan. Sungguh aku suka dengan orang seperti dia, cantik dan ramah. Sungguh perpaduan yang sempurna.
Ketika aku sampai di depan ruangan konseling, dia menyemangati ku, sungguh buat hati terasa tenang. Apalagi dia dengan senyuman nya, bisa bikin lelaki pada jatuh hati. Aku pamit untuk masuk dan dia pergi untuk tugas nya yang lain. Waktu masuk pun rasa gugup itu akan selalu hadir, baik sedikit maupun banyak.
Di dalam sudah ada dokter saka dengan laporan yang di bacanya nya. Selalu saja seperti itu, kan bisa bikin orang gugup. Apalagi kalau pakai kacamata, bisa nambah tuh kadar kegantengan nya, untung aja aku kenal, beh kalau gak bisa bahaya.
__ADS_1
Sesi konseling ini lebih banyak aku menyampaikan isi hatiku. Aku mencurahkan semua yang mengganjal perasaan ku. Aku juga tak lupa menceritakan dengan detail tentang rasa takut ku yang mulai kambuh akhir-akhir ini. Aku juga menceritakan dia yang jadi sumber dari ketakutan ku.
Dokter saka agak terkejut ketika aku menceritakan dia, dari mimik wajah nya tampak dokter saka kenal dengan dia. Tapi tak berselang lama ekspresi dokter saka kembali seperti tadi. Aku tahu dokter saka sedang menyembunyikan sesuatu, tapi aku tak tahu apa.
Aku menunggu nya di depan ruangan konseling. Sebenernya sih aku bosan harus menunggu, tapi mau gimana lagi, la motor ku aja udah di anterin ke rumah. Mau balik pakai apa aku kalau gak di antar dokter saka. Kan gak lucu kalau pas pulang aku tiba-tiba kolaps. Siapa coba yang bisa nolongin??
__ADS_1
Lumayan sih nunggu dokter saka kelar, apalagi sebelum aku keluar kulihat banyak rekam medis pasien di mejanya. Alamat nunggu lama nih. Aku memainkan ponsel ku yang tadi ku simpan dalam slimbag ku. Aku membalas pesan yang masuk dalam wattshap ku. Sumpah mereka suka sekali menyepam ku. Emang keterlaluan tuh, kan bisa lemot HP ku.
Setelah membaca dan membalas pesan yang masuk, aku membuka instagram ku, kulihat banyak postingan terbaru dari para followers ku. Lumayan sih buat mengurangi kebosanan yang melanda ini. Tapi saat aku melihat-lihat postingan aku dikagetkan oleh tepukan dokter saka di bahuku. Anjir hampir aku mengumpat dan ponsel ku hampir saja menyentuh tanah. Aku dengan muka kesal menatap tajam sangat pelaku, tapi dia seperti orang yang tidak bersalah. Sungguh sangat menyebalkan bukan?
Dia langsung merangkul bahuku, dan mengajak ku untuk ke mobilnya yang berada di depan gedung ini. Aku mencubit pinggang nya, dokter saka mengaduh kesakitan karena cubit an ku yang pedas. Aku pun tertawa bahagia, dokter saka pun juga ikut tersenyum. Mungkin tak ada yang mengira aku pasien di klinik ini. La penanganan ku aja layaknya orang normal. Apalagi sekarang aku sedang berjalan beriringan dengan dokter saka dan bercanda ria bersama nya. Mungkin orang lain mengira hidup ku sangat sempurna dengan adanya mereka di sekeliling ku.
__ADS_1