My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 8


__ADS_3

       Semua terasa indah untuk hari ini. Alam pun seakan ikut menyetujui nya. Udara pagi pun seakan bersahabat tuk kali ini. Matahari pun juga terasa menghangatkan bumi ini. Senyum ku yang sangat lah jarang menampak diri kini memunculkan wujud nya. Mungkin di hari ini adalah hari bersejarah setelah sekian lama aku tak pernah menampakkan kebahagiaan. Bahagia terkadang datang dengan cara yang tak pernah kita duga. Selalu datang tiba-tiba dan pergi tanpa kabar sebelum nya.


                               ~~~


      Kelas kini pun sangat lah ramai. Suara teriakan saling sahut menyahut. Serasa berada di pasar sangking ramai nya suasana kelas. Canda tawa menggema memenuhi ruang kelas ini. Aku pun kali ini ikut bergabung di tengah-tengah mereka. Bercanda tawa membahas semua hal. Mereka mampu membuat ku kembali mengenal tawa. Kami pun bercanda ria bersama. Aku tersenyum kecil melihat hal ini, telah lama aku tak merasa kan hal seperti ini. Berkumpul bersama membicarakan hal-hal yang lucu, tertawa bersama hingga saling berolok kata satu sama lain. Aku baru merasa kan inilah yang kehidupan.


        Saat kami masih bercanda bersama, salah seorang teman kami berlari dari arah luar kelas. Dengan nafas yang putus putus ia masuk ke dalam kelas. " Wey balik sana ke tempat lu, Pak botak udah jalan ke sini, " Teriak nya membuat kami pun panik seketika. Kami di buat kalang kabut. Kembali ke tempat duduk masing-masing dengan gerutuan kekesalan karena Pak botak. Kami duduk di bangku masing-masing dengan tenang. Ada yang sibuk berpura-pura membaca buku sampai ada yang pura-pura mengerjakan tugas. Aku sebenarnya ingin tertawa melihat aksi mereka. Tapi belum sempat aku bisa tertawa, pintu kelas pun terbuka. Dan ya kalian tahu siapa yang memasuki kelas, ya Pak botak dan ketua kelas kita yang sangat bijaksana. Pak botak berjalan pelan dengan diikuti sangat Ketua kelas.


      Kelas kini pun sunyi, hanya suara ketukan sepatu pak botak yang menghiasi ruang kelas ini. Hawanya kini pun serasa mencekam, semua raut wajah mereka tegang. Aku pun juga merasa kan hal yang sama.

__ADS_1


" Kalian tahu apa kesalahan kalian," Tiba-tiba suara pak botak mengagetkan semua siswa. Tak ada yang berani mengangkat kepala dan bersuara. Pak botak menggebrak kan meja.


"Kalian tahu apa kesalahan kalian, " Teriak pak botak untuk kedua kalinya. Lagi-lagi tak ada yang berani menjawab. Kami semua diam membisu. Akhirnya sangat ketua kelas berani angkat bicara.


" Maaf Pak, kami semua salah, " Ucap sang ketua kelas dengan kepala yang masih menunduk. 


" Kami ramai Pak dalam kelas membuat kelas lain terganggu, dan kami juga salah karena tidak mengerjakan tugas yang di berikan bapak, " Jelas sang ketua kelas pada Pak botak.


" Kalian semua keluar dari kelas sekarang, hormat di depan bendera hingga pulang " Teriak Pak botak pada kami semuanya. Kami pun keluar kelas dengan kepala menunduk. Aku pun juga sama. Tak berani mengangkat kepala ku, air mata ku sudah menggenang di pelupuk mata ku. Begitu juga keadaan teman-teman sekelas ku.

__ADS_1


                                ~~~


       Matahari kini semakin terik, tubuh ku juga sudah mulai melemahkan. Rasa haus dan lapar begitu menyiksa. Wajah ku kini pun semakin pucat. Entah sampai berapa lama lagi aku akan bertahan. Tiba-tiba pandangan ku menggelap dan tubuh ku jatuh. Teman-teman ku kaget melihat ku yang jatuh pingsan. Mereka membawa ku ke ruang kesehatan. Wali kelas ku pun panik mengetahui kondisi ku. Dalam waktu yang lama pun aku tak kunjung bangun dari pingsan ku. Akhirnya wali kelas ku memutuskan membawa ku ke rumah sakit. Dan aku tak tau apa pun setelah aku pingsan.


                              ~~~


       


       

__ADS_1


__ADS_2