My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 27


__ADS_3

Ketika aku selesai minum, pintu ruangan ini terbuka da masuk lah dokter Saka. Aku sudah bersiap untuk mendengar kemarahan nya. Dan benar saja aku mendapatkan amukan dari dokter Saka. Aku mengetahui bahwa sebenarnya dokter Saka tak benar-benar marah dia hanya terlalu khawatir dengan keadaan ku. Lumayan lama dia memarahi ku dan menasehati ku dengan banyak petuah petuah nya. Aku pun hanya mengangguk saja biar dia seneng.


Setelah selesai dengan petuah-petuah yang membosankan itu, dokter saka memberi ku obat yang harus ku minum saat itu juga. Aku pun tanpa pikir panjang langsung meminum obat itu. Setelah meminum obat itu, dokter saka menyuruh ku membersihkan diri dan segera ke ruang terapi. Aku pun hanya mengangguk i nya dengan menghela nafas berat.


Aku sangat tidak suka dengan hal ini, rasanya aku seperti mengulang peristiwa dulu. Aku yang lemah dan selalu saja kambuh pada saat yang tak memungkinkan dan membuat semua orang panik, aku sangat tidak suka dengan hal itu. Tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang, menyesal pun juga sudah tak ada gunanya lagi, malah akan membuat keadaan semakin rumit saja.

__ADS_1


Aku pun segera melaksanakan perintah dokter saka, aku tak mau mendapatkan amukan nya lagi, telinga ku sudah cukup panas untuk mendengar kan siraman rohani dari nya. Membersihkan diri juga tak perlu lama-lama, apalagi pakaian juga sudah di siapkan tambah cepat kan. Setelah selesai bersiap, aku segera menuju ke ruang terapi.


Menuju ruang terapi harus melewati lorong yang lumayan sih, tapi itu juga tak terlalu jauh. Apalagi di sini juga tak sepi, malah terlihat ramai, apalagi banyak orang yang berlalu lalang di sini. Jadi aku yang penakut ini tidak merasa ketakutan akan hal-hal yang seram. Aku pun menyapa suster yang ku kenal di sini, mereka juga membalas sapaan ku dengan senyuman khas mereka.


Karena aku terlalu sibuk menyapa setiap orang yang ku kenal, hingga aku tak sadar sudah sampai di ruang terapi. Rasanya sih deg deg an, tapi kan aku mau gak mau harus masuk, jadi nya aku masuk dengan perasaan gugup, padahal mah aku sudah sering berada di tempat ini, tapi kok rasanya aku masih saja gugup, sungguh sangat mengherankan.

__ADS_1


Aku pun menjalani terapi lagi, dokter saka mensugestikan aku agar tenang. Kata-kata nya seakan menjadi mantra bagiku. Dalam alam bawah sadar ku pun, aku juga merasa ketakutan yang sama. Semua kenangan buruk itu tergambar begitu nyata, tapi aku hanya bisa melihat nya tanpa bisa aku merubah keadaan dalam kejadian itu.


Butuh waktu lama untuk hipnoterapi kali ini. Kondisi ku kali ini hampir sama dengan kondisi ku saat aku pertama kali datang ke sini. Sungguh sangat tidak di mungkin kan aku untuk sembuh dalam waktu dekat, apalagi keparahan ini juga sudah di tandai dengan kolaps ku kemarin. Dapat di jelas kan kondisi mental ku sedang tidak baik.


Butuh waktu lama lagi agar aku bisa kembali seperti sedia kala. Butuh banyak usaha serta kemauan untuk aku bisa lepas dari keadaan ini. Jika aku ingin, aku tak mau dalam kondisi ini. Aku sudah lelah melawan segala ketakutan yang terus saja menghantui ku, tapi lagi-lagi aku Cuma bisa berharap semoga segala usaha ini berhasil.

__ADS_1


Terapi kali ini di akhiri, aku juga sangat lelah. Apalagi kali ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Dokter saka menyuruh ku kembali ke ruangan tempat aku tidur. Dia akan menyusul ku setelah menuliskan rekam medis ku. Dia akan memberikan konseling lagi setelah selesai dengan pasien-pasiennya. Aku pun hanya bisa menurut i saja tanpa banyak memprotes nya seperti yang kulakukan biasanya. Aku sudah tak memiliki banyak tenaga untuk hanya sekedar berdebat dengan dokter saka.


__ADS_2