My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 32


__ADS_3

Saat aku akan masuk, aku tiba-tiba teringat akan pertemuan ku dengan mas Bian. Udah lama aku gak pernah kelihatan orang nya. Ingat juga kita belanja sama-sama di sini. Udah kayak apa aja pake belanja sama-sama. Tapi dari situ lah aku makin akrab dengan nya.


Ada rasa rindu akan kehadiran nya, padahal selama ini saja kami juga tak bisa dikatakan dekat. Hanya kebetulan-kebetulan selalu yang mempertemukan kita. Dari hal buruk hingga hal baik kita selalu di pertemukan dengan tidak sengaja. Secara nggak langsung kita kayak udah di takdir kan untuk bertemu.


Rasa itu tiba-tiba hadir menyelusup tanpa aba-aba. Hingga aku sendiri tak sadar ketika rasa itu hadir karena banyak nya keresahan yang menutupi nya. Sampai-sampai aku hampir lupa dengan niat awal aku datang ke sini. Niat nya untuk belanja eh malah ingat nostalgia.


Aku mengambil troli di bagian depan supermarket ini. Aku tak mau mengambil resiko kelebihan muatan ketika aku menggunakan keranjang. Tau sendiri kan kalau aku belanja lupa dengan niat awalnya ingin membeli apa. Belum lagi kalau belanja bulanan yang belanjaannya bisa minta ampun banyak nya.

__ADS_1


Aku mendorong troli ke bagian makanan instan terlebih dahulu, supaya nanti aku tak sampai kehabisan stok makanan lagi. Setelah memasukan beberapa makanan instan, aku berlanjut ke tempat camilan. Ini gak boleh sampai kehabisan, nanti gak ada temen begadang kalau sampai gak punya stok.


Setelah selesai dengan makanan-makanan yang menurut banyak orang tidak sehat, aku berlanjut ke arah tempat bahan-bahan masak segar. Aku langsung mengambil sayur-sayur yang di rekomendasi kan sama dokter saka. Tak lupa aku juga membeli buah, seperti apel, jeruk, anggur, sama mangga. Lumayan lah stok buah bisa buat satu minggu, karena kalau banyak-banyak takut keburu busuk di pendingin.


Aku melihat ke arah troli ku, tak lupa aku mengabsen satu persatu belanjaan ku. Ternyata kurang danging , telur, sama kebutuhan buat mandi. Kalau beras aku tak membeli karena stok nya juga masih banyak. Mengambil ayam sama danging sapi yang tak terlalu banyak. Setelah itu aku langsung ke arah rak tempat buat kebutuhan mandi.


Belanjaan ku kali ini bisa dikatakan cukup banyak, karena udah hampir memenuhi troli ku. Aku pun tak pernah mempermasalahkan nya, yang penting perut ku aman. Setelah selesai aku langsung menuju kasir dan langsung membayarnya. Tapi aku bingung gimana cara aku membawa barang belanjaan yang sebanyak ini.

__ADS_1


Lumayan agak ribet sih saat mengendarai dengan bawaan yang banyak ini. Tapi untung nya jalanan sudah tak semacet waktu aku berangkat tadi, jadi masih aman lah. Tapi saat lampu merah, mata ku tak sengaja melihat sosok yang tadi mengganggu pikiran ku.


Namun aku heran kenapa dia tampak sedang dalam keadaan tak baik-baik saja. Dia terlihat sangat kacau seperti dulu saat pertama kali kita bertemu. Aku pun bertanya-tanya tentang ada apa gerangan yang mengganggu nya.


Aku buru-buru pulang dan menaruh semua belanjaan ini. Aku tidak ingin dia kenapa-kenapa. Entah apa yang ada di otak ku, hingga berpikir seperti itu. Sesampainya di rumah pun aku meminta bantuan mbak jeje untuk menaruh belanjaan ku ke dalam kamar. Tak perlu waktu yang lama setelah selesai aku pun langsung pergi untuk menghampiri nya.


Aku sampai di sana dan masih melihat pemandangan yang sama. Dia masih duduk termangu dengan pandangan kosong di halte bus ini. Saat aku menghampiri nya pun dia tak bereaksi apa pun. Dia seakan tak menyadari kehadiran ku. Kulihat bajunya yang basah mebuat ku makin tak tega.

__ADS_1


Ada apa dengan nya? Apa yang terjadi padanya? Pertanyaan pertanyaan itu seakan memenuhi pikiran ku. Aku menepuk bahunya agar dia kembali dari lamunan nya. Setelah dia kembali, dia menatap ku dengan pandangan yang sulit diartikan. Tatapan matanya terlihat sangat satu dan seperti tak memiliki tujuan hidup.


Hal apa yang membuat nya hingga seperti apa. Aku tak tega melihat nya begitu. Aku mencoba menghibur nya sebisa mungkin. Tak bisa berharap banyak, karena aku sendiri tak tau bagaimana cara menyembuhkan luka. Aku harap bisa sedikit membantu, dan ternyata ini berhasil walaupun tak bisa juga dikatakan sukses. Kini aku bisa kembali melihat senyum nya yang tadi sempat hilang.


__ADS_2