
Aku masih merasakan tubuh yang lebih baik dari sebelumnya, tapi rasa lemas itu masih ada. Wajah pucat ini juga masih terpampang nyata, sangat terlihat. Tapi ini lebih baik. Aku pun diijinkan untuk pulang ke rumah sebelum waktu nya. Diantar oleh seorang guru yang tidak ada jadwal mengajar.
Perjalanan pulang pun kini terasa lebih singkat. Diiringi dengan obralan ringan antara aku dengan pak guru. Tak terasa aku sudah sampai di depan gerbang rumah. Aku turun dari motor dan tak lupa ku ucapkan terima kasih dan dibalas dengan senyuman serta anggukan kepala. Beliau berpamitan pergi setelah memastikan ku sampai dengan selamat.
Aku memasuki kos\- kos an yang sepi, seperti tak berpenghuni. Memang jika siang jarang ada penghuni kos yang berada di rumah. Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Segera mengganti seragam dengan baju yang biasa ku gunakan di rumah. Lalu mengistirahatkan tubuh yang teramat letih ini.
Saat aku berbaring, aku langsung teringat kejadian tadi. Aku buru\-buru mengambil ponsel ku, lalu mengetikan nomor yang telah lama tenggelam dalam ponselku. Aku langsung menghubungi nomor itu. Aku lakukan panggilan telepon agar lebih enak.
“selamat siang dok. Saya aya, dok “ ucap ku pada sangat dokter di telepon.
__ADS_1
“selamat siang juga,, iya ada apa ya, dek? “ jawab sangat dokter di seberang telepon.
“ saya mau berkonsultasi lagi, dok. Apakah ada waktu yang sekira nya tepat? ‘ jelas ku pada sang dokter.
“ mungkin sabtu sore kamu bisa konsultasi, apa ada masalah yang serius dek? “ jawab nya padaku. Dia juga menanyakan keadaan ku.
“ Mungkin ada sedikit yang mengganggu, dok. Semoga masih belum parah. “ terang ku pada dokter tentang kondisi ku.
Aku pun akhirnya sedikit merasa lega. Mungkin jika aku biarkan lebih lama ini akan semakin parah. Tapi aku tak ingin hal itu terjadi lagi. Cukup dulu aku menderita akan hal itu, kini aku tak ingin hal itu terjadi lagi. Tapi tanpa aku sadari air mata ku tiba-tiba jatuh turu turun dengan derasnya. Aku tiba-tiba menangis terisak.
__ADS_1
Menyesakkan jika itu diingatkan kembali. Seharusnya aku sudah melupakannya, tapi kenapa lagi-lagi dia datang menghancurkan semua yang sudah ku bangun dengan sedemikian rupa. Kini hidup ku sama kacau nya dengan keadaan hidupku. Dia memang sangat ahli dalam menghancurkan kehidupanku.
Aku hanya bisa terisak ketika mengingat semua hal-hal yang pernah kulalui dulu. Sungguh sangat mengenaskan kehidupanku. Tapi aku masih bersyukur aku masih bisa bertahan hingga di tahap ini. Memang aku di sini tak memiliki sanak keluarga maupun saudara, tapi di sini aku memiliki orang-orang yang benar-benar peduli denganku tanpa melihat masa lalu ku.
Aku akhirnya tertidur lelap setelah kelelahan menangis. Mungkin ketika aku bangun akan ada mata yang bengkak, tapi aku tak peduli akan hal itu. Perasaan ku mungkin sekarang sedikit lega setelah meluapkan beban yang telah lama bersarang di dalam hati.
Sampai waktu sore pun menjelang. Langit yang tadinya berwarna biru kini telah berubah menjadi jingga. Aku pun terbangun karena suara berisik dari bawah sana. Mungkin sudah pulang dari aktivitasnya masing-masing. Aku pun segera mandi sebelum hari mulai malam.
Setelah aku mandi, aku pun segera berganti pakaian dan keluar dari kamar. Aku pun menuruni tangga dan langsung menuju garasi untuk mengambil motorku. Segera kunyalakan dan kulajukan untuk membelah jalanan kota. Aku membawa motor ku menuju supermarket yang lumayan jauh dari tempat kos ku.
__ADS_1
Perjalanan ini di temani dengan langit sore yang indah, apalagi senja yang terlukis sempurna di langit sana. Aku mengagumi ciptaan Tuhan yang tiada tandingannya itu. Perjalanan pun juga tak memakan waktu yang lama, karena jalan yang lenggang di hari ini.
Akhirnya aku pun sampai di supermarket yang ku tuju ini. Aku punya segera memarkirkan motorku dan memasuki supermarket. Aku mengambil keranjang untuk wadah membawa barang yang akanku beli nanti. Memutari rak demi rak, mengambil barang yang kuperlukan dan barang yang ingin ku beli. Sampai di depan rak camilan tak sengaja tangan ku bersentuhan dengan tangan yang ingin mengambil camilan yang sama denganku. Saat ku lihat dia, ternyata..........