
Aku berjalan sendirian ke arah parkiran. Aku bersenandung kecil, agar tak merasa sepi sepi banget, kan horor kalo sepi apalagi jalan ke parkiran itu lumayan sepi. Saat aku berjalan santai, tiba-tiba dari arah belakang ada yang mengagetkan ku, aku langsung terjengkang. Aku menoleh ke belakang pelakunya tidak lain tidak bukan adalah mas Bian.
Mas yang satu ini suka kali bikin orang kaget, untung saja aku kenal kalau nggak bisa mati karena jantungan aku. Mas Bian kayak orang gak punya salah gitu, Cuma cenga cengir sambil cengengesan. Pingin ku gaplok aja rasanya, tapi ingat dia orang tua, jadi harus sopan.
Kami lanjut berjalan beriringan ke tempat parkir motor. Entah kami berjalan sambil mengobrol kan apa saja, dari A sampai z kita obrolkan, kayak kurang berfaedah gitu. Tapi aku merasa nyaman saja mengobrol dengan Mas Bian, padahal kan kami juga tak bisa dilata akrab, la ketemu saja masih bisa di hitung jari.
__ADS_1
Mas Bian tampak antusias ketika menceritakan tentang bagaimana melatih basket hari ini. Wajah nya tampak lebih berseri-seri gitu. Aku yang melihat kan Cuma bisa nahan hati agar tak baper lihat orang yang kelewatan tampan ini. Ketir -ketir aku rasanya.
Rasanya suasana yang tadinya sepi dan terkesan horor kini berubah jadi sangat menyenangkan. Entah sudah berapa lama aku tak pernah merasakan hal-hal seperti ini. Ada gejolak gejolak yang telah lama mati kini mulai tumbuh dan hidup kembali. Kesan monoton dalam hidup ku kini sedikit demi sedikit telah berubah menjadi lebih berwarna.
Tak terasa kami pun sudah sampai di parkiran, mas Bian kini menghentikan cerita nya yang kutahu belum lah selesai. Dia tampak agak kesal gitu, aku gemas lihat ekspresi nya itu, sangat menggemaskan untuk ukuran orang dewasa seperti dirinya.
__ADS_1
Aku terus melihat nya hingga mas Bian hilang dari pandangan mata. Aku menyunggingkan senyum untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Ada perasaan hangat yang menjalar di hatiku. Kali ini aku merasa semua akan indah pada waktu nya. Sampai aku lupa bahwa tujuan ku kan mau pulang cepat -cepat, ya gini nih efek di senyumin sama cogan.
Aku buru-buru mengemasi buku-buku, dan menutup jok motor ku. Aku mengeluar kan moto motor ku dan langsung ku hidupkan. Setelah koto motor nya hidup, segera ku lajukan. Tak sabar aku ingin segera berjumpa dengan kasur di rumah, aku sudah rindu berat dengan nya.
Jalan kini tampak sedikit ramai karena sudah mendekati waktu pulang kerja, jadi aku tak bisa melajukan motor ku dengan kecepatan yang tinggi, bisa tabrakan nanti kalo nekat melakukan nya. Membelah jalanan kota memang mengasikkan apalagi dengan cuaca yang seperti ini, bisa menambah kebahagiaan. Di tambah di sini jarang terjadi macet walau sudah memasuki jam pulang ngantor.
__ADS_1
Aku ikut bersenandung kecil mengikuti irama musik yang kudengar kan, sudah menjadi kebiasaan kalo aku menyetir sambil mendengar kan lagi lewat headset. Biar perjalanan gak merasa kesepian, biar serasa ada yang menemani gitu loh. Sungguh kebiasaan gak baik tapi sayang kalau di tinggal kan.