My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 14


__ADS_3

Sampai di depan rak camilan tak sengaja tangan ku bersentuhan dengan tangan yang ingin mengambil camilan yang sama denganku. Saat ku lihat dia, ternyata dia adalah mas bian. Ya ampun makin tampan aja nih orang. Mata ku Bersitatap dengan matanya, seper sekian detik mata kami saling pandang, sebelum aku memutuskan kontak mata kami. Oh Tuhan aku meleleh.


Tangan ku pun segera ku tarik, begitu juga dengan tangan mas bian. Aku pun masih curi-curi pantang padanya. Apalagi dia sekarang menggunakan kacamata tambah ganteng aja nih. Mas bian yang melihat ku pun mengumumkan senyum kecil yang bisa buat kaum hawa teriak teriak nih. Tabahkanlah hamba mu ini ya Tuhan.


Dia mengambil camilan itu dan menaruhnya di keranjang yang ku bawa. Tingkahnya itu loh buat aku makin suka. Aku pun memandangnya bingung. Kenapa bukan di taruh di keranjangnya saja??


“ lama tak berjumpa, aya”


Ucapnya padaku dengan senyuman yang khas ala mas Bian.


“ iya, mas. Gimana keadaannya, mas? Udah baikan belum?? “


Tanyaku basa- basi padanya. Sambil memutari rak-rak makanan yang ada di sini.


“ Udah baikan aku, ay. Seperti yang kamu lihat sekarang. “

__ADS_1


Jawabnya dengan nada yang santai, dia masih berjalan beriringan dengan ku.


“syukur deh, mas. “


Ucapku pada mas Bian. Aku tak tau lagi harus memperpanjang percakapan seperti apa. Aku bingung.


Ternyata setelah percakapan singkat itu, mas Bian juga tak kunjung meninggalkan ku. Ia masih saja berjalan di sisi ku. Mengikuti setiap pergerakan ku. Aku melihat nya bingung. Mengapa dia mengikuti ku. Aku mencoba mengumpulkan keberanian ku untuk bertanya.


“ loh, mas. Kenapa kok malah ngikutin aku? “


“ Gak kenapa-kenapa kok, ay. Pingin aja aku ngikutin kamu “


jawab nya disertai dengan gombalan yang menurut ku itu sangat receh.


“ duh ilah mas, kayak apa aja pake di ikutin segala “

__ADS_1


Sanggah ku pada Mas Bian. Nih orang masih ngikutin nggak ya tanya ku dalam batin.


“ gak apa, Ay. Aku gak ada kerjaan kok. Jadi ya gak masalah kalo mau ngikutin kamu “


Jawab nya dengan gombalannya yang duh bikin orang ketawa aja. Nih orang satu kayak nya mau ngalus.


“ boleh deh, dari pada aku sendiri “


Putus ku pada akhirnya. Malas aku nanggapin orang satu nih. Mulai nih keliatan kalo nih orang yang rese.


Aku berbelanja kebutuhan bulanan yang lumayan banyak. Mulai dari camilan sampai kebutuhan lainnya. Keranjang yang ku bawa pun kini sudah penuh saja. Beda dengan keranjang mas Bian yang hanya terisi beberapa barang. Dia pun tak tega dengan ku, dan berinisiatif membawa kan keranjang ku dan aku membawa keranjang nya. Aku pun tak masalah, karena aku memang tak kuat juga.


Setelah sudah mengelilingi rak-rak belanjaan dan merasa sudah semua, aku langsung mengajak mas Bian menuju kasir. Di kasir mas Bian masih setia berdiri di belakang ku. Kayak orang pacaran aja dah kami nih. Kan orang nanti ngiranya aku sama dia ada apa-apa nya, kan nggak lucu.


Kami pun selesai dengan urusan membayar belanjaan kami masing-masing. Dia masih saja mengikuti ku. Aku pun mengajaknya untuk makan di food court. Kan gak etis kalo aku gak mengajaknya makan setelah menemani ku berbelanja. Tenyata dia menerima ajakan makan ku dengan senang hati. Aku hanya tersenyum dengan tingkah nya itu. Ternyata dia tak semenyebalkan itu dan tak sedingin yang pertama aku lihat.

__ADS_1


__ADS_2