My Mysterious Girl

My Mysterious Girl
Part 5


__ADS_3

      Di tempat ini aku merasa tenang kembali. Ketika aku melangkah ke dalam bau buku mulai tercium. Membawa ku kedamaian yang ingin ku capai. Berjalan pelan mengelilingi rak-rak buku, menarik buku-buku yang menarik pandangan mata. Membaca sinopsis dari buku-buku itu, namun tak ada satupun yang menarik minat ku. Aku terus berkeliling, terus melakukan hal yang sama sampai pada di ujung ruangan aku menemukan buku yang terpajang di sudut ruangan. Buku yang sangat-sangat menarik, mulai dari cover buku, sinopsis buku hingga isi di dalam buku itu. Aku langsung mengambil buku itu dan membawa nya ke tempat baca yang di sediakan. Sebelum aku di sampai di meja yang ku tujuan, mata ku melihat orang yang ingin sekali aku hindari.

__ADS_1


                               ~~~

__ADS_1


   Dengan rasa ketakutan yang mendera, aku berusaha tetap memaksakan nya. Lagi-lagi keringat membasahi tubuh ku, wajah ku berubah menjadi pucat pasi. Aku berjalan ke meja  dengan kepala yang menunduk. Aku tak berani untuk mendongakkan kepala. Jarak antara rak buku dan meja terasa amat jauh. Nafas ku pun mulai tak beraturan. Dalam hati ku aku ingin menyerah, namun kini ku tepis keinginan itu. Orang-orang yang melihat ku mulai memandang aneh, tapi aku tak menghiraukan nya. Dan dia berada disana tanpa menyadari kehadiran ku. Aku pun lega akan hal itu,  namun aku pun tetap was-was akan suatu hal yang tak kuingin kan terjadi kembali. Aku akhirnya pun sampai di bangku sudut ruangan, jarak nya pun cukup jauh dari pandangan mata nya. Aku segera duduk di bangku itu. Mengambil posisi ternyaman untuk membaca. Menaruh tas yang tersampir di bahu kiri ku ke atas meja. Aku pun mulai membaca buku yang ku ambil tadi, lembar demi lembar terus aku baca. Aku pun hanyut dalam alur cerita itu. Mulai terbawa perasaan ketika melalui adegan menyakitkan. Waktu pun terasa kulalui begitu cepat, banyak orang silih berganti menempati  bangku perpustakaan ini, namun aku masih betah untuk berlama-lama berada di sini.  Aku juga kini tak melihat kehadiran dia yang selalu membuat ku takut. Mungkin dia sudah menyelesaikan kegiatan nya. Aku tak memikirkan nya terlalu jauh. Buku yang kubaca pun kini tinggal separuh. Aku berniat meminjamkannya dan membacanya di rumah. Berdiri dan langsung mengemasi barang-barang ku. Setelah beres pun aku merapikan tempat yang ku tadi, menyampirkan tas ku di pundak kiri dan menenteng buku yang kubaca berjalan menuju penjaga perpustakaan.

__ADS_1


      Setelah beres dengan urusan buku, aku pun segera keluar dari perpustakaan ini. Berjalan pelan dengan bersenandung kecil, menuju ke arah motor ku berada. Ku lihat langit pun kini sudah sore. Warna jingga pun sebentar lagi akan muncul. Senja yang dinanti pun akhirnya akan datang. Senyum ku tak luput ketika senja akan datang. Aku begitu menyukai senja, walau pun ia hanya datang sebentar. Setelah puas menatap langit, aku pun langsung menghidupkan motor ku. Setelah motor ku hidup, aku langsung melakukan motor ku ke warung makan yang terletak tak jauh dari perpustakaan kota ini. Setelah beberapa menit pun akhirnya aku sampai di warung makan itu. Tempatnya memang tak begitu besar, tapi tempat itu juga tak pernah sepi. Semua masakan nya enak dan cocok di semua lidah. Aku  segera memesan menu favorit ku, yaitu ayam geprek. Dan tak lupa aku juga memesan minuman. Setelah membayar aku pun segera mencari  tempat duduk yang kosong. Aku pun menanti dalam penantian ku, mata ku tak pernah lepas memandang langit yang kini sudah berwarna jingga itu. Sekelebat kenangan mampir dalam ingatanku. Membawa sejuta rasa aneh yang menggelitik hati ku. Sudah lama aku tak pernah merasa kan hal seperti sekarang. Tak sadar aku pun kini sudah terbawa suasana hingga aku pun tak sadar dengan sekeliling ku. Aku tak sadar bahwa makanan ku sudah datang, aku pun terkejut ketika sang pelayan menyadarkan ku dari lamunan ini. Pelayan yang melihat ku terkejut segera meminta maaf, aku pun hanya menganggukkan kepala dan tersenyum tipis. Pelayan itu berlalu, aku pun segera makan dan ingin kembali kerumah. Menikmati makanan itu sambil melihat sekeliling ku. Mereka makan bersama dengan keluarga, pasangan dan teman-temannya, dan disini aku sendirian tak ada canda tawa dan tak ada kehangatan. Sungguh aku merasa iri, namun apa boleh buat keadaan tak mampu aku ubah. Aku pun tersenyum kecut ketika aku meratapi takdir yang seakan selalu mempermainkan ku.

__ADS_1


                               ~~~

__ADS_1


__ADS_2