
Tak begitu lama mie ayam dan es teh ku datang. Tak tunggu lama aku langsung melahap mie ayam ku. Sungguh ini sangat lah nikmat, gak ada tandingan nya lagi. Saat aku mulai menyuapkan lagi, aku di kejutkan oleh tepukan di pundak ku. Saat aku menoleh dan ingin memarahinya, aku di bikin terkejut dengan siapa yang kulihat. Dan kalian tahu siapa yang kulihat, dia ternyata beneran mas Bian.
Kukira tadi yang kulihat di lapangan basket hanya lah halusinasi ku saja, ternyata beneran mas Bian. Dia langsung duduk di bangku sebelah ku yang masih kosong. Aku hanya bisa tersenyum kecil, dia udah melebar kan senyuman nya.
“ Kenapa tadi pas lihat nggak nyapa, Ay?? “ ujar mas Bian.
“ Lah tadi ku kira bukan Mas, jadi ya nggak ku sapa kan aku takut salah orang “ jawab ku dengan makan mie ayam ku.
__ADS_1
“ Ku kira udah nggak kenal aku “ terang mas Bian, dia sambil terus melihatiku makan dengan intens, kan bikin aku gugup.
“ ya engga lah, Mas. Aku nggak kayak gitu kok orang nya” jawab ku pada mas Bian, biar nggak salah paham nanti nya.
“ gitu ya, kirain udah nggak mau kenal aku “ ujar mas Bian.
Tak berselang lama batagor pesanan nya pun datang, dia langsung makan makanan nya itu. Dia sangat menikmati makanan itu, entah mungkin perasaan ku saja mas Bian kelihatan keren hari ini. Aku dan dia diam menikmati makanan masing-masing. Setelah selesai pun aku tak langsung balik ke kelas.
__ADS_1
Begitu juga mas Bian, dia tak langsung balik ke lapangan. Apalagi kini matahari sedang terik-teriknya kan bikin kulit bisa kebakar. Aku baru tahu kalo mas Bian tuh atlit basket, mangkanya tadi ku lihat dia begitu piawai memainkan bola basket. Dan satu lagi yang baru aku tahu, mas Bian di sini tuh buat ngelatih anak- anak yang mau tanding minggu depan.
Aku sangat takjub ketika dia menjelaskan tentang dunia basket, benar-benar sangat menakjubkan. Udah ganteng jago main basket lagi, sungguh cowok idaman itu. Tapi sayang nya mas Bian adalah tipe orang yang sedikit tertutup dengan dirinya, sampai sekarang saja aku masih gak tau tentang dirinya walau udah lumayan dekat.
Kami mengobrol lumayan lama, sampai matahari sudah tak begitu terik lagi. Mas Bian ijin untuk pergi terlebih dahulu, aku hanya mengiyakan saja. Aku pun langsung kembali ke kelas. Tak lupa buku yang tadi kupinjam berada dalam dekapan ku.
Jarak kelas dan kantin emang gak terlalu jauh, tapi dengan cuaca yang terik ini bisa membuat jarak yang tadinya dekat menjadi agak jauh. Lumayan menguras tenaga sih untuk sampai ke kelas, tapi tak apa lah. Sesampainya aku di kelas, langsung saja tanpa basa basi aku langsung duduk dan merebahkan kepala ku di atas meja. Duh rasanya aku sangat capek, haus lagi.
__ADS_1
Kuraih tas ku dan kubuka resleting nya. Ku lihat botol minum ku yang isinya tinggal setengah, langsung saja kutengguk hingga habis. Rasanya haus ku langsung hilang. Ku taruh botol minumanku kembali ke dalam tas. Setelah nya aku langsung melanjutkan membaca novel yang tadi ku pinjam.