My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 10.


__ADS_3

Sedari tadi sampai sekolah Keisha selalu saja menekuk wajahnya dikarenakan masalah kemarin mungkin, perdebatan antara dirinya dengan abangnya, entah lah Keisha masih sangat kesal pada abangnya, membuat sedari tadi ia tidak ada berbicara apapun pada Regal.


Brak..


Keisha mendorong pintu kelasnya dengan kasar, membuat beberapa orang yang berada di dalamnya pun terperanjat kaget, sebenarnya mereka ingin menegur Keisha tetapi karena melihat wajah Keisha mereka mengurungkan niatnya takut jika Keisha malah makin marah pada mereka.


Sedangkan Talitha yang baru saja datang pun menatap Keisha yang tidak seperti biasanya.


"Kenapa Kei? Lagi ada masalah?"tanya Talitha, membuat Keisha hanya menggelengkan kepalanya. Talitha mendekat lalu menatap Keisha dengan tatapan tidak mengerti.


"Kalau lo ada masalah cerita gitu jangan diem terus tapi mukanya ditekuk gitu" ucap Talitha membuat Keisha tetap terdiam setelah itu menoleh.


"Gue kesel banget sama bang Regal Tal gak ngerti lagi gue huft"ucap Keisha sembali menghembuskan nafasnya kasar sedangkan Talitha hanya menggelengkan kepalanya selalu sama Keisha ada masalah dengan abangnya.


"Kenapa lagi sih Kei kayaknya selalu aja lo ada masalah sama abang-abang lo itu" Keisha merubah wajahnya menjadi cemberut.


"Intinya bang Regal ngeselin banget" ucap Keisha membuat Talitha menghela nafasnya.


Sedangkan disisi lain terlihat seorang lelaki yang tengah membawa sebatang cokelat tak lupa berisi surat yang menempel, ia sengaja memberikan ini pada seseorang karena orang itu terlihat seperti ada masalah hari ini, mungkin saja jika memakan cokelat itu membuat dirinya terasa sedikit tenang. Sedangkan temen lelaki yang di sebelahnya menatap lelaki ini tak percaya, pasalnya lelaki ini sangat berani dan niat sekali memberikan cokelat ini untuk seorang gadis yang bisa dibilang sudah memikatnya saat di awal pertemuan mereka.


"Lo serius? Mau kasih ini ke dia?" Lelaki ini menganggukkan kepalanya mantap dikala temannya membuka suaranya, sedangkan yang berbicara merasa benar-benar tak mengerti dengan lelaki ini ia terlalu mengambil resiko jika sampai ketahuan telah mendekati seorang gadis ini.


"Tenang. Gue taruhnya di loker dia kok gue juga gak mau ambil resiko kalau semisal ketahuan sama abangnya"ucapan lelaki ini membuat temannya sedikit tenang mendengarnya.


"Terserah lo deh ya tapi kalau gue denger sih dia jarang banget buka lokernya, nah terus lokernya kan dikunci tuh gimana caranya lo mau taruh di dalemnya?"tanya nya membuat lelaki ini mengeluarkan seperti kunci cadangan.


"Gue buat kunci cadangan biar gampang kalau sewaktu-waktu gue mau kasih sesuatu sama dia, gue tinggal taruh di lokernya aja"


"Gila! lo bener niat banget sampe buat kunci cadangan sendiri, sumpah sebelumnya belum ada yang berani buat deketin dia selalu aja ketauan sama abangnya, gue dukung lo deh moga berhasil"ucapan temannya membuat Lelaki ini hanya tersenyum tipis.


"Udah mending lo ikut gue sekarang mumpung masih sepi"ucap Lelaki ini sambil mengendap-endap menuju loker gadis yang menjadi targetnya ini.

__ADS_1


...••••...


"Kei kantin kuy"ajak Talitha yang agak bersemangat, tetapi Keisha langsung menggelengkan kepalanya membuat Talitha seketika mengubah wajahnya menjadi cemberut.


"Gue mau ke loker dulu bentar, kalau lo mau ke kantin duluan aja"ucap Keisha sembari membawa beberapa tumpukan buku karena mata pelajarannya hari ini sangat banyak membuat ia harus menggendong tasnya yang sangat berat itu. Daripada ia capek-capek menggendong tasnya lebih baik ia menaruh beberapa bukunya di dalam lokernya karena ia berpikir juga bahwa ia tidak pernah menggunakan lokernya untuk menaruh apapun, rugi juga takut jika di dalam lokernya menjadi sarang laba-laba jika tidak dipakai.


"Tumben bangrt heran gue"


"Gue males bawa buku di tas banyak-banyak berat tau gak si tasnya, udah ya gue duluan" ucap Keisha yang langsung melenggang pergi tetapi Talitha memberhentikan langkahnya karena pekikannya.


"Gak mau gue anterin gitu" Keisha menoleh lalu menggelengkan kepalanya. "Gue sendiri aja deh" ucapanya setelah itu melanjutkan langkahnya menuju loker meninggalkan Talitha yang entah berekspresi apa padanya.


Saat sampai di depan lokernya ia mengambil kuncinya di saku roknya kemudian langsung membukanya, tetapi saat sudah membuka lebar lokernya ia benar-benar terkejut bukan masalah apa yang ada didalamnya tetapi kenapa bisa ada barang di dalam lokernya padahal lokernya ia kunci, Keisha mengerutkan keningnya kemudian mengambil cokelat itu. Keisha tidak tahu itu baru atau udah lama di dalam situ, baru sih mungkin karena kalau sudah lama pasti cokelat itu sudah cair, Keisha menatap tanggal kadaluwarsanya dan ia bisa menyimpulkan bahwa ini benar-benar cokelat yang baru ditaruh di lokernya, tapi siapa?. Keisha tak ingin berlama-lama karena melihat suasana yang mungkin akan ramai jadinya ia dengan cepat membuka surat yang tertempel di cokelat tersebut, tetapi sebelumnya karena merasa berat membawa buku ia menaruh buku yang berada ditangannya itu terlebih dahulu.


Hai Kei.. Hehe, gue liat lo kayak ada masalah gitu, jadinya gue berniat buat kasi lo cokelat ini, katanya sih ya kalau kita lagi ada masalah atau lagi kesel sama orang terus kita makan cokelat kekesalan kita bakal sedikit berkurang loh ya intinya bisa buat kita sedikit lebih tenang, jadi ya gue kasi ini ke elo siapa tau beneran terjadi, jangan lupa dimakan, jangan biarin cokelat ini cair, jangan ditekuk-tekuk lagi mukanya nanti cantiknya ilang, terus jangan marah-marah lo kalau marah tambah lucu soalnya cute gitu nanti gue makin suka hehe, oh iya gue harap lo suka ya...


- Secret Admirer❤


Entah saat membaca suratnya ia merasakan hal yang beda, entah kenapa jantungnya berpacu sangat cepat, ia masih tak mengerti dengan penggemar rahasianya dan ia baru sadar bahwa penggemar rahasianya ada di sekolahannya. Keisha menyimpan surat tersebut di saku roknya kemudian dengan cepat mengunci lokernya dan membawa cokelat itu ke kelasnya.


"Tuh kan apa gue bilang, dia pasti bakal nerima cokelatnya gue bisa liat dia itu bukan cewek sejahat yang lo pikirin kalau dikasi sesuatu bukannya dibawa atau dimakan malah dibuang"ucap Lelaki tersebut yang menoleh ke arah temannya, sedangkan temannya hanya menganggukkan kepalanya pasrah.


"Terserah lo deh udah kan? Sekarang lo anterin gue ke kantin, lo tau gak si gue laper dari tadi waktu kantin gue kepotong cuman gara-gara ngeliatin dia ngambil cokelat lo apa nggak"ucap temannya yang sedikit kesal, sedangkan lelaki itu hanya menyengir lalu menganggukkan kepalanya.


"Yaudah ayo gue temenin"ucap lelaki ini membuat mereka langsung melenggang pergi menuju kantin.


Sedangkan Keisha yang ingin ke kelasnya pun ada seseorang yang menghadang jalannya, eskpresi orang itu terlihat sangat panik membuat Keisha menatapnya tak mengerti.


"Keii itu hm itu Keii!"ucapnya yang sungguh membuat Keisha tak mengerti.


"Kenapa?! Lo jangan bikin gue panik elah"ucap Keisha yang sedikit kesal dengan gelagat gadis itu yang terlihat sedikit panik.

__ADS_1


"I..ituu kak Regal cedera di lapangan!"ucapnya membuat Keisha mendelik hebat, tanpa babibubebo ia langsung berlari ke arah lapangan melihat apakah benar abangnya itu cedera atau tidak.


Sesampai dilapangan Keisha melihat dengan jelas Regal yang sedang meringis kesakitan dikala tangannya dipegang oleh seorang pelatih basket di sekolahannya.


"Bang Regal!"pekik Keisha dengan suaranya menggema di lapangan ini membuat semuanya menoleh lalu menatapnya. Mereka memberi jalan untuk Keisha agar bisa memasuki kerumunan itu, Keisha jongkok menatap Regal yang menahan kesakitannya membuat Keisha sedikit meringis.


"Pak bawa ke UKS aja jangan disini soalnya rame itu juga abang saya udah kesakitan kayak gitu"ucap Keisha pada sang pelatih basket itu dengan ajah yang agak panik, kemudian beberapa teman Regal membantunya membawa ke UKS membuat mereka yang mengerumuninya itu langsung bubar, sedangkan Keisha berlari menuju UKS.


Regal berbaring sembari meringis menahan sakitnya sedangkan Keisha mendekat ke ranjang UKS.


"Kok bisa sih bang?"tanya Keisha yang agak panik sedangkan Regal menatapnya.


"Abang juga gak ngerti tiba-tiba tangannya kayak keseleo gitu"ucap Regal dengan wajah yang seperti menahan kesakitan.


"Pulang aja yuk bang istirahat dirumah biar nanti bunda panggilin tukang urut buat abang"ucap Keisha yang membuat Regal menatapnya bingung.


"Kan tangan abang lagi sakit gimana caranya mau pulang, Keisha"ucap Regal membuat Keisha menepuk keningnya, kemudian menyengir pada Regal.


"Astaga bang Keisha lupa kalau abang naik mobil ke sekolah"ucapan Keisha membuat Regal menggeleng-gelengkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


jangan lupa vote dan komennya;))


__ADS_2