
Keisha menghembuskan nafasnya dikala melihat tangannya digenggam erat oleh Regal, dan saat ini mereka tengah berjalan dikoridor yang sudah ramai.
"Bang lepas ih malu diliatin" Keisha menatap sekitar, banyak mata yang menatap mereka berdua membuatnya sedikit risih akan itu.
"Oh jadi Keisha malu jalan bareng abang sekarang" Keisha berdecak.
"Ih bukan gituuu, jangan pegangan juga napa kayak orang mau nyebrang aja pake pegangan segala" Regal malah mengeratkan genggamannya.
"Abang gini biar di Deven itu gak berani buat deketin kamu" Keisha memutarkan bola matanya malas.
"Capek deh lama-lama kalau aku punya abang posesif kayak bang Regal"
"Ini juga demi kebaikan kamu"
"Iya aku tau, udah sering banget abang-abang berempat ngomong kayak gitu sampai aku tuh bosen dengernya"
"Ya kalau udah tau seharusnya Keisha ngerti dong" Keisha menghela nafasnya.
"Susah ngomong sama abang mending gak usah" Regal menggelengkan kepalanya melihat Keisha yang menekuk wajahnya.
Keisha tersenyum senang dikala ia melihat Talitha tak jauh jaraknya dari mereka.
"TALITHAA!" pekiknya yang membuat semua orang dikoridor menatap Keisha termasuk Regal yang sontak menutup telinga.
"Apasih Kei, pake teriak-teriak segala diliatin tau tuh"
"Bodo, biarin aja" sementara Talitha yang dipanggil pun menoleh dan menghampiri Keisha.
"Pagi Keii" sapa Talitha tak lupa dengan senyumannya.
"Nah bang udah ada Talitha nih aku bareng Talitha aja ya abang ke kelas aja" Regal menatap Keisha malas.
"Sengaja banget ya kamu" Keisha hanya menyengir, kemudian Regal mengangguk.
"Yaudah deh, hm Tal jagain Keisha jangan sampai ada Deven kalau dia berani deketin Keisha langsung chat gue"ucap Regal dan langsung melenggang pergi begitu saja.
"Gilaa ini kedua kalinya abang lo kasih kepercayaan sama gue Kei wah,yuk ke kelas dan lo harus gue pegang gue gak mau sampai dicap jelek sama abang lo" ucap Talitha membuat Keisha memutarkan bola matanya malas.
"Serah lo deh Tal"
*******
Mereka dipulangkan awal karena guru semua pada rapat, dan karena besok juga akan ada Sport Competition yang memang sudah rutin dilakukan oleh sekolah SMA Garuda.
Keisha menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan helaan nafasnya, sementara Regal hanya menggelengkan kepalanya. Karina yang sedang berada di dapur pun menghampiri Keisha.
"Kenapa mukanya ditekuk gitu"
"Males."
"Cerita sama bunda" ucap Karina sembari mengelus kepala Keisha.
"Besok itu ada SportCompetition gitu terus kita semua harus sekolah karena di absen, ish males banget ya bun, padahal Keisha gak suka olahraga juga, Keisha gak ngapain besok cuman nontonin orang lomba termasuk bang Regal, mending gak sekolah deh" celetuknya membuat Karina terkekeh.
"Udah sekolah aja, masa kamu gak mau liat bang Regal sih, dia itu butuh dukungan kamu tuh" Keisha memutarkan bola matanya malas.
"Makanya suruh cari pacar tuh bun biar gak nyusahin Keisha" ucap Keisha bersamaan dengan Regal yang langsung duduk disebelah Keisha.
"Abang gak pernah minta banyak sama Kei, dan selama ini abang gak pernah ngerasa di susahin udah ngejagain Keisha" Keisha menyengir.
"Maaf bang Keisha salah ngomong tadi maksud Keisha bang Rian"Karina menggeleng.
"Keisha gak boleh gitu, udah besok sekolah aja juga kan ketemu Talitha" Keisha mengubah wajahnya menjadi cemberut.
"Ih biar Talitha aja ya yang semangatin abang" ucap Keisha membuat Regal menoleh.
"Kamu ini males terus" Keisha kembali cemberut.
"Bang Regal gak latihan?"
__ADS_1
"Kenapa? Mau ikut?"
"Ha? Latihan dimana? Sama siapa?"
"Berdua doang sama Revan dirumah dia kan ada lapangan basket" Keisha menggeleng.
"Abang aja deh" Regal mengerutkan keningnya.
"Loh kenapa?" Keisha hanya menggelengkan kepalanya.
"Gak kenapa ih gak pengen aja" Regal menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah Karina.
"Regal latihan dulu ya bun"ucapnya sembari menyalimi tangan Karina, dan Karina pun menganggukkan kepalanya.
"Tiati ya Gal pulangnya jangan terlalu sore" Regal mengangguk lalu beralih menatap Keisha yang sedang cemberut.
"Udah gak usah ditekuk gitu mukanya, besok pasti bakal seru tau"
"Seru kalau Keisha yang bawa dompet bang Regal besok"
"Enak aja gak lah, yang ada uang nya langsung habis dipake kamu, yaudah deh abang berangkat ya Kei, ganti baju dulu jangan jorok gitu" Keisha menatapnya malas.
"Iya bawel" Regal terkekeh kemudian berjalan menuju keluar rumahnya.
"Bun"rengeknya membuat Karina menoleh.
"Apa Kei"
"Keisha gak mau sekolahhhh huwaa"pekiknya membuat Karina menggelengkan kepalanya.
"Gak boleh sayang kamu harus sekolah, rugi dong bunda bayarin kamu sekolah selama ini" Keisha kembali cemberut.
"Bunda ah gak asik" tiba-tiba Adrian datang sembari bernyanyi ria membuat Keisha kesal.
"Kalo gak bisa nyanyi mending gak usah nyanyi deh bikin telinga pecah tau gak" Adrian menghampiri Keisha.
"Pinter banget, mana ada telinga pecah, yang ada itu gendang telinganya yang pecah yaampun Kei, kamu udah berapa tahun sih sekolah"
"BA apaan?"
"Bodo Amat!"ucapnya tepat di depan wajah Adrian membuat Adrian langsung menjauhkan wajahnya.
"Muncrat Kei ish jorok banget" Keisha tak menggubrisnya melainkan duduk kembali di sebelah Karina.
"Kali ini aja kok bun"rengeknya kembali membuat Adrian menatap keduanya bingung.
"Kenapa sih"
"Ini Keisha gak mau sekolah besok karena gak ada pelajaran cuman aja Sport Competition antar sekolah gitu, kamu tau sendiri kan Keisha itu gak suka banget olahraga"
"Astaga Kei, kamu tau gak si kebanyakan orang sakit itu karena gak pernah olahraga, apalagi sampai sering sakit-sakitan, emang kamu mau kayak gitu? Olahraga itu penting Kei untuk kita" ceramah Adrian membuat Keisha terdiam.
"Keisha selama ini sehat terus kok gak pernah sakit, sakit paling kalau kena hujan aja, jadi gak perlu pake olahraga bikin capek juga yang akhirnya juga bisa bikin sakit" Adrian menghela nafasnya.
"Terserah Keisha aja, susah ya ngomong sama Kei" Adrian berjalan menuju kamarnya, sementara Keisha yang sedari tadi gagal membujuk Karina pun menghembuskan nafasnya lalu berjalan ke kamarnya.
Keisha tidak mengganti bajunya melainkan mengambil laptopnya dan mencari drakor yang Keisha ingin tonton saat ini. Sampai tak sadar Keisha tertidur dengan pakaian sekolahnya membuat Karina yang memasuki kamarnya pun menggeleng.
"Keisha keisha" ucapnya yang mengusap puncak kepala Keisha sembari tersenyum.
"Makin gede makin manja aja, untung kamu anak cewek satu-satunya, semoga kamu bisa selalu jaga diri baik-baik ya" ucap Karina dan mengecup keningnya pelan kemudian berjalan perlahan keluar dari kamar Keisha.
Langit yang berwarna jingga pun berganti menjadi gelap, sementara Keisha sedang duduk di sofa dengan mengomel tak jelas membuat keempat abangnya menatapnya bingung.
"Kenapa Kei?"tanya Marcell, Keisha tak menggubris melainkan lanjut mengomel entah apa yang ia bicarakan keempat abangnya pun tidak tau.
Michael mencoba mendekat namun Keisha memekik.
"Eitss, jangan deket-deket, munduran dikit" ucapnya membuat Michael mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Kei" Keisha menggeleng kemudian melanjutkan pandangannya ke arah televisi.
Saat Michael ingin mendekat sontak Keisha menoleh dan berdecak.
"Kan Kei udah bilang jangan deket-deket, jangan kesini jangan duduk disini"
"Kamu kenapa?"
"Gak papa lagi males aja, udah turutin Keisha aja susah banget" Marcell mengkode Michael agar ke arahnya membuat Michael berbalik dan menghampiri Marcell, mereka berempat tau bahwa Keisha sedang tidak mood, entah apa yang membuatnya seperti itu, jalan salah satunya adalah membelikan makanan kesukaan Keisha yaitu. Donat.
Kebetulan di kulkas ada donat yang Marcell beli kemarin tapi Keisha tidak tahu itu dan sekarang ia berniat untuk memberikan donat itu untuk Keisha.
Mereka berempat berjalan menuju dapur dan mengambil donat tersebut dari lemari es kemudian mereka terdiam di belakang Keisha dan mengendap-endap.
"Keishaaaa"ucap mereka berempat sembari memberikan donat tersebut pada Keisha, Keisha mengerutkan keningnya sebentar setelah itu mengubah wajahnya menjadi sumringah.
"Wahh donatttt!"pekiknya membuat keempat abangnya menutup telinganya. Sementara Keisha langsung menerima donat tersebut.
"Bentar deh, ada apa nih abang-abang ngasih Keisha ginian?"tanya Keisha sembari menyipitkan matanya menatap keempat abangnya.
"Ya gak papa sih Kei, cuman ini sebagai permintaan maaf kita berempat aja kalau kita udah bikin Keisha gak mood" Keisha mengerutkan keningnya.
"Minta maaf? Gak mood? Ha? Siapa bilang? Keisha biasa aja kok"ucapan Keisha membuat keempat abangnya melongo hebat.
"Maksud Keisha?"tanya Michael
"Ya itu Keisha biasa aja kok gak ada badmood, abang-abang juga gak ada salah sama Kei, makanya Keisha bingung kok tiba-tiba kalian ngasih Kei donat"ucap Keisha sembari memakan donatnya, keempat abangnya saling tatap dan melongo.
"Terus barusan kamu kenapa ngomel-ngomel?"
"Sama pas abang deketin kamu, kamu malah suruh abang menjauh"
Keisha tertawa.
"Oh itu Keisha bukannya ngomel Keisha lagi ngafalin salah satu dialog dari drakor yang Kei tonton, terus bang Mike tadi itu bukannya gitu Keisha cuman gak mau diganggu aja karena biasanya abang kan suka ribut, tapi Kei gak ada marah kok"ucap Keisha yang membuat mereka berempat menghela nafasnya.
"Yaelah"celetuk Adrian
"Tau gitu donatnya makan sendiri aja"celetuk Marcell.
Keisha hanya menyengir.
"Ampun bang, btw makasi ya donatnya"ucapnya sembari terkekeh kecil, sementara keempat abangnya berdecak kesal.
"Ih udah gak usah gitu mukanya, nih donatnya dimakan, Keisha gak bakal abisin sendiri kok"ucap Keisha membuat mereka kembali berbinar dan mengambil donat tersebut.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
jangan lupa vote dan komennyaaa yaa:))
@velisateophania
.
.
__ADS_1
.