My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 60.


__ADS_3

Di pagi yang cerah ini Keisha sudah berada di taman bersama dengan Deven dan juga Regal, Regal mengajak Keisha dan Deven untuk berjogging ke taman yang dekat perumahannya.


"Abang makan bubur yuk"ajak Keisha membuat Regal sontak menatap Deven, membuat Keisha yang mengerti pun menatapnya.


"Deven suka makan bubur gak? Disini enak banget tau buburnya Keisha sering beli disini" Deven mengangguk.


"Gue ayo-ayo aja"ucap Deven membuat Keisha tersenyum dan berjalan berdahulu dari Revan dan Deven. Keisha tersenyum senang ketika ia baru saja menikmati bubur kesukaannya membuat Revan menggelengkan kepalanya.


"Mukanya kayak anak kecil yang baru dibeliin mainan aja"celetuk Regal membuat Keisha tertawa.


"Semacam itu bang"


Setelah mereka berbincang lama tiba-tiba ponsel Keisha berbunyi menandakan ada pesan masuk membuat Keisha langsunh membuka pesan tersebut kemudian mengerutkan dahinya ketika membaca pesan itu, apalagi ketika melihat pengirimnya yang membuat Keisha mendelik hebat.


08xxxxxxxxxx


hai Kei bisa ketemuan di taman sebentar? -SecretAdmirer


Tatapan Keisha sontak menatap ke arah Deven yang tengah bercanda ria bersama Regal membuat Keisha mengerutkan dahinya lagi, ia sangat bingung, siapa sebenarnya yang mengirim pesan ini kepadanya dan siapa sebenarnya penggemar rahasianya.


Keisha berdehem kecil.


"Bang, Dev kesana yuk"ucap Keisha sembari menunjuk ke arah taman yang ada di depannya.


"Kamu gak mau pulang Kei?" Keisha menggeleng.


"Kita duduk bentar ya disana" Deven dan Regal hanya mengangguk setuju kemudian mereka berjalan menuju bangku taman yang tidak terlalu jauh darinya, setelah mereka duduk di bangku tersebut Keisha pun mengeluarkan ponselnya dan menatap ke arah layar ponselnya. Wajah Keisha sangat gelisah saat ini, ia benar-benar tidak tahu harus bagaimana, sementara Regal yang melihat raut wajah Keisha yang seperti itu pun mendekatinya.


"Kamu kenapa Kei? Sakit? kok muka kamu kayak gitu" Keisha yang tersadar pun langsung menatap Regal kemudian memggelengkan kepalanya.


"Ee..engga kok bang Keisha gak papa"ucap Keisha sembari tersenyum kikuk, membuat Regal hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan pembicaraannya pada Deven. Keisha mendelik ketika melihat pesan tersebut.


08xxxxxxxxxx


Kei gue dibelakang lo


Keisha mencoba mengatur nafasnya sekarang, ia benar-benar kaget ketika membaca pesan tersebut, setelah ia merasa sedikit tenang Keisha pun mencoba untuk menoleh ke belakang dengan perlahan, betapa terkejutnya Keisha membuatnya ia langsung beranjak dari duduknya dan mendelik hebat ketika melihat yang ada di belakangnya itu adalah Revan.


Sementara Regal dan Deven yang melihat tingkah aneh Keisha pun ikut beranjak dan menatap apa yang ditatap Keisha, Regal menatapnya dengan tatapan santai tidak dengan Deven yanh terlihat sedikit gelisah, Revan mendekat sembari tersenyum dan Keisha masih terdiam mematung karena ia tidak tahu harus apa rasanya kakinya sangat lemas sekarang.


"Kamu natap Revan kayak lagi natap hantu aja Kei"ucap Regal membuat Revan terkekeh, Regal mendekat ke arah Revan dan mereka pun bertos ala laki-laki.


"Apa kabar Van?" Revan tersenyum lalu mengangguk.


"Baik Gal" Regal menganggukkan kepalanya kemudian tatapannya beralih pada Keisha yang masih terdiam sembari menatap Revan dengan tatapan terkejutnya.


"Kei kamu kenapa?"tanya Regal sembari menggoyangkan tubuh Keisha namun Keisha tidak beraksi apapun ia tetap terdiam.


"Kak Revan?"lirihnya membuat Revan tersenyum tipis.


Regal berdecak.


"Jangan aneh deh Kei" Keisha yang tersadar pun sontak menatap Regal dan juga Deven.


"Eh iya Van lo tau darimana gue disini?" tanya Regal


"Hm nebak aja sih, sekalian ada yang mau gue bicarain" Regal dan Keisha serempak mengerutkan dahinya.


"Soal apa?"


"Penggemar rahasia Keisha" Keisha dan Regal terkejut bukan main, sementara Deven sangat amat gelisah sekarang, sementara Revan tersenyum miring pada Deven.


"M..maksud lo apa Van?" tanya Regal yang masih tidak paham dengan perkataan Revan.


"Iya sebenarnya penggemar rahasia Keisha itu gue Gal" Regal dan Keisha mendelik hebat ketika mendengar ucapan Revan merema benar-benar sangat syok sekarang.

__ADS_1


"Gue minta maaf Gal, Kei kalau selama ini gue gak pernah bilang apapun sama kalian, dan Deven itu bukan penggemar rahasia lo Kei, dia bohong, jadi ceritanya dulu gue udah suka sama lo Kei semenjak lo masuk SMA, gue sering liat lo waktu lo pulang sekolah dan gue suka sama lo saat gue belum tau kalau ternyata Regal itu abang lo demi apapun Kei, gue tau cara gue ini emang aneh tapi sebenarnya gue ngelakuin ini cuman karena gue mau ngasih perhatian sama lo, kebetulan Deven itu sepupu gue dan karena dia bakal pindah ke sekolah lo sama Regal jadi gue minta tolong sama dia buat naruh semua barang itu di loker lo, tapi lama kelamaan gue baru nyadar kalau ternyata Deven juga suka sama lo, karena dia gak tau gimana caranya dia biar bisa deket sama lo makanya dia bilang kalau dia itu penggemar rahasia lo Kei, gue bener-bener gak nyangka dia bakal ngelakuin itu Kei, gue bener-bener minta maaf, gue awalnya mau jujur tapi gue gak tau harus ngomong gimana karena takut kalian gak percaya sama perkataan gue"ucap Revan sembari menunjukkan tatapan menyesalnya, Keisha tidak menyadari bahwa air matanya telah turun begitu saja, tidak dengan Regal yang tidak nyangka akan seperti ini, kemudian tatapan tajamnya tertuju pada Deven yang sedang menunduk.


"Jadi selama ini lo bohongin kita semua Dev?!"ucap Regal dengan suaranya yang meninggi, Deven tetap diam karena ia tidak tahu harus apa.


"Gue berasa bodoh udah dibohongin sama lo, dan sekarang gue minta sama lo jangan pernah deketin Keisha lagi dan lo jangan pernah nampilin wajah lo di depan gue lagi, lo pergi!"pekik Regal membuat Deven sontak mengangkat wajahnya.


"Gue minta maaf udah bohong sama lo dan Keisha soal penggemar rahasia ini, tapi gue bener-bener sayang sama Keisha Gal"ucap Deven membuat Regal semakin menatapnya tajam.


"Lo cowok atau bukan sih? seharusnya kalau lo emang sayang dan suka sama adek gue lo bisa pakai cara lo sendiri dan gak ngaku-ngaku kayak gini!"pekiknya, Regal benar-benar emosi saat ini namun ia mencoba untuk mengontrolnya karena takut Regal akan menghajar Deven, sementara Keisha menatap Deven dengan tatapan tidak percayanya, ia tidak percaya bahwa selama ini Deven membohonginya, Deven menatap Keisha dengan tatapan memohon.


"Keii gue mohon sama lo maafin gue, gue tau gue salah gue minta maaf Kei, gue janji gak akan ngecewain lo lagi" Keisha menggelengkan kepalanya.


"Keisha gak nyangka kalau Deven udah bohongin Keisha dan semua orang selama ini"ucap Keisha.membuat Deven mendekatinya namun Regal menahannya.


"Udah gue gak mau denger perkataan lo lagi, sekarang gue minta lo pergi dari sini!"bentak Regal membuat Deven pasrah dan mulai meninggalkan mereka, tersisa hanya Keisha, Regal dan Revan disini.


Revan mendekati Regal yang tengah meredam emosinya.


"Gal, gue minta maaf ya, gue tau gue salah dan baru ngasih tau ke elo sekarang, karena jujur gue gak tahu harus bilang sama lo dan Keisha karena juga gue liat Deven udah bilang kalau dia itu penggemar rahasia Keisha jadi gue milih buat gak bilang apa-apa, demi apapun Gal gue udah suka sama Keisha sebelum gue tau kalau ternyata lo itu abangnya, waktu gue tau lo abangnya gue seneng banget bisa deket sama dia apalagi lo selalu ngasih ijin sama gue, dan sekarang gue harus ngasih tau ke kalian semua karena bentar lagi gue bakal berangkat ke luar negeri gue mau kuliah disana, gue gak masalah kalau lo sama Keisha marah sama gue karena gue tau ini emang salah gue yang jelas gue bener-bener minta maaf atas perbuatan gue" Keisha tak bisa menahan tangisnya karena selama ini Revan menyimpan perasaan untuknya, Keisha juga kaget ketika mendengar bahwa Revan akan kuliah di luar negeri.


"Kak Revan mau kuliah diluar negeri?"tanya Keisha membuat Revan tersenyum lalu mengangguk.


"Iya sebentar lagi gue bakal ke bandara, dan mungkin hari ini adalah hari yang tepat buat gue bilang semuanya ke elo dan Regal Kei, dan mungkin ini juga hari terakhir gue ketemu sama lo dan Regal" Regal menatap Revan dengan tatapan dinginnya.


"Bagus kalau emang lo bakal kuliah di luar negeri, karena gue takut kalau lo ada disini lo bakal nyakitin Keisha lagi, karena gue ngerasa lo gak ada bedanya sama Deven"ucapan Regal membuat Revan mendadak terdiam dan Keisha mendelik.


"Abang gak boleh ngomong gitu!"pekik Keisha membuat Regal terdiam sementara Revan tersenyum tipis.


"Yaudah deh gue pamit ya, Kei lo jaga diri baik-baik ya lo harus janji sama gue kalau lo gak boleh nakal lo harus nurut sama perkataan abang-abang lo demi kebaikan lo ya" air mata Keisha semakin mengalis ketika mendengar ucapan Revan yang ingin pergi.


"Kak Revan jangan pergi"lirihnya membuat Revan tersenyum dan memegang pipi Keisha.


"Gue pergi sebentar kok Kei nanti setelah selesai kuliah gue bakal balik lagi kesini, udah gak usah nangis lagi, gue sayang sama lo Kei"ucap Revan sembari menghapus air mata Keisha dan tersenyum, kemudian tatapnya beralih pada Regal yang membuang wajahnya.


"Gal, lo sukses terus ya disini, gue gak bakal lupain lo karena lo adalah sahabat terbaik gue yang pernah gue kenal, dan lo harus tetep jaga diri lo"ucap Revan yang hanya diangguki Regal, kemudian Revan tersenyum lalu berjalan pergi menjauh dari mereka, setelah menghilang Keisha langsung memeluk Regal dan menangis sejadi-jadinya.


"Abangg"ucap Keisha yang masih menangis dipelukan Regal sementara Regal mengelus pundaknya.


"Udah gak usah nangis Kei, kamu gak pantes nangisin cowok kayak dia" Keisha melepaskan pelukannya.


"Abang kak Revan itu punya alasan kenapa gak bilang sama kita dari awal kenapa abang masih gak ngerti sih, dia emang salah bang tapi dia udah berusaha minta maaf dan ngasih tau semuanya sama kita, bang maafin kak Revan, kak Revan itu sahabat bang Regal masa iya bang Regal tega sama dia, dan sebentar lagi kak Revan bakal berangkat bang, abang Keisha mohon maafin kak Revan, kalau boleh jujur Keisha juga sayang sama kak Revan selama ini, Keisha mohon bang ayo kita ke bandara, Keisha mau ketemu sama kak Revan, abang sayang kan sama Keisha? kalau abang gak mau maafin kak Revan dan ke bandara sekarang Keisha gak mau ngomong lagi sama abang, Keisha gak bakal mau makan, dan Keisha bakalan nangis terus"ucap Keisha panjang lebar membuat Regal sontak menatapnya.


"Kei kamu jangan berlebihan"ucapnya membuat Keisha mendelik.


"Abang, abang kenapa sih?! coba bang Regal ada diposisi kak Revan saat ini pasti abang juga bakalan gak tau harus betindak seperti apa, Keisha tau kalau kak Revan mau jujur sama kita dari awal tapi nggak bisa karena Deven yang duluan bilang kalau dia itu penggemar rahasia Keisha, bang ayo ke bandara Keisha mohon sama abang"ucap Keisha sembari kembali menangis membuat Regal tak tega melihat adiknya yang nangis seperti ini, Regal tak menjawab ucapan Keisha ia memilih untuk terdiam ia berfikir bahwa ucapan Keisha dan Revan tadi ada benarnya, Regal tidak boleh egois walaupun begitu Revan adalah tetap sahabatnya selama ini, kemanapun dan dimanapun Revan selalu ada untuknya, setelah lama terdiam Regal pun menatap Keisha.


"Ayo sekarang kita ke bandara"ucap Regal membuat Keisha menatap Regal dan tersenyum kemudian Regal menarik tangan Keisha menuju mobilnya, setelah itu Regal menancapkan gasnya menuju bandara.


******


Setelah beberapa menit mereka terkena macet di jalan akhirnya Regal dan Keisha telah sampai di bandara, kemudian mereka berlari untuk mencari Revan, Keisha sangat gelisah ia takut jika Revan sudah berangkat, namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat Revan yang tengah berbicara dengan kedua orang tuanya membuat Regal melakukan hal yang sama, kemudian Keisha berlari sembari memanggilnya.


"Kak Revann!"pekik Keisha membuat Revan menoleh dan mendelik setelah itu ia menghampiri Keisha dan Regal, saat sudah di depan mereka berdua Keisha langsung memeluknya membuat Revan sedikit terkejut.


"Keisha juga sayang sama kak Revan"ucap Keisha membuat Revan tersenyum senang dan membalas pelukannya.


"Gue minta maaf ya Kei udah gak jujur sama lo selama ini" Keisha menggelengkan kepalanya sembari melepaskan pelukannya.


"Kak Revan gak salah kok" ucap Keisha membuat Revan tersenyum dan menatap Keisha lekat.


"Kei, lo mau janji satu hal sama gue?" Keisha menatap Revan.


"Apa kak?"


"Janji ya Kei, kamu harus jaga hati kamu buat aku, dan aku juga janji bakal jaga hati aku buat kamu"ucap Revan yang mengubah kosakatanya menjadi aku kamu membuat Keisha tersenyum malu mendengarnya.

__ADS_1


Keisha mengangguk.


"Keisha janji kak bakal jadi hati Keisha buat kak Revan"ucap Keisha membuat Revan tersenyum.


"Kamu baik-baik disini ya Kei, kalau kamu kangen atau gimana kamu bisa chat aku, dan kalau aku ada waktu aku bakal videocall kamu oke? jangan nakal ya kamu harus nurut sama abang-abanh kamu, jangan nangis juga" Keisha tersenyum lalu mengangguk.


"Kak Revan juga baik-baik disana ya, makan yang teratur juga, kalau ada apa-apa jangan lupa hubungin Keisha, inget jangan genit sama cewek-cewek bule disana" Revan terkekeh mendengar ucapam Keisha lalu mengangguk.


"Iya Keisha cantik"ucapa Revan sembari mengelus kepala Keisha yang membuat Keisha tersenyum malu atas perlakuan Revan. Setelah itu tatapan Revan beralih pada Regal yang menatapnya, Revan mendekatinya.


"Gue min-"belum selesai Revan menyelesaikan kalimatnya, Regal langsung memeluknya.


"Gue udah maafin lo Van, gue ngerti sekarang, gue minta maaf tadi udah ngomong gitu sama lo" Revan tersenyum lalu melepaskan pelukannya.


"Lo gak usah minta maaf Gal bukan salah lo juga"ucap Revan sembari terkekeh.


"Lo jaga diri baik-baik disana Van, jangan lupa lo hubungin gue terus, sukses deh intinya lo" Revan tersenyum lalu mengangguk.


"Thanks Gal, lo juga ya sukses terus, dan lo juga harus jaga kesehatan" Regal mengangguk.


"Ee..em Gal gue boleh kan ee..-"ucap Revan yang terbata-bata membuat Regal yang mengerti pun mengangguk.


"Lo boleh kok pacaran sama Keisha tapi dengan syarat lo gak boleh nyakitin dia" Revan mendelik senang kemudian kembali memeluk Regal.


"Makasih banyak Gal, iya gue janji gak akan nyakitin Keisha"ucap Revan yang sangat kesenangan membuat Regal terkekeh dan Revan pun melepaskan pelukannya dan ikut terkekeh, sementara Keisha tak bisa menghilangkan senyumannya saat ini karena ia merasa sangat senang walaupun disisi lain dia juga sedih karena Revan akan pergi jauh yang membuat mereka harus LDRan.


Tiba-tiba pengumuman untuk keberangkatan pesawat terdengar membuat Revan sontak menatap ke arah Revan dan Keisha.


"Gue pamit ya Gal" Regal tersenyum lalu mengangguk.


"Safe flight bro"ucap Regal sembari bertos ala laki-laki dengan Revan, setelah itu tatapannya beralih ke arah Keisha.


"Kei, aku pamit ya, inget jaga diri baik-baik" Keisha tersenyum dan mengangguk.


"Pasti kak, kak Revan gak usah khawatir" Revan menggangguk kemudian mendekatkan bibirnya ke kening Keisha membuat Keisha sedikit tersenyum ketika Revan mencium keningnya, setelah itu ia mulai berjalan jauh membuat Keisha melambaikan tangannya.


"Safe flight kak!"pekiknya Keisha, membuat Revan mengacungkan jempolnya dan setelah itu Revan menghilang dari pandangan mereka.


Keisha memeluk Regal dan kembali menangis.


"Walaupun Keisha bahagia sekarang tapi Keisha tetap sedih bang karena kak Revan pergi jauh, Keisha jadi gak bisa liat dia" Regal terkekeh ketika mendengar ucapan Keisha.


"Udah ah gak usah cengeng, Revan nanti balik lagi kok, yaudah yuk sekarang kita pulang" Keisha melepaskan pelukannya lalu menghapus air matanya kemudian menganggukkan kepalanya, dan mereka pun berjalan bersama menuju parkiran.


.


.


.


.


.


***to be continued...


Jangan lupa vote dan komennya yaaa:)))


instagram


@velisateophania***


.


.

__ADS_1


....


__ADS_2