
Hari ini adalah pelajaran yang Keisha paling benci yaitu olahraga, entahlah apa yang membuat dirinya membenci pelajaran ini padahal sebenarnya olahraga bisa membuatnya lebih sehat tetapi ia malah membencinya karena alasan terlalu banyak ber-aktivitas.
Keisha yang baru saja mengganti pakaiannya menjadi pakaian olaharaga pun berniat untuk menyimpan pakaiannya di loker miliknya.
"Ck.. Kenapa mesti olga si malesin banget udah tau gue paling gak seneng"celetuk Keisha sembari membuka loker tersebut yang.. Kosong? Pikiran Keisha tertuju pada si penggemar rahasia itu ketika baru saja membuka lokernya yang kosong ini. Setelah melamun ia langsung menaruh bajunya dengan cepat dan kembali mengunci loker tersebut setelah itu dengan gerakan cepat ia menuju lapangan.
Keisha langsung duduk di pinggiran lapangan bersama Talitha membuat tiba-tiba Talitha menatap Keisha.
"Kei, lo udah ketemu sama penggemar rahasia lo itu?"tanya Talitha membuat Keisha menggelengkan kepalanya, jika kalian bertanya mengapa Talitha tahu, karena Keisha sempat bercerita dengannya saat itu dan pastinya dengan respon Talitha yang sangat amat heboh.
"Terus kalau semua abang lo tau, mereka gak berniat buat cari tau siapa gitu?"
"Mereka maunya juga gitu tapi gue tahan, gue gak mau, gue bilang biarin aja nanti juga tau sendiri gue"
Ting!
Ponsel Keisha tiba-tiba berbunyi membuatnya langsung mengambilnya di saku celananya dan membuka pesan tersebut yang ternyata dari nomor yang tidak ia kenal.
Selamat pagi, cantik.
- secret admirer
Pesan singkat itu membuat Keisha membulatkan matanya sejenak, sentah kenapa ia berfikiran bahwa penggemar rahasianya itu lelaki bukan perempuan, ia tak mengerti namun ia merasakannya. Keisha kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya ia tak berniat untuk membalasnya.
"Tapi tadi waktu ke loker, tumben banget loker gue kosong"
"Yakali gitu dia pagi-pagi ngasih lo sesuatu gila aja, emang terniat si"ucap Talitha membuat Keisha terdiam sejenak.
"Tapi waktu itu dia sempat loh ngasihnya pagi banget waktu gue dateng pagi, gue kan belum ngerjain tugas tuh gara-gara buku gue diloker"ucap Keisha membuat Talitha menaikkan kedua bahunya.
Tiba-tiba mata Talitha terarah pada Regal yang berjalan menghampiri mereka ia mendelik hebat.
"Subhanallah, sumpah dah"ucapan Talitha membuat Keisha menatap Talitha.
"Napa si?" Talitha sedikit meremas tangan Keisha membuatnya meringis.
"Awww, sakit Tal lo kenapa sih"ucap Keisha membuat Talitha tetap menggerak-gerakkan tangan Keisha membuat Keisha sedikit kesal dan menatap kearah tatapan Talitha berada, ia menghembuskan nafasnya dan menatap nya malas dikala ternyata tatapannya itu tertuju pada abangnya yang tengah berjalan santai ke arahnya.
"Gue kira apaan, lo mah suka banget kayak gitu bikin kaget"ucap Keisha yang berakhir Regal tiba di hadapannya.
"Nanti temen abang ada yang ngadain birthday party gitu, kamu mau ikut?"ucapan Regal membuat Talitha mendelik.
"Pasti selesainya malem kan? Gak deh bang Kei lagi males aja"ucap Keisha, kemudian mata Regal beralih pada Talitha yang tengah terdiam karena ia hanya ingin menjaga sikapnya jika sudah berhadapan dengan Regal.
Setelah lama melirik Talitha akhirnya Regal kembali menatap Keisha.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu abang ke kelas dulu, kamu jangan lupa makan terus jangan terlalu capek"
"Jadi abang kesini cuman karena itu doang?"tanya Keisha yang benar-benar bingung dengan abangnya ini.
Regal menganggukkan kepalanya dan langsung melenggang pergi menuju kelasnya, membuat Keisha menghembuskan nafasnya.
"Tal tau gak si, kadang gue bener-bener gak paham sama jalan pikirannya abang-abang gue tuh"ucap Keisha sembari melihat Talitha yang masih terdiam membuat ia sedikit berdecak.
"Ck..Talitha lo dengerin gue gak si!"ucap Keisha yang kesal membuat Talitha langsung tersadar dan menatap Keisha seraya menyengir.
"I..iya denger kok Kei" Keisha menatap Talitha malas.
"Hm, coba aja ya bang Regal tuh ngajakin gue ke birthday party temennya haduh kayaknya asik tuh dijadiin bahan omongan satu sekolahan"ucap Talitha yang diakhiri dengan tawaan sedangkan Keisha tak menghiraukannya karena masih kesal dengan Talitha, ia lebih memilih melihat anak lelaki yang sedang bermain basket.
Pandangan Keisha terus menatap ke arah lelaki yang sepertinya ia kenal beberapa kali ia terus bertemu dengannya, dan ternyata mereka satu olahraga, dan tak terasa hingga pandangan mereka bertemu.
Satu detik.. Dua detik.. Tiga detik.. Keisha tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain sedangkan lelaki itu menampilkan senyum tipisnya dan melanjutkan bermain basket bersama teman lainnya.
"Kei, gue bosen" Talitha menampilkan wajah cemberutnya di hadapan Keisha membuat Keisha menarik bibirnya yang sengaja dimajukan, sedangkan Talitha ia terpekik ketika Keisha menarik bibirnya membuat ia memukul tangan Keisha, Keisha hanya tertawa dan segera melepaskannya.
"Ih Keisha mah narik tiba-tiba gue kaget tau"ucap Talitha membuat Keisha terkekeh.
"Lagian lo sih siapa suruh tu manyun-manyun" Talitha kembali cemberut dan secara paksa menarik tangan Keisha membuatnya sedikit terkaget.
"Gue bosen Kei kita kantin yuk jugaan gurunya gak ada" Keisha hanya menghela nafas dan mengikuti Talitha saja. Sesampai di kantin entah kenapa mereka menjadi sorotan seniornya mungkin saja karena baru mereka saja adek kelas yang ke kantin saat perlajaran sedang berlangsung. Saat mereka berdua melewati meja yang berisi segerombolan lelaki, salah satu darinya memberhentikan langkah mereka.
Keisha menoleh.
"Ada apa ya kak?"
"Masalah gue sama lo belum selesai ya"ucapan Vado membuat Keisha tertegun sejenak.
"Emang gue ada salah apasih kak sama lo? Gue bener-bener gak paham"
"Gue tau, lo kan yang dulu ngadu ke BK kalo kita ngerokok sama minum-minum ditaman belakang? Lo sama abang lo emang itu sama aja ya sama-sama pengadu, sama-sama cupu"ucap Vado yang seraya beranjak dari duduknya dan mulai mendekati Keisha, sementara Keisha yang terdiam begitu juga dengan Talitha yang tidak bisa berkutik karena takut, Vado mencengkram kuat pipi Keisha membuatnya hanya bisa menahan rasa sakit.
"Gue gak akan segan-segan nyakitin lo karena apa yang pernah lo perbuat sama gue, gue bakal bales itu gak peduli mau lo cewek atau cowok sekalipun"ucap Vado yang masih mencengkram kuat pipi Keisha membuat Keisha ingin menangis saat ini juga.
"Kak gue mohon lepasin, gue sama sekali gak pernah ngadu apapun tentang lo jadi tolong"ucap Keisha yang memohon sedangkan Vado tersenyum sinis ke arahnya.
"Lo gak usah bohong, jelas-jelas gue sempat liat lo yang baru aja keluar dari ruang BK saat itu"ucap Vado yang semakin menguatkan cengkramannya membuat Keisha merasa tak kuat pun sampai-sampai mengeluarkan air matanya.
bugh..
"Brengsek lo! beraninya cuman ngelawan cewek doang" Regal yang secara tiba-tiba datang entah darimana ia langsung menonjok Vado begitu saja membuat cengkramannya terlepas dan Keisha menghela nafas sembari memundurkan langkahnya, sedangkan Vado yang tersungkur atas perbuatan Regal secara tiba-tiba pun menampilkan senyum sinisnya.
__ADS_1
"Kenapa mesti lo sih yang dateng? Gue udah gak ada urusan apa lagi ya sama lo" Regal tersenyum miring.
"Urusan adek gue urusan gue juga, Kenapa? Lo takut?"tanya Regal dengan nada remehnya membuat Vado ingin sekali memukulnya.
"Oh jadi lo nantangin"ucap Vado yang ingin saja mendaratkan tonjokannya ke wajah Regal tetapi ia bisa menahannya.
"Jadi lo yakin mau berantem sama gue? Lo inget? berapa kali lo kalah lawan gue, dan lo masih belum kapok? atau mau gue buat lo sampai masuk rumah sakit? oke siapa takut gue bisa kok"ucapan Regal membuat Keisha menarik tangannya karena melihat suasana kantin ini menjadi ramai dan menegangkan.
"Bang udah gak usah diladenin, lagian Kei gak papa kok, udah ayo kelas"ucap Keisha yang membuat Regal menggelengkan kepalanya.
"Abang harus selesain ini dulu Kei, dia bener-bener nantangin abang banget"
"Udah bang, inget kata bunda, bunda gak mau liat abang babak belur lagi kayak dulu karena berantem, udah mending kita ke kelas aja"ucap Keisha yang menarik paksa Regal keluar dari kerumunan diikuti Talitha yang berada di belakangnya, sedangkan Regal, ia hanya bisa pasrah mengikuti tarikan adiknya ini sembari berusaha meredam emosinya, kalau saja Keisha tidak mencegatnya sudah dipastikan Vado akan habis ditangannya saat itu pula. Sedangkan Vado masih menatap kepergian Regal dengan sinis, demi tuhan Vado mempunyai dendam padanya.
Regal membawa Keisha ke UKS padahal Keisha sudah bilang padanya bahwa Keisha tidak apa-apa tetapi Regal tetap memaksa membuat mau tidak mau Keisha hanya mengikutinya saja, diruang UKS hanya ada dirinya, Regal dan juga Talitha.
"Bang ini tuh gak kenapa tau, apa yang harus diobatin coba" Regal meneliti setiap inci wajah Keisha membuat Regal menghela nafasnya ketika melihat didekat pipi Keisha yang memerah, Regal harus membalas ini semua, berani-beraninya Vado melukai adiknya ini.
"Seharusnya Kei tadi biarin abang aja sampai bikin dia babak belur"ucap Regal yang benar-benar menatap Keisha dengan lekat, Keisha menggelengkan kepalanya.
"Keisha cuman gak mau liat bang Regal babak belur lagi"ucap Keisha yang terlihat bahwa ia sangat khawatir jika itu sampai terjadi, membuat Regal menampilkan senyuman tipisnya, percayalah walaupun tipis bisa membuat Talitha mendelik kaget.
"Itu pipi kamu sampai merah gitu, abang minta maaf karena datengnya telat pas kamu udah disakitin sama Vado, pasti sakit kan?"
Keisha tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Ngga kok bang aku jujur aku gak papa" Regal beranjak dari duduknya mengambil sesuatu di lemari UKS lalu di berikan pada pipi Keisha yang memerah akibat cengkraman kuat dari Vado.
"Hm Kei maaf ya gue gak sempet bantuin lo karena jujur gue juga takut"ucap Talitha yang tiba-tiba membuka suaranya dengan wajah yang merasa bersalahnya.
Keisha dan Regal menatapnya.
"Ngga kenapa Tal, seenggaknya lo lagi bareng sama Keisha" bukannya Keisha yang menjawab malah Regal yang menjawab perkatannya membuat rasanya nafasnya tercekat ia berusaha untuk tersenyum dan bersikap biasa.
Setelah selesai, Regal mengantar Talitha dan Keisha ke kelasnya karena Regal takut jika Vado lagi-lagi datang saat tidak ada dia.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa vote dan komennya:))