
empat tahun kemudian...
Keisha menggerutu kesal ketika melihat pesannya belum dibalas oleh Revan dari kemaren, membuat Regal yang tengah duduk disebelahnya pun menatapnya.
"Kenapa sih?" Keisha sontak menoleh.
"Chat bang Regal ada di bales sama kak Revan gak?" Regal menggelengkan kepalanya membuat Keisha mendesah pelan.
"Kenapa Kei?"
"Itu dari kemaren kak Revan gak bales chat aku"
Regal menatap Keisha.
"Udah gak usah gelisah gitu kali aja dia lagi sibuk kan" Keisha sontak menekuk wajahnya.
"Nunggu lagi 2 bulan lama banget rasanya bang, Keisha gak sabar ketemu kak Revan"ucap Keisha membuat Regal terkekeh.
"Ya sabar aja 2 bulan bentar kok Kei, oh iya nanti kamu ikut abang sama Talitha ke bandara ya"
Fyi, Talitha sama Regal udah jadian semenjak masuk ke universitas, dan mereka sudah menjalin hubungan selama 3 tahun lebih.
Keisha mengerutkan keningnya.
"Ih ngapain?"
"Udah ikut aja, abang mau jemput temen abang yang lagi diluar negeri" Keisha mengerutkan dahinya.
"Sejak kapan abang punya temen bule?"
"Kamu mana tau Kei" Keisha mengendus.
"Gimana Keisha mau tau bang, abang aja gak pernah cerita apapun sama Keisha" Regal terkekeh.
"Iya-iya deh" Keisha kembali memainkan ponselnya namun beberapa menit kemudian Keisha kembali menatap Regal.
"Ke bandara jam berapa bang? soalnya nanti Keisha ada tugas yang harus Keisha kerjain" Regal menatap Keisha.
"Jam 2, bentar doang kok, ngerjainnya bisa nanti" Keisha menghembuskan nafasnya.
"Kenapa mesti ngajak Keisha juga sih kan udah ada Talitha" Regal menatap Keisha datar.
"Udah gak usah bawel" Keisha berdecak kesal kemudian ia beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya.
Sementara disisi lain terlihat Revan tersenyum senang ketika melihat tiket pesawat tersebut sudah ada ditangannya. Revan ingin memberi Keisha surprise jadi ia balik ke Indonesia hari ini bukan dua bulan seperti yang Revan bilang kepada Keisha, dan lagi pula mana bisa ia menunggu selama itu karena dirinya sangat amat merindukan Keisha.
****
Keisha sedari tadi merasa tak semangat, hari ini adalah hari yang melelahkan untuknya apalagi Regal yang mengharuskan dirinya untuk ikut ke bandara bersama Regal.
"Temen abang cewek cowok?"tanya Keisha membuat Regal menoleh.
"Cowok lah, kalau cewek gak mungkin abang ngerepotin diri buat jemput, lagian nanti Talitha marah lagi" Talitha yang nerada di sebelah Regal pun tersenyum malu ketika mendengar ucapan Regal.
"Ngga kok kak Talitha gak bakal marah" mendengar ucapan Talitha yang sok manis membuat Keisha mencibir, Talitha yang melihatnya pun mendelik ke arah Keisha.
"Aku masih gak ngerti kenapa bang Regal ngajakin aku buat jemput temen abang, atau jangan-jangan abang sengaja ngajak Keisha ya, abang mau jodohin Keisha sama dia? sama bule? Astaga abang, Keisha udah punya pacar bang, walaupun kak Revan gak bule tapi Keisha lebih suka dan sayang sama dia, plis deh bang kok abang jahat sih sama kak Revan"cerocos Keisha yang membuat Regal sontak menatapnya dengan tatapan datar, sementara Talitha menggelengkan kepalanya.
"Pedenya warbyasah"celetuk Talitha membuat Keisha menatapnya dengan tatapan sinis, sementara Regal masih menatap ke arah Keisha.
"Kebiasaan deh suka banget ngomong ngasal gitu, lagian ngapain abang mau ngenalin kamu sama dia, dan abang juga yakin dia gak mau sama cewek manja kayak kamu" Keisha mendelik mendengar ucapan Regal, sementara Talitha yang berada di belakang hanya bisa cekikikan.
"Kok abang jahat banget sih"ucap Keisha sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya, membuat Regal hanya terkekeh kecil melihat reaksinya.
Sedari tadi Keisha hanya bisa menghela nafasnya, ia melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah satu jam mereka menunggu namun orang yang ditunggu oleh Regal itu tak kunjung datang.
"Abangggg, kok kama banget sihh Keisha capek nih nunggu, udah tau kalau nunggu lama itu gak enak, lagian temen abang nyusahin banget kenapa gak suruh keluarganya aja yang jemput"rengek Keisha sembari menggoyang-goyangkan tangan Regal, sementara Regal tak menggubris ucapan Keisha melainkan menyipitkan matanya ketika melihat orang yang ia tunggu-tunggu datang, Regal langsung beranjak dan tersenyum senang membuat Keisha mengerutkan dahinya.
"Kenapa senyum sih bang" Regal menatap ke arah Keisha.
"Itu temen yang abang maksud dari tadi udah datang"ucap Regal membuat Keisha sontak menatap ke arah orang itu dan mendelik hebat.
"Kak Revann?!!!!"pekiknya sembari berlari dan memeluknya membuat Revan pun terkekeh melihat tingkah Keisha, dan dirinya pun membalas pelukan dari Keisha.
"Aku kangen banget kak"ucap Keisha yang memeluk Revan sangat erat membuat Revan tersenyum.
"Aku juga kangen banget sama kamu Kei"ucap Revan membuat Keisha langsung melepaskan pelukannya namun tidak bisa menghilangkan senyuman bahagianya.
"Kak Revan kenapa gak bilang sih kalau baliknya sekarang, udah gitu kak Revan gak balas chat aku lagi dari kemaren, ya aku kan jadi takut" mendengar ucapan Keisha membuat Revan terkekeh gemas kemudian mengelus puncak kepala Keisha.
"Kalau aku kasih tau kamu bukan surprise dong Kei, aku minta maaf ya gak balas chat kamu" Keisha tersenyum lalu mengangguk.
"Gak masalah, yang penting sekarang kak Revan udah disini" ucap Keisha membuat Revan langsung merangkul Keisha dan Keisha memeluk pinggangnya. Sementara Regal mendekati mereka dan menatap Keisha dengan tatapan jahilnya.
"Oh jadi temen abang ini yang kamu bilang tadi nyusahin abang?"tanya Regal dengan senyum jahilnya membuat Keisha mendelik ke arah Regal
"Ih nggak gitu, lagian bang Regal gak bilang kalau ternyata temen abang itu kak Revan, ya kan Keisha mana tau"ucap Keisha membuat Regal dan Revan terkekeh, kemudian pandangan Keisha beralih pada satu gadis yang berada di belakang Keisha, gadis itu tersenyum kepadanya membuat Keisha pun tersenyum tipis padanya.
"Oh iya, Gal, Kei, Tal, kenalin ini Nara temen sekampus gue disana, kebetulan dia juga orang Indonesia jadi kita barengan aja pulangnya" Nara tetap terdiam pandangannya hanya terfokus pada satu titik yaitu Regal, setelah lama menatap Regal ia pun tersenyum ke arah Keisha, Regal dan juga Talitha.
"Oh iya Nar, ini Keisha pacar gue, terus ini Regal abangnya Keisha, dan sebelah Regal itu Talitha sahabatnya Keisha dan pacarnya Regal"ucap Revan membuat Nara sedikit terkejut ketika mengetahui bahwa gadis yang berada di sebelah Regal itu adalah kekasihnya, baru saja Nara ingin mendekatinya karena jujur Nara sangat suka padanya.
"Lo kerumah gue dulu ya Van, gak papa kan?"tanya Regal membuat Revan mengangguk.
"Gak papa kok, lo ikut juga ya Nar lo lagi gak buru-buru kan?"tanya Revan membuat Nara yang tersadar pun menggelengkan kepalanya.
"Engga kok Van" Keisha mengangguk.
"Yaudah kak Nara ikut kita aja" Nara tersenyum lalu mengangguk.
*****
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Keisha mereka berlima pun langsung masuk ke dalam rumah.
"Kak Nara sama kak Revan duduk dulu ya Keisha mau ke atas sebentar" Nara dan Revan hanya mengangguk kemudian Keisha berjalan menuju lantai atas menyusul Regal dan Talitha yang sudah lebih dulu berjalan.
Nara menatap takjub ketika melihat seisi rumah Keisha yang bisa dibilang sangat rapi dan mewah ini, apalagi ketika matanya terhenti pada satu foto besar yang memperlihatkan keluarga Keisha disana dan Nara tak bisa berhenti untuk mendelikkan matanya.
"Gilaaa, ganteng-ganteng bangett"seru Nara membuat Revan yang mendengar pun menghampirinya dan terkekeh.
"Gue udah nebak lo pasti bakalan kaget ngeliat foto itu" Nara menoleh lalu mengangguk.
"Ini Keisha emang anak cewek sendirian?" Revan mengangguk.
"Gils enak banget pasti"
"Menurut lo mungkin iya tapi nggak buat Keisha, dia selalu ngeluh ke gue karena abang-abangnya yang posesif banget sama dia" Nara mengangguk.
"Mereka semua udah kerja atau masih kuliah?"
"Abang pertama Keisha namanya Marcell dia itu udah megang perusahaan ayahnya dari Keisha dan Regal masih SMA sampai sekarang sih setau gue dan katanya juga dia udah mau nikah, terus abang kedua Keisha namanya Michael dia dulu kuliahnya di bagian hukum dan sekarang gue gak tau dia kerjanya apa, abang ketiga Keisha namanya Adrian dia masih kuliah sih dan bentar lagi dia bakal tamat, dia kuliah jurusan arsitek, dan yang keempat itu Regal dia kuliah jurusan seni" Nara masih takjub ketika mendengar ucapan Revan.
"Terus Keisha?"
"Keisha dan Talitha kuliah jurusan desainer baju, karena nanti mereka bakal nerusin butik punya bunda nya Keisha" Nara mengangguk mengerti.
"Terus bokap mereka?"
Revan terdiam sejenak.
"Ayah mereka udah lama gak ada gue juga gak tau udah berapa lama" Nara mendelik.
"Yaampun sorry Van gue gak tau" Revan terkekeh.
"Santai aja Nar" Nara mengangguk dan kembali menatap foto itu smebari tersenyum saat pandangannya terarah pada Regal, Revan yang mengerti pun menatap Nara.
"Gue tau, diantara mereka berempat yang bikin lo menarik itu Regal kan?" Nara sontak mendelik.
"Kok lo tau sih?!"
Revan terkekeh.
"Walaupun mereka berempat ganteng semua tapi kebanyakan orang pasti bakal milih Regal, gue juga gak ngerti kenapa, karena dari SMP sampai SMA Regal emang populer disekolahannya" Nara tersenyum.
"Gak usah diraguin kalau itu"ucap Nara yang diakhiri dengan kekehan.
"Tapi lo gak boleh punya perasaan lebih ya sama dia, lo gak boleh jadi PHO karena Regal udah punya pacar sekarang" Nara tersenyum tipis.
"Iya gue tau" Revan mengangguk.
"Talitha emang sedekat itu ya sama keluarga Keisha?" Revan mengangguk lagi.
"Dekat banget, bahkan kedua orang tua mereka saling kenal dari dulu makanya tante Karina bundanya Keisha nyuruh Talitha bantuin Keisha buat ngurusin butiknya nanti" Nara menganggukkan kepalanya, kemudian pintu utama terbuka membuat mereka berdua sontak menoleh ke arah pintu.
"Assalamualaikum"sapa Adrian yang baru saja datang sembari melepaskan sepatunya, Adrian terkejut ketika melihat Revan yang ada disana membuat dirinya langsung menghampirinya.
"Baik kok Yan, lo apa kabar?" Adrian terkekeh..
"Baik juga" ucap Adrian membuat Revan mengangguk.
"Oh iya Yan kenalin ini Nara temen sekampus gue kebetulan dia juga dari Indonesia jadinya balik bareng gue tadi"ucap Revan membuat Adrian tersenyum pada Nara dan mengulurkan tangannya.
"Adrian, abangnya Keisha" Nara tersenyum dan menerima uluran tangannya.
"Nara kak"ucap Nara yang kemudian langsung melepaskan uluran tangan Adrian, Adrian tersenyum.
"Eh Keisha mana?"
"Tadi sih bilangnya ke atas sebentar" Adrian membulatkan mulutnya.
"Yaudah kalian duduk dulu ya gue mau ke atas dulu mau ganti baju"ucap Adrian membuat mereka mengangguk dan kemudian melenggang pergi dan berpapasan dengan Keisha yang baru saja turun.
"Eh ada bang Rian, mana oleh-oleh Keisha?" Adrian menaikkan satu alisnya.
"Oleh-oleh your eyes" ucap Adrian yang langsung melenggang pergi, sementara Keisha mengerutkan dahinya.
"Your eyes?"tanyanya pelan dan disaat ia sudah mengerti pun memekik.
"Kalau gak bisa bahasa inggris gak usah sok-sok an deh!"pekiknya, namun Keisha langsung menutup mulutnya karena ia baru sadar ada Revan dan Nara disini membuatnya menyengir kuda ke arah mereka berdua.
"Oh iya bentar lagi bunda datang kak katanya mau ngajakin makan malam bareng, kak Revan bisa kan?" Revan mengangguk.
"Bisa kok Kei" Keisha tersenyum lalu mengangguk kemudian tatapanya beralih pada Nara.
"Kak Nara ikut makan malam bareng kita yaa, sekalian katanya bunda mau kenalan sama kakak" Nara tersenyum.
"Emang gak papa Kei?" Keisha terkekeh.
"Gak papa kok kak kan udah Keisha yang ngajakin" Nara pun tersenyum lalu mengangguk.
"Iya deh Kei"
Makan malam pun tiba, Nara masih agak canggung karena baru saja mengenal keluarga Keisha, Nara bisa menilai bahwa bunda Keisha itu sangat baik, ramah, dan murah tersenyum sama seperti Keisha, ia hanya bisa terdiam apalagi ketika melihat abang Keisha yang sangat lengkap disini, entahlah ia seperti berada di surga saat ini.
Karina tersenyum ke arah Nara.
"Nara makannya yang banyak ya, kebetulan tante masaknya banyak"ucap Karina membuat Nara tersenyum lalu mengangguk.
"Iya tante" demi apapun dikelilingi cogan seperti ini membuat Nara kehabisan oksigen ia sedikit sulit untuk benafas. Nara juga belum mendengar suara dari abang kedua dan abang pertama Keisha karena mereka sangat fokus terhadap makanan mereka.
"Gimana sama kuliah kamu Van?"tanya Karina membuat Revan sontak menatapnya.
"Baik kok tan" Karina tersenyum lalu mengangguk.
__ADS_1
"Tetap jaga diri ya Revan karena itu juga negara orang" Revan mengangguk.
"Iya bunda"
Setelah mereka selesain makan, Talitha berpamir untuk pulang duluan sementara Keisha membantu bunda mencuci piringnya, Nara sebenarnya ingin membantu namun Keisha melarangnya ia menyuruh Nara agak duduk di ruang tamu bersama keempat abangnta dan juga Keisha, disini lah Nara berada ia masih terlihat sangat canggung karena duduk diantara keempat abang Keisha, Nara sengaja berpura-pura memainkan ponselnya agar ia tidak gugup tapi tetap saja Nara tidak bisa menghilangkan kegugupannya, salah satu mereka sama sekali tidak ada yang membuka suaranya, mereka berempat sibuk dengan pekerjaan mereka termasuk Revan yang sangat serius memainkan ponselnya membuat Nara menghela nafasnya, Saat Nara menghela nafas semua tatapan tertuju padanya membuat Nara menegang setelah itu mereka kembali sibuk dengan kegiatan mereka, kalau Nara berada disini lebih lama mungkin ia akan pingsan mendadak atau mungkin juga ia akan mati mendadak sekarang juga.
Nara mengheka nafas lega ketika melihat Keisha yang akhirnya menghampirinya sembari tersenyum.
"Sini deh kak ada yang mau aku tanyain"bisik Keisha membuat Nara mengangguk setuju, dan mungkin ini lebih baik agar Nara bisa menjauh dari keempat abang Keisha, Keisha tersenyum dan membawa Nara ke kamarnya.
"Sumpah Kei gue hampir aja mati mendadak kalau nggak lo yang tiba-tiba dateng" Keisha tertawa ketika mendengar ucapan Nara.
"Abang Keisha ya yang buat kak Nara hampir mati mendadak?" Nara mengangguk mantap.
"Iyaaa Kei astaga abang-abang lo itu punya apa sih bisa banget bikin gue gugup gitu" lagi-lagi Keisha tertawa, namun Nara menatapnya dengan tatapan serius.
"Lo mau nanya apa Kei?" Keisha mendekat ke arah Nara dan duduk di hadapannya sembari tersenyum.
"Kak Revan pernah cerita tentang Keisha gak ke kakak?" Nara berfikir sejenak lalu mengangguk.
"Sering banget Kei, sampai gue mikir dia itu gak punya temen apa ya karena apa-apa itu curhatnya ke gue" Keisha tertawa.
"Kak Revan cerita apa aja?"
"Hmn dia bilang kalau lo itu pacar dia, dia juga bilang sama gue dia pacaran sama lo waktu dia mau berangkat ke luar negeri, terus beberapa hari kemaren dia itu selalu bilang gini 'aduh Nar gue kapan pulangnya sih gak sabar ketemu sama Keisha gue' bayangin aja Kei dia ngomong itu tiap hari sama gue sampai gue itu bosen dengarnya, gue juga gak ngerti dia sadar atau gak udah ngomong itu terus ke gue" Keisha semakin tertawa ketika mendengar ucapan Nara apalagi ketika melihat eskpresi Nara yang terlihat malas itu.
"Kak Revan pernah deket sama cewek disana?" Nara sontak menggeleng.
"Dia gak deket sama siapa-siapa Kei kalau cewek ya cuman gue aja itu pun dia datangin gue kalau dia mau curhat aja dan isi curhatan dia ya tentang elo aja Kei, dia bener-bener fokus sama pelajaran aja, dikelas pun dia jarang banget ngobrol pokoknya dia nempel sama buku aja deh, lo gak usah khawatir Kei walaupun gue baru kenal sama Revan, tapi gue yakin dia cowok yang baik buat lo, gue juga yakin hubungan lo sama dia pasti bakalan langgeng deh" Keisha tersenyum ketika mendengar perkataan Nara apalagi saat Nara memegang bahunya, Nara seperti meyakinkan perkataan itu.
"Keisha cuman mau nanya itu aja sih kak"ucap Keisha yang diakhiri dengan cengiran, sementara Nara terkekeh.
"Iya gak papa Kei, oh iya btw thanks ya makan malamnya, keluarga lo emang baik banget"ucap Nara sembari tersenyum membuat Keisha menganggukkan kepalanya.
Nara dan Keisha turun ke lantai bawah namun Keisha tidak melihat keberadaan Revan membuat Keisha bertanya kepada abangnya.
"Bang, kak Revan dimana?"
Michael menoleh.
"Taman belakang" Keisha mengangguk dan segera berjalan menuju taman belakang, Keisha tersenyum manis ketika mendengar Revan yang sedang bernyanyi Keisha tidak tahu bahwa Revan bisa bernyanyi. Keisha menghampirinya dan langsung duduk di sebelahnya membuat Revan sedikit terkejut dan langsung menghentikan nyanyiannya.
"Loh kok berhenti nyanyinya?" Revan hanya menyengir malu.
"Suara aku jelek Kei" Keisha tersenyum lalu menggeleng.
"Ngga kok suara kak Revan bagus, tadi Kei sempat dengerin" Revan tersenyum.
"Thanks Kei" Keisha mengangguk.
"Kak Revan?"panggil Keisha membuat Revan menoleh.
"Kenap-" belum saja Revan menyelesaikan perkataannya Keisha langsung mencium pipinya membuat Revan sedikit tersentak dan Keisha yang hanya tersenyum malu.
"I love you kak"ucap Keisha membuat Revan tersenyum senang dan langsung membawa Keisha ke dalam pelukannya.
"I love you too Keisha"
Keisha tak bisa menghilangkan senyumannya begitu juga dengan Revan.
"Kak Revan jangan pernah tinggalin Keisha ya karena selamanya Keisha mau sama kak Revan terus dan kak Revan jangan pernah bosen sama sikap Keisha juga yaa" Revan tersenyum lalu melepaskan pelukannya.
"Iya Kei aku bakalan selalu ada buat kamu, aku bakalan selalu jagain kamu, dan kita bakalan terus bersama Kei, selamanya"ucapan Revan membuat Keisha tersenyum senang, Keisha benar-benar sangat menyayangi Revan begitupula dnengan Revan yang sangat menyayangi Keisha.
"Janji?"ucap Keisha sembari mengulurkan jari kelingkingnya dan tersenyum.
"Iya janji"ucap Revan sembari menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Keisha membuat Keisha semakin tersenyum lebar. Setelah itu Revan mencium kening Keisha dan kemudian memeluknya membuat Keisha membalas pelukannya itu.
.
.
.
.
.
.
...-SELESAI-...
YEYY AKHIRNYA MY POSESIF BROTHERS SELESAI JUGA HEHE...
Jangan lupa vote dan komennya yaaa semuaaa makasihhhh...
love u all..
sampai ketemu lagi di cerita aku selanjutnya yaa...
@velisateophania
@diaryveli_
.
.
.
__ADS_1
.....