My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 7.


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa Keisha berjalan cepat dari koridor menuju kelasnya sedangkan Regal yang berada di belakangnya pun menggelengkan kepalanya akibat melihat Keisha yang sangat gelisah, sementara Keisha mendelik hebat ketika melihat abangnya yang bisa sesantai itu padahal mereka berdua sudah telat apalagi Keisha yang sangat takut karena koridornya sudah sepi, Keisha pun menghampiri abangnya.


"Ihh bang kok bisa-bisanya sih santai banget, kita itu udah telat loh dan telatnya itu bukan cuman 5 menit tapi setengah jam denger ya setengah jam, gawat nih aduh Kei gimana ya masuk kelasnya" Regal tersenyum tipis dan langsung menarik tangan adiknya yang masih sangat gelisah itu, Keisha itu kalau udah gelisah cuman bisa mondar-mandir sedangkan Regal yang tak bisa melihat itupun memutuskan untuk menariknya menuju depan kelasnya. Setelah itu Regal mengetuk pintu kelasnya beberapa kali, sedangkan Keisha mengumpat di belakang punggung Regal karena merasa takut jika dilihat oleh guru yang sedang mengajar di kelas, alasan mereka berdua telat hanya karena Keisha yang kesiangan.


Pintu kelasnya terbuka menampilkan wajah seorang guru yang menatap mereka berdua datar. Regal memasang senyum tipisnya.


"Pagi bu, maaf karena saya Keisha jadi terlambat tolong ijinkan dia masuk ke dalam kelas ya saya janji tidak akan membuat Keisha terlambat lagi bu"ucapan Regal membuat guru yang berada di depannya berpikir sejenak setelah itu menganggukkan kepalanya.


"Yasudah Keisha kamu silahkan masuk dan Regal kamu kembali ke kelas" Regal dan Keisha menganggukkan kepalanya, sebelum ia pergi Regal menatap Keisha.


"Kamu belajar yang bener ya Kei abang ke kelas dulu"ucap Regal yang diakhiri dengan senyuman, sedankan Keisha tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya, ia melangkahkan kakinya memasuki kelas ketika Regal sudah menjauh dari kelasnya.


Talitha menatap seolah bertanya pada Keisha, sedangkan yang ditatap hanya menaikkan kedua bahunya acuh yang membuat Talitha menghela nafasnya.


Baru saja Keisha ingin duduk, tiba-tiba bu Runi memanggilnya membuatnya sontak menoleh.


"Pr kamu mana? Ayo kumpulkan"ucap Runi membuat Keisha mendelik.


'******'Batinnya. Keisha langsung menatap tasnya dan mencoba mencari buku PRnya karena ia merasa tidak membawa buku tersebut sementara Talitha menatapnya dengan tatapan tak mengerti. Sementara Keisha yang menyerah karena buku PR nya tidak ia temukan di dalam tasnya pun menghela nafasnya dan menatap bu Runi dengan tatapan pasrahnya, sedangkan bu Runi menaikkan satu alisnya. 


"M..maaf bu buku PR saya ketinggalan di meja belajar"ucapan Keisha membuat bu Runi menghela nafasnya.


"Baru saja ibu tidak ingin menghukummu karena kamu baru saja telat tapi dengan kamu tidak mengumpulkan PR ibu jadi berubah pikiran, sekarang kamu keluar dari kelas dan hormat di depan tiang bendera sampai bel istirahat berbunyi"ucap bu Runi.


Keisha menelan salivanya ketika mendengar ucapan bu Runi yang terlontar, sedangkan Talitha menepuk pundaknya dan menatap Keisha sangat panik.


"Kenapa diam Keisha sekarang kamu jalankan hukuman yang ibu berikan"ucapan bu Runi membuat Keisha tersadar akan lamunannya dan langsung berjalan dengan malasnya menuju luar kelasnya.


Sesampai di depan tiang bendera ia menghela nafasnya menatap ke arah atas walaupun masih pagi tetapi tetap saja panas apalagi menunggu sampai istirahat dan yang perlu kalian tahu jam pelajaran bu Runi itu selama 3 jam.

__ADS_1


Keisha mulai berdiri menghadap ke arah tiang dan mulai hormat sembari menatap ke arah bendera yang berkibar diatas, mau tak mau Keisha harus menjalankan hukumannya toh ini juga kesalahannya sendiri, Keisha hanya tak ingin saja Regal sampai tau bahwa Keisha di hukum seperti ini pasti dia yang bakal menggantikan Keisha, Keisha tak ingin itu terjadi karena menurutnya ia selalu saja menyusahkan abangnya itu.


5 menit.


10 menit.


15 menit.


Sudah berlalu Keisha yang sedari tadi mengelap keringatnya yang mengalir dari keningnya itu, jujur hari ini cuacanya sangat amat panas walaupun ini masih pagi Keisha juga tak mengerti mengapa.


Tanpa sadar diujung sana ada seorang lelaki yang sedang menatapnya dari kejauhan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan kebetulan ia baru saja datang dari kantin, lelaki ini berniat untuk menghampiri Keisha yang sedang menjalani hukumannya dengan sesekali menghembuskan nafasnya. Lelaki itu menyodorkan sebotol air mineral di depan wajahnya membuat Keisha sedikit terkaget dan langsung menoleh ke arah lelaki tersebut sambil tersenyum kikuk, sedangkan yang di tatap seperti itu hanya tersenyum.


"Nih ambil buat lo gue tau lo haus"ucap Lelaki tersebut, namun Keisha menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya ke arah atas seraya hormat, sedangkan lelaki tersebut yang merasa di cuekin oleh Laika pun menarik tangannya yang sedang hormat dan menaruh paksa air mineral itu di genggamannya.


"Udah ambil aja"ucap Lelaki tersebut membuat Keisha tersenyum tipis. "Makasih" Lelaki itu tersenyum dam menganggukkan kepalanya dan pandangannya teralih pada arloji yang melekat di tangan kirinya setelah itu ia kembali menatap Keisha.


"Bentar lagi istirahat, mending sekarang lo ikut gue ke kantin sebelum kantin rame"ucapan Lelaki itu membuat Keisha langsung menggelengkan kepalanya.


"Ada apa?" Keisha menatap ke arah lelaki ini sambil menggelengkan kepalanya.


"Lo pergi deh gue mohon lo pergi sekarang, gue masih kuat kok gue harus jalanin hukuman gue sampai bel istirahat bunyi"ucap Keisha seraya mendorong pelan tubuh lelaki tersebut agar menjauh, tetapi bukannya menjauh ia menatap Keisha dengan tatapan bingung ia tak mengerti dengan gadis ini, sedangkan Keisha yang ditatap pun mengangkat air mineral yang ia berikan.


"Ini udah gue terima, thanks ya sekarang mending lo pergi, kalau lo mau tau alasannya nanti deh gue kasi tau kalau kita ketemu lagi, kalau gue kasi tau sekarang gawat gak bakal bisa karena waktunya bener-bener mepet"ucapan Keisha dan tatapan memohonnya membuat lelaki itu mengangguk mengerti dan mulai menjauh dari Keisha, sedangkan Keisha kembali seperti semula ia menatap ke arah atas sambil tangannya yang seperti hormat ia menunggu sampai bel istirahat berbunyi.


Sedangkan Regal yang baru keluar dari kelasnya menatap bingung ke arah bawah, ia sedikit menyipitkan kemudian mendelik dikala ia melihat adik nya sedang hormat di tiang bendera dengan wajah yang tidak bisa diartikan, Regal berlari menuju lapangan berniat untuk menghampiri Keisha dan bertanya bagaimana bisa ia sampai dihukum seperti ini.


Regal menepuk pundak Keisha membuat Keisha sedikit tersentam dan menurunkan tangannya.


"Kenapa bisa di hukum?"ucap Regal dengan wajah dinginnya, entah kenapa Regal tak suka bila ketika ada apa Keisha tak pernah cerita kepadanya, sedangkan Keisha yang ditatap pun hanya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Regal menyentuh bahu Keisha.


"Jawab abang Kei"ucap Regal dengan suara lembutnya, ia hanya tak ingin membuat adiknya merasa tak nyaman. Keisha mengangkat wajahnya dan menatap abangnya.


"Maaf bang Keisha lupa bawa buku prnya jadinya Kei dihukum sama bu Runi"ucap Keisha yang memasang wajah cemberutnya, Regal menghela nafasnya ketika mendengar perkataan adiknya itu.


"Kenapa Kei gak chat abang? Keisha tau kan bang Regal gak mau Kei kenapa-napa apalagi sampai sakit kayak waktu itu, lain kali kalau ada apa-apa bilang biar abang yang gantiin posisi Kei walaupun itu kesalahan Keisha, abang gak peduli yang terpenting kamu gak kenapa-napa, bel istirahat udah bunyi sekarang Kei ikut abang ke kantin"ucap Regal sembari menarik tangan Keisha pelan, sedangkan Keisha hanya bisa menghembuskan nafasnya dan mengikuti tarikan abangnya itu.


Sesampai di kantin Regal menyuruh Keisha untuk duduk terlebih dahulu karena ia ingin memesan makanan untuknya dan adiknya,  Keisha hanya menganggukkan kepalanya sambil memainkan ponselnya sembari menunggu Regal yang sedang memesan makanan.Tak butuh waktu lama Regal pun datang sembari membawa nampan yanh berisi makanan dan minuman yang telah ia pesan, Keisha menghela nafasnya dikala melihat wajah dengan sorot dingin itu menatapnya.


"Udah lah bang gak ada yang harus di permasalahin lagi, semuanya udah jelas ini juga karena kesalahan Kei sendiri, udah dong ngeliatinnya jangan gitu banget"ucap Keisha, namun Regal tetap diam tidak menggubris ucapan Keisha membuat Keisha sedikit berdecak.


Regal menaruh makanan di depan Keisha kemudian menatapnya dengan sorot lain tidak seperti tadi.


"Makan. " Keisha menghela nafas dan langsung memakan makanan yang diberikan oleh Regal, Keisha tak ingin ambil resiko jika sudah berurusan dengan abangnya ini.


Tak disangka jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka, terlihat seorang lelaki yang tengah menatap ke arah mereka dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


jangan lupa vote dan komennyaa:)..


__ADS_2