
Hari libur ini Keisha tengah berada di Dufan bersama dengan Deven, seperti janji mereka kemarin bahwa mereka akan pergi ke Dufan pagi ini. Yang pastinya Talitha membantu Keisha agar ia bisa sampai ditempat ini. Senyuman Deven terus mengembang ketika melihat Keisha yang berjalan ke arahnya.
"Sama Talitha?" Keisha mengangguk.
"Pasti lah"ucapnya sembari terkekeh.
"Hm kita mau naik apa dulu Kei?" Keisha menyipitkan matanya lalu ye tersenyum.
"Terserah Deven deh Keisha bingung" Deven mengangguk.
"Naik wahana yang paling biasa dulu ya, kita nait bianglala"Keisha mendelik ketika Deven mengucapkan wahana yang paling biasa itu, walaupun bianglala tidak terlalu menyeramkan namun Keisha tetap sja takut, karena jujur sebelumnya Keisha tidka pernah menaiki wahana seperti ini.
"Hm yaudah deh"
Setelah selesai menaiki 3 wahana yang sangat menyeramkan itu, Keisha sangat kewalahan ia memegang kedua lututnya, membuat Deven terkekeh melihat ekspresi Keisha yang seperti itu.
"Terakhir Kei, kita naik kora-kora yaa setelah itu kita makan, oke?"ucap Deven sembari menunjuk wahana tersebut membuat Keisha mendelik ketika melihat wahana itu.
"Keisha takut Dev"ucapnya sembari menggelengkan kepalanya memberitahu bahwa Keisha tidak ingin menaiki wahana tersebut.
"Udah gak usah takut Kei, kan ada gue"ucapnya sembari menarik tangan Keisha, mau tak mau Keisha harus mengikutinya atau Keisha akan membuat Deven kecewa karenanya.
Setelah mereka mengambil posisi yang tepat, wahana tersebut mulai bergerak, membuat Keisha yang bersiap-siap untuk berteriak, sementara Deven hanya terkekeh gemas dengan tingkah Keisha, Deven melihat Keisha yang memegang ujung baju Deven dengan sangat erat dan Deven tau saat ini Keisha sangat ketakutan.
"Tenang Kei, lo tegang gini malah lo makin takut"ucap Deven namun Keisha tak menggubris ucapannya.
Saat wahana tersebut bergerak sangat cepat Keisha reflek berteriak histeris sembari memeluk Deven, sementara Deven tak bisa menahan tawanya, Keisha sangat amat lucu menurut nya.
"Devennn, Keisha takuttt!!"pekiknya membuat Keisha semakin mengeratkan pelukannya pada Deven, sementara Deven menaruh tangannya di pinggang Keisha agar Keisha bisa leluasa memeluk Deven.
*Deven ah ngambil kesempatan banget wkwk*
Setelah wahana itu selesai bergerak Keisha dan Deven segera turun dari wahana tersebut.
"Sumpah ya Dev, ini terakhir kalinya Keisha ke dufan"ucapan Keisha membuat lagi-lagi Deven terkekeh.
"Lucu banget sih lo"ucap Deven sembari mencubit pipi Keisha dengan gemas membuat Keisha tiba-tiba mematung atas perlakuan Deven terhadapnya. Deven memberikan sebotol air mineral pada Keisha.
"Nih minum dulu" Keisha pun menerima minuman itu dan langsunh meneguknya, Deven tidak mau mengabaikan momen ini pun mengambil gambar Keisha yang tengah minimum air, Keisha yang setelah minum sadar akan Deven pun menatapnya.
"Ih Deven jangan foto-foto Keisha gituuu, pasti Keisha jelek banget deh disana"Deven terkekeh kemudian menggeleng.
"Ngga kok Kei, lo selalu cantik, biarin gue simpen foto ini ya" ucapan Deven kembali membuat Keisha mematung.
"Kei, kesana yuk"ucap Deven yang membuyarkan lamunan Keisha membuat Keisha menganggukkan kepalanya setuju.
Deven mengajak Keisha ke satu tempat yang berisikan berbagai macam aksesoris disana, seperti kalung, gelang, kacamata, topi, dan masih banyak lagi. Deven mengambil satu topi disana, sementara Keisha yang masih asik memakan eskrim yang mereka beli tadi. Setelah itu Deven memakaikan topi tersebut ke kepala Keisha membuat Keisha yang tengah asik memakan eskrimnya pun terkejut. deven tersenyum ketika yopi itu cocok dipakai oleh Keisha.
"Bentar Kei" ucap Deven sembari mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
"Deven mau ngapain?"
"Mau foto lo, lo cocok pake topi itu" Keisha tersenyum kikuk, kemudian Deven mengarahkan ponselnya tepat depan Keisha.
"Senyum Kei"ucap Deven membuat Keisha mau tak mau tersenyum.
Cekrek..
__ADS_1
Satu foto Keisha sudah di abadikan di ponsel milik Deven, Deven tersenyum menatap foto tersebut.
"Kita foto sekali ya Kei, gue gak pernah foto sama lo" Keisha hanya mengangguk setuju, kemudian Deven mengarahkan ponselnya kearah mereka, kali ini Deven mengubah kameranya menjadi kamera depan dan mereka pun tersenyum ke arah kamera tersebut.
*****
Saat ini mereka sedang berada di restoran untuk mengisi perut mereka masing-masing, dan kali ini mereka sangat sibuk memakan makanannya dengan sesekali Deven yang membuat candaan pada Keisha.
Keisha tersentak ketika melihat sesendok nasi berada di depan bibirnya membuat Keisha menatap Deven dengan tatapan bingung.
"Aaa Kei"ucap Deven yang menyuruh Keisha agar membuka mulutnya. Keisha pun setuju, ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Deven dan setelah itu ia mengunyah pelan makanan tersebut. Keisha kembali melanjutkan makannya walaupun ia masih sangat syok dengan perlakuan Deven kepadanya. Deven terkekeh ketika melihat ada sisa makanan di sudut bibir Keisha membuat ia mengambil tissue dan membantu Keisha membersihkannya.
Keisha menegang. Ia kembali terkejut ketika Deven membersihkan sisa makanan yang berada di sudut bibirnya itu.
"Lo makannya kayak bayi, berantakan gitu"ucapan Deven membuat Keisha hanya bisa tersenyum kikuk kemudian menyantap makanannya dengan pelan.
Setelah selesai makan Keisha dijemput oleh Talitha karena Keisha yang memintanya, tidak mungkin jika Deven yang akan mengantarnya sampai rumah, bisa-bisa Deven akan babak belur di hajar oleh Regal.
"Lo beneran ada perasaan sama Deven Kei?"tanya Talitha membuat Keisha menoleh.
Keisha menaikkan kedua bahunya.
"Gue masih bingung soal perasaan gue Tal, tapi setiap deket Deven gue ngerasa seneng banget, ngerasa nyaman juga" Talitha mengangguk mengerti.
"Fix. Berarti lo suka sama dia, Keisha" Keisha hanya terdiam tak menggubris ucapan Talitha, ia memilih untuk melihat ke arah jalanan.
Tak butuh waktu lama Keisha sudah berada tepat di depan rumahnya membuat Keisha langsung turun dari mobil Talitha.
"Gue gak mampir dulu ya Kei"Keisha mengangguk dan melambaikan tangannya pada Talitha.
"Makasih banyak ya Tal lo udah sering bantu gue, lo hati-hati dijalan" Talitha hanya mengacungkan jempolnya dan mengangguk, saat mobil Talitha sudah tidak terlihat Keisha berjalan memasuki rumahnya sembari sesekali menghembuskan nafasnya.
"Keisha, besok abang libur sampai hari kamis jadi abang gak bisa jagain Keisha di sekolahan, tapi abang bakalan minta tolong Talitha harus lebih ketat jaga kamu, dan kamu gak boleh sama sekali ngebantah ucapan dia"ucap Regal membuat Keisha mengangguk malas.
"Kenapa libur?"
"Kelas 12 di suruh belajar di rumah untuk persiapan ujian, jadi kelas 10 dan 11 aja yang sekolah" Keisha hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi abang bakalan tetep antar jemput kamu Kei" Keisha hanya berdehem sebagai jawaban, setelah itu Keisha langsung melenggang pergi menuju kamarnya karena ia sangat amat lelah hari ini.
Saat Keisha baru selesai membersihkan tubuhnya alias mandi, ia mengerutkan keningnya ketika mendengar suara ketokan yang berasal dari pintu balkon kamarnya, Keisha bergidik ngeri, pikirannya sudah kemana-mana, karena sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini, lagian bagaimana bisa pintu balkonnya terketok, memangnya siapa yang berani manjat sampai ke balkon kamar Keisha, kalau memang ada Keisha bakal mengakui bahwa orang itu sangat hebat. Entahlah Keisha tak tahu bahwa ia harus menghampirinya atau ia mengabaikannya, suara yang semakin keras membuat Keisha mau tak mau harus menghampirinya melihat apa yang terjadi.
Ia mendelik hebat ketika melihat siapa yang barusan mengetok pintu balkonnya, Keisha segera membukanya dan menatap seseorang tersebut yang sedang menyengir kepadanya.
"Deven?! Kenapa bisa disini? Deven manjat?" yaps orang itu adalah Deven, Keisha masih tak percaya melihat Deven yang sangat berani sampai harus memanjat agar ia bisa menemui Keisha.
Deven tersenyum.
"Ada sesuatu yang harus gue kasih tau ke elo Kei"
Keisha mengerutkan dahinya.
"Tapi kan bisa di chat Dev, kalau sampai abang Keisha tahu, Deven bakalan bahaya" Deven menggeleng.
"Abang lo gak akan tau kalau kita ngomongnya gak keras-keras dan gue pengen ngomong langsung sama lo" Keisha menghela nafasnya dan mempersilahkan Deven untuk masuk ke dalam kamarnya.
Keisha dan Deven sudah duduk disofa kamar milik Keisha, Keisha masih menatap Deven.
__ADS_1
"Ngasih tau apa?"
"Jadi gini Kei, gue seneng banget karena besok sampai kamis kelas 12 libur jadi gue bakalan bisa sepuasnya ketemu sama lo" setelah mendengar ucapan Deven, Keisha menganggukkan kepalanya.
"Keisha udah tau Dev" Deven mendelik kemudian menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Baru aja bang Regal yang kasih tau Keisha"
"Hm ya itu aja sih sama eee.. Gue pengen ketemu lo aja"ucapan Deven membuat Keisha mengerutkan dahinya.
"Tapi seharian ini kan kita udah ketemu Dev"
"Kurang aja gitu Kei" Keisha menggelengkan kepalanya heran.
Tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamar Keisha membuat Deven dan Keisha sontak menatap satu sama lain.
"Kei buka pintunya, ini abang bawain kamu susu, cepetan"ucap Adrian membuat Keisha yang berada di dalam kamarnya masih terdiam.
"Bang Rian Dev, ee mending sekarang Deven sembunyi dulu di kamar mandi Keisha aja, karena menurut Keisha disana bakalan aman" Deven mengangguk setuju, ia langsung berlari ke kamar mandi milik Keisha kemudian mengunci kamar mandi tersebut. Sementara Keisha yang melihat Deven sudah bersembunyi pun langsung membukakan pintu kamarnya.
Adrian berdecak ketika Keisha baru saja membuka pintu kamarnya.
"Lama banget sih"
"Hm ya maaf tadi Kei abis dari toilet"alibinya membuat Adrian hanya mengangguk kemudian menyerahkan segelas susu kepada Keisha.
"Nih. Susu buat kamu jangan lupa diminum ya Kei" Keisha menerimanya kemudian mengangguk, setelah itu Adrian melenggang pergi ke kamarnya. Begitupula dengan Keisha yang kembali memasuki kamarnya dan menutup pintunya, setelah itu ia megusap-usap dadanya.
Deven yang merasa sudah aman pun keluar dari kamar mandi.
"Aman Dev"ucap Keisha membuat Deven mengangguk.
"Kayaknya Deven mesti pulang deh Keisha takut kalau sampai abang Keisha tau, kita ketemunya besok aja ya"ucap Keisha sembari menarik tangan Deven menuju balkon kamarnya. Sementara Deven yang menatap wajah memohon Keisha pun mengangguk.
"Keisha cuman gak mau wajah Deven babak belur karena abang Keisha" Deven tersenyum dan mengangguk.
"Oke, gue pulang ya Kei see you besok, lain waktu kalau aman gue bakalan manjat lagi"ucap Deven yang di akhiri kekehan sementara Keisha hanya mengangguk. Deven pun mulai turun perlahan dari balkon kamar Keisha agar tak ada yang tahu, Keisha yang masih menatap Deven dari balkonnyal tak lupa juga Keisha mengucapkan kata 'hati-hati' pada Deven. Setelah kaki Deven sudah menginjak ke tanah, Deven menatap Keisha sebentar lalu ia berlari keluar dari rumah Keisha dengan cepat sebelum abang-abang Keisha melihatnya. Sementara Keisha menghembuskan nafasnya lega dan kembali memasuki kamarnya.
.
.
.
.
.
To be continued..
VOTE DAN KOMENNYA JANGAN LUPA YA HEHE..
@velisateophania
.
__ADS_1
...