
"Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asikkk, oh senangnya aku senang sekaliii~" Keisha yang bersenandung kecil ketika melewati koridor sekolahannya. Tanpa Regal hari ini karena Regal hari ini ada tugas yang harus ia selesaikan jadi ia tidak bisa mengantar Keisha ke kelasnya.
Keisha terkaget ketika ada seseorang yang menepuk pundaknya, membuatnya sontak menoleh dan mendelik ketika melihat orang itu yang ternyata adalah Deven, Deven tersenyum manis kearah Keisha sementara Keisha hanya terdiam mematung.
"Pagi Kei, ini buat lo"ucap Deven sembari menyerahkan selusin donat yang Keisha tahu isinya adalah donat kesukaannya, Keisha mengerutkan keningnya.
"Tau darimana kalau Keisha suka donat?" Deven terkekeh melihat wajah Keisha yang sangat bingung.
"Ada deh, ini diterima aja ada cokelat juga kok" Keisha masih tak mengerti maksud dari Deven kenapa memberikan ini pada dirinya. Tapi entah kenapa pikiranya tertuju pada abangnya, jika Regal tau pasti ia akan marah. Keisha menyerahkan kotak itu ditangan Deven lagi.
"Makasi Deven, tapi nggak deh bahaya kalau sampai bang Regal tau, mending sekarang Deven ke kelas aja, Keisha cuman gak mau Deven dipukulin lagi sama abang karena Deven gak ada salah apa-apa" ucap Keisha yang ingin berjalan pergi namun ditahan Deven.
"Udah ambil aja ini gue sengaja beli emang buat elo kok, lo terima ya" Keisha tersenyum kikuk namun tiba-tiba entah darimana Regal datang menghampiri mereka dan melepas tangan Deven yang memegang pergelangan tangan Keisha.
"Lo ngerti kan sama bahasa manusia? Adek gue udah gak mau jadi gak usah dipaksa"ucapnya membuat Keisha menatapnya takut ia menelan air liurnya. Deven menatap Regal, mereka berdua saling tatap.
"Gue udah kasih tau sama lo sebelumnya, jangan pernah deketin adek gue lagi, gue kira lo bakal ngerti ternyata nggak"ucap Regal yang diakhiri dengan kekehan. Keisha menghembuskan nafasnya ia harus memberhentikan perdebatan ini karena pasti akan bahaya kalau di diemin saja.
"Udah udah, bang Keisha udah gak nerima pemberian dari Deven jadi gak ada yang perlu di permasalahin lagi, yuk ke kelas"ucap Keisha sembari menarik tangan Regal namun Regal menahannya.
"Gue gak mau liat lo deketin Keisha lagi" ucap Regal dan langsung menarik tangan Keisha pergi dari hadapan Deven yang terdiam mematung melihat kepergian mereka, Deven berpikir kapan ia bisa memiliki Keisha.
Sepanjang koridor Keisha hanya terdiam ia sangat takut jika Regal sedang marah, Keisha melirik ke arah Regal yang sedang menatap dingin ke arah depan dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Keisha, entahlah jika diliat mereka seperti sepasang kekasih buka seperti kakak beradik. Keposesifan seperti ini lah yang kadang membuat Keisha kesal ia seperti dikekang ini itu, Keisha paham ini untuk kebaikannya namun kalau keterusan begini kan bisa bikin Keisha gila.
"Ada apa mukanya ditekuk"tanya Talitha yang sangat sibuk berkutat dengan ponselnya. Keisha menggelengkan kepalanya.
"Eh Kei, nanti pulang sekolah nongkrong skuy" Keisha menggeleng.
"Lain kali aja Tal, gue pengen tidur" Talitha menatap Keisha malah sembari menghembuskan nafasnya.
Dan mereka pun sibuk dengan ponselnya masing-masing.
******
Saat Keisha dan Talitha sedang makan tenang dikantin tiba-tiba kantin menjadi sangat ramai, Keisha melihat mereka yang berteriak ketika Regal dan teman-temannya memasuki kantin, entahlah semenjak Regal memenangkan pertandingan basket kemarin membuat seluruh siswa makin mengaguminya, Keisha menatapnya malas.
"Gilaaaaa gue berasa beruntung banget Kei"ucap Talitha sembari terkekeh. Regal dan kedua temannya duduk di meja Keisha dan Talitha.
"Gabung ya Kei" ucap Regal, Keisha hanya menganggukkan kepalanya.
Saat mereka tengah asik mengobrol, Keisha merasa seperti ada yang memperhatikannya membuat Keisha menoleh dan ternyata pandangannya dengan Deven bertemu, jadi sedari tadi yang menatapnya itu Deven? Keisha langsung mengalihkan pandangannya dan menghembuskan nafasnya.
"Liatin apa Kei?" Keisha tersadar dan menggelengkan kepalanya. Kemudian entah kenapa pikiran Keisha tertuju pada saat Revan mengajarinya bermain basket, membuatnya tak bisa menahan senyumannya, entah mengapa Keisha juga tidak tahu mengapa ia bisa sebaper ini. Regal dan Talitha menatap Keisha yang sedang tersenyum sendiri dengan tatapan bingung nya.
"Keishaa!"Panggil Regal menbuat Keisha langsung tersadar dan menjauhkan pikirannya itu kemudian ia menyengir kuda menatap Regal.
"Kamu pasti lagi mikirin yang aneh-aneh ya" Keisha mendelik lalu menggeleng.
__ADS_1
"Apasih bang, sok tau banget orang Kei lagi seneng aja" Regal menautkan alisnya dan mendekatkan wajahnya pada Keisha.
"Seneng kenapa? Hm?" Keisha berdecak ketika Regal mendekatkan wajahnya, ia langsung menjauhkan wajahnya, Keisha tahu bahwa Regal adalah abangnya tetapi tetap saja gak enak diliatin semua orang dikantin.
"Ish gak usah pake deket-deket segala, fans bang Regal itu nyeremin tau, nih kaya yang disebelah Keisha" Talitha yang tersadar pun mendelik dan memukul pundak Keisha.
"Paan sih Kei enak aja" Regal hanya menggelengkan kepalanya.
"Gak usah ngalihin pembicaraan Kei, kebiasaan banget" Keisha menyengir, Regal tau saja jika Keisha memang sedang ingin mengalihkan pembicaraan.
"Ee.. Itu seneng aja tadi ee hmm gak jadi ulangan"ucapan Keisha membuat Regal menyipitkan matanya, sementara Talitha mengerutkan keningnya, ketika Keisha melihat perubahan wajah Keisha ia menginjak pelan kakinya memberi kode agar Talitha mengiyakan apa yang telah ia katakan.
"Bener?" Keisha mengangguk pelan, kemudian tatapan Regal tertuju pada Talitha yang sedang menelan air liurnya.
"Emang bener Tal gitu?" Keisha menatap Talitha, kemudian Talitha menganggukkan kepalnya membuat Keisha menghela nafasnya lega. Regal mengangguk percaya.
"Kenapa sih abang mesti nanya sama Talitha juga? Abang gak percaya ya sama Kei"ucap Keisha yang kesal.
"Abang bukannya gak percaya Kei, abang cuman mau mastiin aja" Keisha memutarkan bola matanya malas.
"Yaudah kalau gitu abang ke kelas dulu, belajar yang bener"ucap Regal sembari mengusap kepala Keisha, Keisha hanya mengangguk. Regal beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kelasnya.
Talitha menghela nafas lega.
"Jahat banget emang lo Kei" Keisha mengerutkan keningnya.
"Keishaaa tadi itu gue udah bohong sama abang lo, padahal gue gak pernah sekalipun bohong sama dia, kalau sampai kak Regal tau gue bohong sama dia ya pasti dia gak bakal ngasih kepercayaan lagi ke gue Kei, seharusnya lo pikirin itu"ucap Talitha yang menatap ke arah depan dengan tatapan sok sendunya membuat Keisha yang melihatnya pun menatapnya malas.
"Plis deh gak usah mulai Tal, lagian bang Regal percaya kan sama lo, udah deh gak usah drama" Talitha mengubah wajahnya menjadi cemberut.
••••••••
Keisha tengah asik menonton drama korea diruang tamu, ia sengaja nonton ditelevisi alasannya agar lebih puas menonton karena layar televisi nya yang lebar. Dirumah ia hanya berdua dengan Regal, Regal berada dikamarnya entah apa yang ia lakukan Keisha pun tidak tahu ia hanya fokus menonton drakor yang baru ia tonton saja.
Saat sedang asik menonton, bel rumahnya berbunyi membuat Keisha menghembuskan nafasnya dan berdecak, mau tak mau ia yang harus membukakan pintu tersebut. Saat Keisha sudah membuka pintunya, alangkah terkejutnya ketika melihat siapa yang bertamu ke rumah nya, itu adalah Deven ia tersenyum ke arah Keisha sembari menyerahkan sekotak donat seperti tadi di sekolahan, Keisha tetap mendelik.
"Aduhhh Devenn kenapa berani banget sih kesini"desisnya sembari menatap ke arah belakang takut jika Regal tiba-tiba saja datang.
"Kalau bang Regal sampai tau bakal bahaya Dev" Deven tak menggubris ucapan Keisha, ia tetap menyerahkan donat tersebut.
"Nih buat lo, ini baru gue beli kok, yang tadi di sekolahan udah gue kasi ke temen-temen gue, gue harap lo mau nerima ya" Keisha masih terdiam ia sangat amat takut jika Regal sampai mengetahuinya. Saat ingin mengambilnya tiba-tiba tangan Regal memegang tangan Keisha dan menariknya. Saat ini Regal menatap Deven dengan tatapan tajamnya.
"Lo emang nantangin gue banget ya? Lo masih berani-beraninya, sampai dateng ke rumah lagi, lo mau muka mulus lo itu dibikin hancur?" Keisha tak tahu harus bagaimana, ia menahan-nahan Regal agar tak melakukan kekerasan, disisi lain ia sangat tak mengerti dengan Deven, Keisha sedikit kesal, baru pertama kalinya ada cowok yang seperti Deven ini yang bisa dibilang sangat berani dengan abangnya.
"Gue cuman mau kasi donat ini ke Keisha, dan gue gak ada niat jahat juga sama Keisha, jadi kenapa lo masih ngelarang gue buat deketin Keisha?" baru kali ini Deven berucap, karena ia sudah tak tahan, entahlah Deven akan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan Keisha.
Keisha sangat takut ia masih berusaha untuk menahan Regal yang ia tahu sangat emosi saat ini. Regal mencoba meredam emosinya, entahlah emosinya sangat memuncak saat ini.
__ADS_1
"Mending lo pulang deh, jangan buat gue darah tinggi" Keisha menghembuskan nafasnya.
"Bang, biar Keisha deh yang kasi tau Deven, abang masuk aja udah Keisha bisa kok" Regal menatap Deven tajam kemudian berjalan menuju dapur, sementara Keisha menarik tangan Deven menuju depan pintu rumahnya.
"Dev, Bang Regal lagi emosi banget tuh mending sekarang pulang aja deh ya, takut ntar Deven malah dipukulin" Deven menghela nafasnya kemudian mengangguk.
"Yaudah deh gue pulang, tapi lo ambil donatnya, plis gue mohon" Keisha terdiam sejenak lalu menerima donat tersebut.
"Udah gih sana" Deven mengangguk dan berjalan keluar dari gerbang, sementara Keisha langsung berlari memasuki rumahnya. Regal menahan langkahnya.
"Eh eh itu kenapa donatnya kamu ambil?" Keisha mengerutkan keningnya.
"Disuruh ambil bang, udah ah biar dia mau pulang" Regal berdecak.
"Abang pun bisa beliin kamu, bahkan 5 lusin sekalipun abang bisa beliin" Keisha menatapnya malas.
"Bukan masalah gitu bang, biar dia mau pulang juga, dan juga rezeki Keisha ini mah di kasih beginian udah ah mau nonton drakor di kamar aja, abang dibawah ya gantian sama Kei" Regal mengambil kotak donat tersebut membuat Keisha mendelik.
"Gak usah dimakan, ntar kamu keracunan"
"Ih abang gak usah kayak gitu napa, yakali Kei keracunan, udah ah abang ini gitu banget, lagian ya dulu abang juga mau makan cokelat dari dia, yang Kei sempet kasih itu"ucap Keisha yang mengambil donat tersebut dan berjalan cepat menuju kamarnya, sementara Regal hanya menghela nafasnya.
.
.
.
.
.
.
To be continued.
jangan lupa vote dan komennya yaaa makasihh hehe..
@velisateophania
.
.
...
__ADS_1