My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 54.


__ADS_3

Karena hari ini Keisha sendiri lagi dirumah Keisha memutuskan untuk ke danau yang kemarin Keisha kunjungin karena Keisha sangat senang berada disana, daripada ia harus kesepian berada dirumahnya, Deven juga tidak bisa kerumahnya karena ia ada acara keluarga di Bandung yang membuatnya belum kembali ke Jakarta.


Sesampai disana Keisha terduduk di rerumputan yang berada di pinggir danau sembari menatap ke arah depan, Keisha ingin sekali menaiki perahu yang ada didepannya ini tapi ia takut tenggelam karena Keisha tidak pandai dalam berenang, Keisha menghembuskan nafasnya kapan ia bisa bertemu dengan Revan? Keisha ingin seperti dulu lagi disaat Keisha masih bisa bermain bersama Revan disini, disaat pertama kalinya Revan menunjukkan tempat indah ini kepadanya. Keisha beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju rumah pohon itu dan langsung naik ke atas sana, Keisha tersenyum tipis ketika melihat ada teleskop di pojok sana yang membuatnya kembali teringakt ketika Revan menyuruhnya untuk menggunakan alat tersebut agar Keisha bisa melihat bintang diatas sana, Keisha ingin mencobanya namun tidak mungkin karena langitnya masih terang pasti bintang tidak akan kelihatan.


Keisha mendelik ketika melihat ada gelang yang persis Keisha pakai saat ini tergeletak di atas meja membuat Keisha sontak mengambil gelang tersebut, kemudian Keisha mencoba mencocokkan dengan gelangnya yang benar-benar sama persis.


"Yaelah Kei, gelang kayak ginian mah banyak yang pakai"ucapnya pada dirinya sendiri kemudian ia langsung menaruh kembali gelang tersebut diatas meja, dan Keisha tidak sengaja melihat di lemari kecil itu ada sebuah buku yang Keisha tau itu adalah raport milik Revan, karena Keisha penasaran dengan isinya Keisha pun langsung membukanya. Keisha benar-benar percaya sekarang bahwa Revan memang sibuk belajar, apalagi ketika Keisha melihat bahwa dari SMP sampai sekarang Revan menjadi juara umum terus disekolahannya.


"Pantesan aja"ucap Keisha yang kemudian meletakkan buku penilaian Revan ke lemari kecil yang berada disana. Karena Keisha merasa sangat ingin menaiki perahu tersebut akhirnya ia kembali turung dan berjalan meuju danau tersebut kemudian dengan perlahan Keisha menaiki perahunya itu.


Sementara disisi lain, Revan yang tengah asik memainkan game di ponselnya karena ujiannya telah selesai pun harus terganggu karena ada telfon masuk dari ponselnya, membuat Revan mengerutkan kepalanya bingung ketika melihat nama Regal yang tertera dilayar ponselnya dan Regal pun langsug mengangkat telfon tersebut.


"Halo Gal?"


"Halo Van, hm lo lagi dimana?"


"Dirumah nih Gal, ada apa?"


"Hm lo sempat liat Keisha gak? Soalnya waktu gue pulang dia gak ada dirumah dan dia gak ngasih tau siapapun kalau dia pergi kemana, gue bener-bener gak tau dia dimana sekarang, gue khawatir banget Van"


"Berarti Keisha perginya udah daritadi?"


"Mungkin, Van lo tau gak tempat yang Keisha sering kunjungin? Bantu gue cari dia dong gue bener-bener khawatir lo tau sendiri kan Keisha itu masih ceroboh dan dia harus tetep ada yang ngejagain"


"Iya Gal, yaudah kalau gitu gue bantu lo cari dia"


"Oke thanks ya Van kalau udah ketemu jangan lupa kabarin gue"


"Sip Gal" Revan langsung mematikan panggilan tersebut kemudian bergegas mengganti pakaiannya dan menuju tempat yang ia tahu bahwa Keisha pasti ada disana sekarang.


Keisha yang tengah asik mendayung perahunya merubah wajahnya menjadi panik karena perahu yang naiki tidak seimbang membuat Keisha langsung jatuh ke dalam air yang lumayan dalam namun karena Keisha tidak bisa berenang itu yang membuatnya kini meronta-ronta meminta pertolongan.


"Tol..long.."ucapnya yang mulai merasa tidak bisa bernafas sekarang, Keisha merutuki dirinya karena ia tetap ingin menaiki perahu itu padahal ia tahu sendiri bahwa dirinya tidak bisa berenang.


"Huh...T..to...ll..oo..nggg"


Kemudian Revan yang baru sampai ditempat pun mendelik ketika melihat Keisha yang sedang tenggelam di danau itu membuat Revan langsung berlari dan menyebur untuk menyelamatkan Keisha, sementara Keisha ia merasa lemas sekarang apalagi ketika Deven menidurkannya dipinggir danau.


"Keii lo gak papa kan"tanya Revan dengan raut wajah yang sangat khawatir sementara Keisha masih kaget melihat Revan yang menolongnya berarti tuhan telah mendengarkan doanya agar Revan ada disini.


"Keisha gak papa kok kak"ucap Keisha dengan suara melemah.


"Kei kok lo bisa tenggelam sih, kalau lo gak bisa renang jangan ambil resiko Kei, untung tadi gue ada kalau misal gue gak ada siapa yang bakal nyelamatin lo?"ucap Revan yang masih khawatir dengan keadaan Keisha, sedangkan Keisha berusaha. untuk duduk dengan sesekali berbatuk.


"Terus juga lo kebiasaan banget kalau kemana-mana gak bilang sama abang lo, kalau lo kenapa-napa mereka pasti kha-"ucapan Revan terpotong disaat Keisha langsung memeluknya dengan erat, membuat Revan sontak mematung.


"Keisha minta maaf kak karena Keisha udah ceroboh tadi Keisha bener-bener gak kepikiran kalau Keisha bakal tenggelam, Keisha juga minta maaf karena gak bilang sama abang Kei kalau Kei kesini, dan kak Revan Keisha kangen sama kakak"ucapan terakhir Keisha membuat Revan semakin mematung dan membalas pelukannya.

__ADS_1


"Iya Kei, lo tau kan bukan cuman abang-abang lo doang yang khawatir sama lo, tapi gue juga Kei dan gue juga kangen banget sama lo" Keisha melepaskan pelukannya.


"Ayo ke atas, kak Revan ada utang buat cerita sama Keisha kenapa kak Revan tiba-tiba gak ada kabar"ucap Keisha sembari menarik tangan Regal agar mengikutinya ke atas, sementara Revan hanya mengikuti tarikan Keisha saja.


Sesampai mereka dirumah pohon tersebut Revan mengajak Keisha untuk duduk disamping rumah pohon itu sembari menikmati hembusan angin yang menerpa wajah mereka, senyuman Keisha mengembang karena Keisha sangat senang bisa melihat Revan lagi, sementara Revan tetap melihat ke arah depan.


"Ada banyak hal yang mau Keisha tanyain"


Revan menatap Keisha dan tersenyum.


"Lo boleh nanya apapun sama gue"ucapan Revan membuat Keisha tersenyum malu.


"Udah ah kak jangan bikin Keisha maluuu" Revan terkekeh.


"Mau nanya apa?"


"Yang pertama, kak Revan kemana aja? Kenapa gak pernah ke rumah?"


"Gue emang lagi sibuk belajar buat ujian Kei, ya jadi gue gak dikasih keluar rumah sama orang tua gue" Keisha menganggukkan kepalanya.


"Terus kenapa chat Keisha gak dibales?"


"Selama gue belajar gue bener-bener gak pernah buka handphone karena orang tua gue juga gak ngijinin"


"Tapi waktu itu kok bisa main mobile legend sama bang Regal"


Keisha memajukan mulutnya membuat Revan tersenyum gemas melihatnya.


"Gue minta maaf ya Kei, karena udah ngilang tanpa kabar"ucapan Revan membuat Keisha tersenyum lalu mengangguk.


"Keisha ngerti kok kak, ini juga buat kebaikan kak Revan kedepannya" Revan menganggukkan kepalanya.


"Emang Regal gak pernah cerita kenapa gue gak pernah main lagi kerumah?" Keisha menggeleng, sebenarnya Regal sudah memberitahu saat Keisha menanyakan padanya namun Keisha harus berbohong agar Keisha bisa mendengar sendiri dari Revan.


Sementara Revan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Keisha kirain awalnya kak Revan amnesia makanya gak inget sama Keisha" ucapan Keisha membuat Revan terkekeh.


"Ada-ada aja Kei, kalau gue amnesia gua gak bakalan inget tempat ini dan gue gak bakalan kesini buat nolongin elo" Keisha hanya menyengir.


"Ya kan awalnya kak Keisha kira gitu" Revan terkekeh lagi.


"Bentar lagi kak Revan sama bang Regal bakal graduation kan? kak Revan gak mau dateng ke gradunya bang Regal?" Revan terdiam sejenak.


"Hmm.. bukannya gak mau Kei, cuman hari dan waktu graduation di sekolahan gue barengan sama Regal dan kemungkinan gue gak bisa buat dateng" Keisha kembali memanyunkan bibirnya.


"Gak asik deh, kenapa mesti samaan sih, udah tetanggaan acara samaan lagi Keisha kan juga pengen dateng ke gradunya kak Revan" Revan tersenyum.

__ADS_1


"Yakin mau dateng?" Keisha mengangguk mantap.


"Iyaaa tapi waktunya gak samaan ya mau, lagian ada yang Keisha kenal disana" Revan mengerutkan dahinya.


"Siapa?"


"Kak Sabila"ucapan Keisha membuat Revan mematung membuat Keisha sontak menatap Revan.


"Ada apa sama kak Sabila? kok tiba-tiba kak Revan diem aja?" Revan menoleh kemudian menggelengkan kepalanya.


"Hah ngga ada apa-apa kok Kei" Keisha masih curiga ia menyipitkan matanya.


"Pasti ada yang kak Revan sembunyiin kan?" Revan menggelengkan kepalanya.


"Ngga Kei" Keisha berdecak.


"Jahat deh" Revan terkekeh.


"Cuman kaget aja kok kamu bisa kenal sama dia"


"Hm iya kenal karena bang Regal sempat nolongin dia karena dia lagi di tahan sama kak Vado" Revan menaikkan satu alisnya.


"Tumbenan Regal mau nolongin cewek" Keisha mendelik.


"Nah ituuuu, makanya Keisha juga bingung, eh tapi mungkin karena kasian juga soalnya kak Sabila dipaksa gitu sama kak Vado" Revan mengangguk.


"Udah mau sore, lo gue anter pulang ya Kei biar Regal gak khawatir" Keisha pun mengangguk setuju, kemudian mereka berdua turun dari rumah pohon tersebut.


.


.


.


.


to be continued...


Jangan lupa vote dan komennya yaaa..


instagram


velisateophania


.


.

__ADS_1


..


__ADS_2