
Sesampai mereka ditempat yang mereka tuju, setiap murid yang berada di bus pun mulai turun dengan teratur, begitu juga dengan Talitha dan Keisha.
Keisha menghela nafasnya.
"Akhirnya kita sampai juga ya Tal" Talitha mengangguk setuju.
"Pantat gue sakit karena duduk terus"ucap Talitha membuat Keisha terkekeh.
Tiba-tiba Deven menghampirinya, kemudian memberikan sebotol berisi air mineral dan menyerahkan minuman tersebut pada Keisha.
Keisha menoleh ia merasa dejavu saat ini, Keisha teringat saat pertama kali Keisha melihat Deven, saat itu Deven sedang memberikan minuman pada Keisha saat Keisha tengah di hukum di depan tiang bendera.
"Nih diminum, gue tau lo pasti capek" Keisha tersenyum lalu menerima minuman itu.
"Makasih Dev" Deven tersenyum dan menganggukkan kepalanya sementara Talitha menatap Deven dengan tatapan tajamnya.
"Lo jahat banget sih Dev, Keisha doang yang lo kasih minum, gue juga haus kali, padahal gue udah bantu kalian biar kalian bisa ketemu tanpa abang-abang Keisha tau" ucapan Talitha membuat Keisha dan Deven terkekeh, setelah Keisha selesai minum ia memberikan botol tersebut pada Talitha.
"Nih. Bekas gue gak papa kan?"ucap Keisha membuat Talitha menghembuskan nafasnya dan menerima minuman dari Keisha kemudian ia tersenyum lebar yang Keisha tahu itu dibuat-buat.
"Makasih Keishaaaa" Keisha menggelengkan kepalanya.
"Yuk gue bantuin kalian bangun tenda" Keisha menggeleng.
"Gak usah Dev, Deven kumpul aja sama temen-temen Deven, Keisha sama Talitha gabung tenda sama Airin dan Diva kok" Deven terdiam sejenak lalu mengangguk.
"Yaudah deh, kalau lo perlu bantuan jangan lupa kasih tau gue ya Kei" Keisha mengangguk.
"Iya Dev" Deven melenggang pergi berkumpul bersama temannya, begitu juga dengan Talitha dan Keisha menghampiri Airin dan Diva yang sedang menyiapkan bahan untuk membangun tenda membuat Talitha dan Keisha segera membantunya.
Setelah tenda sudah terbangun, para pembina menyuruh mereka untuk beristirahat sejenak karena nanti malem mereka akan ada banyak acara yang pasti akan membuat mereka lelah. Keisha tengah memainkan ponselnya di dalam tenda karena matanya tidak ngantuk sama sekali, Keisha menoleh ke arah Talitha yang sudah memejamkan matanya, Keisha juga ingin tidur karena ia merasa sangat lelah namun entah kenapa matanya tidak memejam. Keisha menghembuskan nafasnya bersamaan dengan ponselnya yang berbunyi. Keisha lagi-lagi menghembuskan nafasnya ketika melihat bahwa Regal yang menelfonnya membuat mau tak mau Keisha mengangkat telfon tersebut.
"Halo bang kenapa?"
'Kamu udah sampai?'
"Lumayan, beberapa jam yang lalu" Keisha mendengar decakan Regal dari sana.
'Kebiasaan, gak ngabarin kalau udah sampai'
"Keisha lupa bang, lagian Keisha baru megang handphone, tadi Kei ngebantu yang lain buat tenda"
'Yaudah kamu istirahat dulu Kei, jangan lupa makan'
"Keisha gak bisa tidur bang, heran ngeliat Talitha cepet banget tidurnya"
'Jangan mikirin apapun, terus meremin mata kamu, pasti bisa kok'
Keisha menghembuskan nafasnya.
"Yaudah nanti Keisha coba lagi"
'Okei hati-hati'
"Hmm"
Kemudian Keisha memutuskan sambungannya kemudian menaruh ponselnya dan mencoba untuk memejamkan matanya, kalau tidak mungkin nanti ia tidak bisa kuat untuk mengikuti kegiatan nanti malm.
*****
Acara yang mereka tunggu-tunggu malam ini pun mulai, semua murid berkumpul di pinggir api unggun yang berada di tengah. Begitu pula dengan Talitha yang pastinya duduk besebelahan dengan Airin dan juga Diva, mereka berempat mengobrol sebentar lalu berhenti ketika satu pembina sudah berada di depan mereka.
"Selamat malam anak-anak semua"
"Malam pak!"
"Hari ini bapak sudah menyiapkan beberapa pertunjukan yang akan di tampilkan oleh beberapa murid, jadi bapak ingin kalian semua tetep tenang disaat acara sudah dimulai" mereka hanya mengangguk mengerti, percayalah bahwa jika mereka menjawab iya beberapa mereka akan tetap ribut nanti.
Keisha dan Talitha menatap takjub ketika melihat pertujukan yang berada didepan mereka saat ini, mereka mempertunjukan tarian mereka yang menggunakan api membuat semua orang geregetan menatapnya.
"Gila awas kena api"ucap Talitha membuat Keisha terkekeh.
__ADS_1
"Dia udah biasa kali Tal"ucap Keisha membuat Talitha menatap Keisha dengan tatapan takutnya.
"Tapi tetep aja Kei ngeri, kalau mereka ada aja salah gerakan pasti bakal kena tuh api"ucap Talitha yang sedikit heboh membuat Keisha menggelengkan kepalanya.
Dan saat ini adalah pertunjukan terakhir yang ditunggu-tunggu oleh semua murid lebih tepatnya kaum hawa, kecuali dengan Keisha dan Talitha yang tidak tahu siapa yang akan tampil saat ini.
Keisha mendelikkan matanya ketika melihat Deven yang tengah membawa gitarnya, membuat semua yang melihag pun menjerit, Talitha juga sama ia tidak percaya bahwa orang yang akan tampil terakhir adalah Deven, Keisha berfikir kenapa Keisha baru tahu kalau Deven itu pandai bernyanyi? Keisha baru inget bahwa ia baru saja dekat dengan Deven yang membuatnya berfikir ya memang pantas Keisha tidak tahu akan hal itu.
Deven duduk di kursi yang telah disediakan, tak lupa menunjukkan senyumannya ketika semua murid terlihat menjerit menatapnya.
"Selamat malam semua"sapa Deven membuat mereka tetap menjerit sementara Deven pun terkekeh.
"Jadi malem ini gue bakal nampilin sesuatu yang pastinya buat kalian melayang"ucap Deven membuat mereka semakin terpana melihat Deven dan bersorak.
Deven terkekeh lagi.
"Bercanda kok"
"Oke jadi hari ini gue mau bawain lagu untuk orang yang spesial menurut gue"ucap Deven sembari menatap Keisha yang masih menatap Deven, Deven tersenyum ke arah Keisha dan Keisha pun membalas senyumannya.
Jreng..
Berawal dari tatap
Indah senyummu memikat
Memikat hatiku yang hampa lara..
Senyum membawa tawa
Tawa membawa cerita
Cerita kasih indah tentang kita..
Terkadang ku ragu
Kadang tak percayaaa..
Tapi ku yakin kau milikkuu..
Kau membuatku bahagia
Kau membuatku tertawaa
Disaat hati ini terbawaa..
Terbawa oleh cintamu untukku...
Untuk kita...
Terkadang ku ragu
Kadang tak percayaaa..
Tapi ku yakin kau milikkuu...
Kau membuatku bahagia
Disaat hati ini terluka..aaa..
Kau membuatku tertawaa
Disaat hati ini terbawa..
Terbawa oleh cintamu untukkuu..
Untuk kita..aaa...
- Berawal Dari Tatap (Yura Yunita)
Setelah selesai bernyanyi semua pun terpukau atas penampilan Deven saat ini, termasuk Keisha yang masih tak percaya apa yang sudah ia lihat barusan, Talitha pun sama ia menatap Keisha sembari mendelik.
__ADS_1
"Oh my god, Deven keren banget Keii!"pekiknya membuat Keisha menganggukkan kepalanya. Sementara Deven berjalan menuju tempat yang ia duduki tadi dan tak lupa tersenyum ke arah Keisha.
******
Setelah acara selesai dari tadi Keisha tidak bisa tidur, sementara Talitha sudah sangat lelap begitu juga dengan Airin dan Diva. Keisha berdecak kesal ia tidak tahu harus apa agar Keisha bisa tertidur saat ini, setelah lama terdiam ia memutuskan untuk keluar dari tenda, kemudian keisha berjalan duduk diatas kayu yang terletak di depan api unggun. Keisha termenung karena saat ini Keisha tidak bisa tidur, ia menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.
Sementara Deven yang baru saja keluar dari tendanya pun menyipitkan matanya ketika melihat seorang gadis yang tengah duduk sendirian di depan api unggun, setelah Deven meneliti ia langsung menghampirinya dan duduk disebelahnya.
"Kei? Kenapa?"tanya Deven sembari memegang bahu Keisha membuat Keisha sedikit tersentak karena kedatangan Deven yang tiba-tiba seperti itu.
Keisha tersenyum tipis lalu menggeleng.
"Ngga kok Dev" Deven mengangguk.
"Kenapa nggak tidur?"
"Keisha nggak bisa tidur Dev"
"Oh iya Dev btw tadi Deven keren banget, dan Keisha masih gak nyangka"ucap Keisha sembari terkekeh membuat Deven tersenyum malu.
"Gue sebenarnya sih gak pede Kei, tapi gue dipaksa sama pak Andi buat tampil yaudah deh gue tampil" Keisha menganggukkan kepalanya.
"Keisha bener-bener baru tau kalau ternyata Deven juga bisa nyanyi, emang multitalenta banget" Deven terkekeh mendengar ucapan Keisha.
"Itu pujian atau apa?"
"Pujian lah Deven" Deven terkekeh lalu mengangguk.
"Deven kenapa belum tidur?"tanya Keisha membuat Deven berfikir sejenak.
"Tadinya gue mau tidur, tapi karena ngeliat lo sendirian yaudah gue samperin, gak baik tau Kei sendirian malem-malem gini apalagi lo cewek"
Keisha mengangguk.
"Yaudah kalau emang gitu, Deven temenin Keisha aja biar Keisha gak sendiri" Deven terkekeh ia sangat gemas dengan tingkah Keisha. Deven mengeluarkan ponselnya dari saku celananya kemudian memasangkan earphone yang telah terpasang di ponselnya ke telinga Keisha, Keisha mengerutkan dahinya bingung sementara Deven ia mencari lagu cocok untuk Keisha yang telah ia simpan ke dalam playlist di Joox.
Setelah lagu yang Deven cari berputar, Deven kembali menatap ke arah Keisha.
"Lo dengerin aja lagu ini gue yakin lo pasti bisa tidur" Keisha tersenyum dan menikmati alunan musik yang terdengar ditelinganya.
"Ini handphone Deven, Keisha bawa gitu?" Deven mengangguk.
"Bawa aja, gak ada rahasia kok disana Kei jadi aman" Deven terkekeh begitu pula dengan Keisha.
Deven mengelus puncak kepala Keisha sembari tersenyum hangat.
"Yaudah gih tidur sana" Keisha mengangguk kemudian beranjak dari duduknya, namun saat Keisha ingin memasuki tenda langkahnya terhenti ketika Deven memanggilnya menbuat Keisha membalikkan tubuhnnya.
"Good night Kei" Keisha tersipu malu kemudian mengangguk dan segera masuk ke dalam tenda karena ia tidak ingin kalau sampai Deven melihat pipinya yang memerah karena malu, sementara Deven terkekeh dan berjalan menuju tendanya.
Keisha tersenyum senang dan mencoba untuk memejamkan matanya sembari mendengarkan alunan yang membuat Keisha mengantuk sekarang, sampai tak sadar ternyata Keisha sudah masuk ke alam bawah sadarnya.
.
.
.
.
To be continued...
Vote dan komennya hehe
Happy Reading...
@velisateophania
.
__ADS_1
.
...