
Keisha yang baru saja memasuki rumahnya karena ia baru saja pulang dari supermarket pun tiba-tiba tersentak, ia menganga lebar melihat seseorang yang duduk disofanya.
"Assalamualaikum"ucapnya pelan namun tetap membuat seseorang itu menoleh dan tersenyum.
"Loh kak Revan? Udah lama disini?" Revan tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Baru aja kok"
"Nyari bang Regal? Tapi bang Regal mas-"ucapan Keisha terpotong dengan Revan.
"Iya gue udah tau kok"
"Eee iya deh kak, gue ke atas dulu ya" ucap Keisha yang segera berjalan menuju kamarnya, tetapi saat ia berjalan perlahan ia melihat sesuatu yang mengganjal membuatnya terdiam sejenak dan menatap kembali kearah itu.
Keisha melihat dengan jelas pergelangan tangan Revan berisikan gelang yang persis sama dengan milik Keisha yang diberikan oleh penggemar rahasianya, sama juga dengan lelaki yang ia temui ketika di taman itu, sangat amat mirip, membuat Keisha bingung sebenarnya siapa pelakunya karena jika Revan, itu tidak mungkin karena Revan bukan teman sekolahnya, dan dengan gelang ini membuktikan bahwa ia pelakunya? Apa memang kebetulan gelang ini sama dengan gelang miliknya? Karena setahu Keisha sih gelang ini memang lagi terkenal banget.
Keisha sedari tadi memutar otak di dalam kamarnya ia benar-benar ingin tahu siapa sebenarnya secret admirernya itu. Keisha benar-benar sangat bingung.
"Terus kalau emang disekolahan kenapa bisa ya gelangnya persis gitu, jadi gregetan ah pengen tanya langsung"ucap Keisha, yang tampak berfikir lagi.
"Eh tapi kalau misalnya dia itu bukan si penggemar rahasia itu jadinya kan gue yang dikiranya kegeeran ish ngeselin banget sih gue jadi bingung sendiri"ucapnya sediri sembari berdecak kesal.
Keisha berniat untuk ke dapur karena ia ingin mengambil minum, pandangannya ter arah ke ruang tamu yang terdapat Regal juga berada disana, apa Keisha harus kesana atau tidak? Tetapi jika ia menghampiri abangnya nanti dibilangnya Keisha tidak sopan atau hanya caper kepada Revan, lebih baik Keisha ke kamar saja melanjutkan movie yang ia tonton kemarin.
Tetapi saat baru saja menginjakkan anak tangga, Regal memanggilnya.
"Kei"panggilnya membuat mau tak mau menoleh.
"Kenapa?"
"Tolong ambilin camilan dong di dapur" Keisha menghela nafasnya ia kembali berjalan ke arah dapur dan membawa beberapa snack untuk abangnya itu.
"Gak mau ikut nonton?" Keisha menatap ke arah televisi yang sepertinya film yang Regal tonton itu tidak tertarik untuknya.
"Ngga deh bang"
"Gal, gue boleh ajak Keisha jalan gak?"ucapan Revan membuat Keisha mendelik ketika ia baru saja membalikkan tubuhnya. Sementara Regal menatapnya bingung.
"Mau kemana?"
Revan terkekeh.
"Ada tempatnya bagus banget, gue yakin Keisha seneng diajak kesana, boleh kan? Tenang gue bakal jagain kok" Regal menyipitkan matanya.
"Gue gak pernah ijinin adek gue pergi sama cowok manapun tapi kalau elo ya gue bakal ijinin, tapi juga inget jangan sampai Keisha kenapa-napa"ucapan Regal membuat Keisha tersentak karena kaget seketika ia membalikkan tubuhnya menatap Regal.
"Bang Regal sehat atau gimana sih? Bang Regal yakin aku boleh jalan sama kak Revan?" Regal menganggukkan kepalanya.
"Tenang Kei, abang udah lama kenal Revan dan abang tau dia gimana jadi kamu gak usah khawatir"
"Bukan bukan, bukan masalah khawatir nya bang ya aku bingung aja gitu ini pertama kalinya loh abang ngijinin aku keluar sama cowok selain kalian berempat ya gila aja gitu"ucap Keisha yang benar-benar masih tak percaya, sedangkan Revan terkekeh.
"Abang lo emang dari dulu posesif Kei, dan gue tau itu, tapi abang lo udah kasih kepercayaan sama gue buat ikut ngejagain lo, ya anggap aja gue sebagai abang lo yang kelima, lo juga jadi tanggung jawab gue saat abang lo udah ngijinin"ucapan Revan membuat Keisha terdiam entah kenapa tiba-tiba ada sesuatu yang membuatnya terdorong ah entahlah ia tidak tahu itu apa.
__ADS_1
"Jadi lo mau? Nanti keluar sama gue?" dengan masih perasaan tak percayanya Keisha menganggukkan kepalanya pelan.
•••••••••••••
Revan dan Keisha telah sampai di sebuah pasar malam yang sangat ramai ini. Mereka berjalan beriringan melewati tiap-tiap dagangan yang berjualan disana.
"Gue baru pertama kali keluar malem gini, biasanya kalau abang gue ngajak ya paling lambat jam 7 tapi sekarang udah jam 8 lebih"ucap Keisha yang membuat Revan terkekeh kecil.
"Lo gak usah khawatir sama gue, gue gak ada niat jahat kok sama lo, tampang gue gak ada tampang orang pembunuh kan?"ucapan Revan membuat Keisha tertawa.
"Ngga kok, gue tau lo itu baik"ucap Keisha yang diakhiri dengan senyuman.
"Lo mau beli sesuatu gak? Atau mau main apa gitu?" Keisha terkekeh menatap sekeliling lalu menggelengkan kepalanya.
"Seriusan nggak?"tanya Revan sekali lagi membuat Keisha menoleh dah menggelengkan kepalanya.
"Iya kak serius"
Revan mengalihkan pandangan nya menatap ke arah sekitar, ia melihat ada seorang bapak tua yang menjual gulali kapas yang sering disebut harum manis, yang terdapat beberapa warna.
"Mau beli itu gak?" mata Keisha seketik berbinar melihat nya ia langsung menatap Revan dan menganggukkan kepalanya.
"Yuk kita beli"
Sesudah membeli harum manis, Revan tidak bisa begitu saja menghilangkan senyumannya di wajahnya itu entah kenapa ia merasa sangat senang bisa mengajak Keisha berjalan saat malam ini.
"Kei, gue mau ngajak lo ke suatu tempat, lo mau kan?" Keisha mengerutkan keningnya.
"Kemana?"
Keisha menatap takjub didepannya karena terdapat danau yang sangat amat indah, entahlah ini pertama kalinya untuk Keisha, Keisha juga melihat ada rumah pohon yang sagat terang karena berisikan lampu seperti tumblr lamp.
"Gilaaa bagus banget" Revan tersenyum gemas melihat ekspresi Keisha yang sebegitunya.
"Maunya gue ngajak lo naik perahu tapi karena udah malem gue rada gak berani ngajak lo takut kenapa-napa nanti" ucap Revan membuat Keisha menatap Revan dengan tatapan berseri.
"Lo tau dari mana tempat ginian?" Revan tersenyum.
"Ini tempat masa kecil gue, gue aja yang nemuin ini sampai pada akhirnya tempat ini jadi punya gue dulu tuh belum sebagus dan serapi ini Kei, dulu juga belum ada rumah pohon ini baru gue bangun dibantu sama kakak gue"ucap Revan membuat Keisha yang menatap sekelilingnya menoleh kembali.
"Kak Revan punya kakak?" Revan menganggukkan kepalanya.
"Cewek, tapi lagi kuliah diluar negeri" ucap Revan membuat Keisha hanya menganggukan kepalanya mengerti.
"Mau ke atas?"tawar Revan membuat Keisha mendelik.
"Emang boleh?" Revan menganggukkan kepalanya.
"Ada foto kecil gue juga tuh disana kali aja lo mau liat"ucap Revan yang diakhiri dengan kekehan, sedangkan Keisha kembali menatapnya dengan tatapan berserinya.
"Mauuuuuu!!"pekiknya membuat Revan kembali terkekeh dan menarik pelan tangan Keisha ke arah rumah pohon tersebut, entah karena apa Keisha merasa ada yang beda, tiba-tiba saja jantungnya berdegup sangat cepat membuatnya Keisha menjadi gugup disaat Revan menarik tangannya. Keisha lebih dulu naik keatas rumah pohon tersebut.
Lagi-lagi Keisha melihat takjud, rumah pohon itu lumayan luas bisa dimasuki antara 6 sampe 7 orang-an. Disana terdapat banyak foto polaroid yang dijepit disela-sela lampu tumblr tersebut.
__ADS_1
"Iihh lucu" Revan terkekeh ketika Keisha melihat foto kecilnya yang bersama kakak perempuannya itu.
"Kakaknya juga cantik" ucap Keisha membuat Revan hanya tersenyum.
"Gue sengaja taruh semua foto kecil gue disini, karena gak ada satupun orang yang pernah naik kesini, bahaya kalau ditaruh dirumah pasti kalau temen dateng pada ngeliat makanya ditaruh disini"ucap Revan membuat Keisha menatapnya bingung.
"Terus, Keisha kenapa boleh naik kesini?" Revan menatap Keisha lekat, sangat lekat, membuat sontak nafas Keisha menjadi tercekat.
"Gue juga gak tau kenapa, mungkin lo salah satu orang yang paling penting menurut gue"ucapan Revan mampu membuat Keisha mendelik kaget.
"Maksud kak Revan apa?"
"Lo cukup tau aja gak usah dipikirin apa yang gue bilang tadi nanti lo malah stres sendiri"ucap Revan yang diakhiri dengan kekehan. Sementara Keisha masih terdiam karena ia masih mencoba untuk mencerna ucapan Revan tadi.
"Sumpah kak ini bagus banget, gue belum pernah ketemu tempat seindah ini"ucap Keisha yang melihat pemadangan dari jendela kecil dengan senyumannya yang sangat bahagia.
Revan mendekat kearahnya.
"Berarti hari ini, gue udah berhasil buat lo bahagia? Buat lo tersenyum?" Keisha menoleh dan tersenyum.
"Kak Revan berhasil."ucapan singkat Keisha membuat Revan dalam hatinya terpekik senang, tetapi ia hanya menunjukkan senyumannya di hadapan Keisha.
"Oh iya Kei sini deh gue ada sesuatu lagi"ucap Revan sembari menarik tangan Keisha pelan. Revan membawa Keisha ke tempat seperti balkon yang berisikan sesuatu yang panjang warna hitam dan Keisha tidak tahu apa itu ia hanya menatapnya bingung.
"Lo pernah liat bintang yang bener-bener jelas gak?"tanya Revan membuat Keisha menggelengkan kepalanya, Revan menarik Keisha agar mendekat ke arah benda tersebut.
"Ini namanya teleskop, alat ini bisa buat kita liat bintang dengan jarak dekat dan jelas"ucap Revan yang mendekatkan matanya pada sesuatu seperti lensa disana agar kita bisa melihat bintang.
"Gilaaa gue baru tau loh, gue mau liat dongg"ucap Keisha dengan semangatnya. Revan memberikan kesempatan Keisha untuk melihat bintang tersebut. Demi apapun Keisha sangat gembira hari ini mendapat sesuatu yang tidak pernah ia dapat sebelumnya, ini benar luar biasa.
Revan senang bisa membuat Keisha tersenyum seperti ini, Revan senang bisa berada di dekat Keisha seperti ini, Revan sangat senang.
Keisha tersenyum menatap Revan.
"Makasih karena kak Revan udah bikin Keisha seneng hari ini, ini tuh bener-bener diluar dugaan Kei, kak Revan udah bikin Keisha kaget"ucap Keisha yang diakhiri oleh kekehan.
"Kalau lo mau kesini, silahkan tapi jangan kasih tahu siapapun tempat ini, hanya gue dan lo aja yang tau" Keisha tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ia kembali melihat bintang dengan alat tersebut. Sedangkan Revan tak berhentinya mengembangkan senyuman manisnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa vote dan komennya yaaa:))..