My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 32.


__ADS_3

Keisha hanya berdiam di kamarnya dari tadi perutnya terasa sangat amat sakit, ini hari pertama ia menjalani datang bulan, dan itu pasti sangat menyakitkan perutnya.


"Aduhhh hmmm, sakit banget"desisnya sembari memegang perutnya, entahlah harus berapa lama lagi Keisha menahan rasa sakitnya.


"Gini banget sih jadi cewek huft" Regal menggelengkan kepalanya melihat Keisha yang tengah menahan sakitnya.


"Tuh dibawah ada kiranti, minum dulu sana" Keisha sontak menoleh, dan ia langsung berlari untuk meminum kiranti, siapa tahu itu sangat membantu untuk menghilangkan rasa sakitnya.


Setelah selesai meminum Keisha lupa jika ia tidak seharusnya berlari seperti tadi, karena itu bisa menyebabkan ia akan bocor, ia mendelik kemudian menatap ke arah belakang celananya, dan tidak ada darah disana ia menghela nafas lega karena ia tidak bocor, kemudian ia memegang botol kiranti itu sembari berjalan sangat perlahan, ia menyatukan kedua kakinya terlihat seperti penguin saat ini, karena Keisha sangat takut jika ia bocor, dan apalagi hari pertama yang pasti keluarnya sangat banyak. Marcell melihat cara jalan Keisha pun mengerutkan keningnya.


"Kenapa jalannya gitu?" Keisha menoleh dan tersenyum.


"Nggak, ini Keisha takut bocor aja makanya jalannya kayak gini" Adrian yang baru datang entah darimana menatapnya bingung.


"Emang iya bisa gitu?" Keisha menaikkan kedua bahunya.


"Gak tau, aku jalan kayak gini biar pembalutnya gak geser kemana-mana, soalnya aku ngerasa kayak udah penuh banget"


"Ya gantilah gimana si kamu"


"Ih tadi Keisha baru aja ganti" Adrian menghela nafasnya


"Ya kalau udah penuh ya di ganti lah Keisha cantik, masa iya kamu maksain sampai jalannya kayak tadi gitu" Keisha tak menggubris ucapan Adrian ia berjalan perlahan menuju kamarnya, bahkan saat menaiki tangga ia sangat perlahan mengangkat kakinya agar sampai ke tangga atas, membuat Marcell menggelengkan kepalanya.


"Keisha itu kalau lagi pms ribet banget ya, Tiara aja gak sampai sebegitunya"ucap Adrian membuat Marcell menoleh.


"Tau darimana?"


"Ya tau lah orang dia sering cerita kok, makanya bang cari pacar gih"ucapan Adrian membuat Marcell menatapnya malas.


"Kalau gue sibuk pacaran, yang nyari uang buat kita hidup siapa?" Adrian hanya menyengir kuda, sementara Marcell berjalan menuju ruang tamu.


Mereka berempat tau jika Keisha sedang datang bulan, dan jika dia sangat anteng mereka tak berani untuk mengganggunya, karena jika sedang datang bulang Keisha akan berubah menjadi singa yang kalau anaknya di ambil bisa sampai makan orang. Mereka tau betul bagaimana Keisha, dan Keisha pun juga tidak tahu mengapa saat sedang datang bulan bawaannya pengen marah terus dan mager mulu.


Keisha merasa lega ketiga sakit perutnya sedikit berkurang setidaknya tidak mengganggu nya yang sedang menonton drakor.


"Kei makan dulu"ucap Michael membuat Keisha menoleh dan mengangguk.


"Entar ya bang"


"Bentar lagi bunda pulang jangan ntar mulu, nanti perutnya tambah sakit tuh"


"Ini perutnya sakit karena dating bulan kok bang" Michael menghela nafasnya.


"Iya tau, cuman perut kamu juga bisa sakit kalau gak isi" Keisha menghembuskan nafasnya kemudian beranjak dari duduknya tak lupa mempause film itu agar Keisha tidak ketinggalan ceritanya.


"Bang Regallllll"rengeknya ketika sudah sampai tangga paling bawah, Regal menoleh dan menaikkan satu alisnya.


"Keisha lagi pengen do-"


"Gak bolehhh"potong Adrian tiba-tiba membuat Keisha berdecak.


"Kamu itu kayak lagi ngidam aja, makan dulu sana"


"Ih tapi Keisha pengen donattt"ucapnya sembari mengubah wajahnya menjadi cemberut.

__ADS_1


Regal menggeleng.


"Makan dulu ini udah sore, tadi siang kamu belum makan" Keisha berdecak dan berjalan malas menuju dapur.


******


Mereka berempat menghembuskan nafasnya ketika mendengar perkataan Karina bahwa nanti malam mereka akan makan bersama keluarga Deven di sebuah restoran yang sudah di booking oleh keluarga Deven, Marcell tampak biasa saja ia menatap keempat adiknya dengan menggelengkan kepalanya.


"Udalah jangan kayak gitu mukanya, masa gak mau sih cuman makan malam doang"


"Gak sudi"ucap Regal


"Hm bener ketemu lagi sama botcah"ucap Adrian


"Jijik aku" ucap Michael, Marcell hanya menggelengkan kepalanya, sementara Keisha menatap keempat abangnya.


"Keisha gak males kok bang Marcell, cuman Keisha lagi gak pengen aja kalau lagi dating bulan gini pengennya dirumah aja"


"Iya tapi untuk malam ini kalian harus mau"


"Demi bunda" ucap ketiganya membuat Marcell tersenyum.


"Bang Marcell kenapa biasa aja sih, apa jangan-jangan abang setuju kalau Keisha sama Deven?"tanya Adrian membuat Marcell menggeleng.


"Ngga lah, abang juga gak mau kalau Keisha pacar-pacaran, cuman selagi dia gak ganggu yaudah"


"Gak ganggu apaan, abang gak tau gimana dia disekolah, nekat banget nemuin Keisha"celetuk Regal membuat Keisha menghembuskan nafasnya.


"Udah ah abang ini ngapain jadi ngegosipin orang"


"Siapa yang gosip?"tanya Adrian.


"Ya emang kenyataan gitu kok Kei kita bukannya ngegosip"


"Tau ah bodo, males debat"


Karina menggelengkan kepalanya melihat keempat anaknya yang sangat tidak bersemangat.


"Yuk berangkat" ucapan Karina membuat mereka menghembuskan nafasnya.


"Kalian gak boleh gak semangat gitu, jangan bikin bunda malu"ucap Karina membuat mereka langsung mengubah wajahnya menjadi senyum paksa.


"Iya bunda"ucap mereka.


Sesampai disana Karina dan kelima anaknya menuruni mobilnya dan mulai memasuki restoran tersebut. Seperti biasa Karina berpelukan singkat pada Nadia.


"Akhirnya kita bisa ketemu lagi" Karina hanya tersenyum ketika mendengar ucapan Karina, sementara Deven tatapannya tak lepas dari Keisha yang tengah dicandain dengan Adrian.


"Yuk duduk duduk"


Mereka berenam duduk di kursi yang telah disediakan, saat sedang makan Keisha hanya terdiam ia merasa tak enak ketika sedang dating bulan, entah kenapa ia sangat takut jika bocor apalagi ia merasa saat ini pembalutnya sudah penuh, pandangannya menatap seluruh orang yang sedang sibuk dengan makanannya, tanpa suara sangat amat hening.


Keisha berdehem, ia berniat ke toilet saat ini karena kebetulan ia membawa cadangan pembalut karena ia sangat merasa tak enak.


"Hm Keisha ke toilet bentar ya"ucapan Keisha membuat semua menoleh dan mengangguk, termasuk Deven yang pandangannya tak lepas sampai Keisha memasuki toilet perempuan.

__ADS_1


Mereka kembali fokus memakan-makanannya, sementara Keisha menatap cermin ditoiletnya sehabis mengganti pembalutnya.


"Huft ribet banget deh ah, mending dirumah aja kalau kayak gini"Keisha memutuskan untuk keluar dari toilet namun ketika keluar Keisha sangat terkejut melihat kedatangan Deven begitu saja membuat tubuhnya merasa tak seimbang, tetapi dengan cepat Deven menahan tubuh Keisha agar tak terjatuh.


Ketika sadar Keisha kembali memperbaiki posisinya dan tersenyum kikuk.


"Hm sorry udah bikin lo kaget" Keisha hanya menganggukkan kepalanya.


"Gue mau ngomong sama lo, kesitu bentar yuk" Keisha mengangguk, sementara Deven menarik pelan tangannya.


Deven berdehem sejenak.


"Kei, lo tau kan kalau gue suka sama lo?"tanya Deven membuat Keisha mengangguk.


"Kalau diliat-liat mungkin gue gak bisa milikin lo karena keempat abang lo yang super duper posesif itu"


"Tapi, demi lo gue bakal lakuin apapun selagi gue bisa Kei, gue bener-bener tulus sayang dan suka sama lo, gue sama sekali gak ada mau mainin perasaan lo, lo harus tau itu Kei" Keisha hanya terdiam mendengar ucapan Deven.


"Gue bakal terima gimana perlakuan keempat abang lo ke gue yang penting gue bisa dapetin lo dan hati lo" Deven memegang kedua tangan Keisha dan menatapnya lekat, membuat nafas Keisha terasa tercekat saat ini.


"Kei, gue mohon bantu gue, yakinin gue kalau gue bisa dapetin lo, lo mau kan? Gue gak minta banyak dari lo, gue cuman minta yakinin gue kalau kita bakal bisa bersama" Keisha tetap terdiam.


"Lo mau kan Kei? Gue gak bakal berhenti gue bakal terus berusaha, gimana pun caranya gue harus bisa dapetin lo"


"Tap-"ucapan Keisha terpotong oleh Deven.


"Plis gue mohon sama lo, gue bener-bener tulus jadi lo gak usah takut, gue gak peduli gimana lo, lo manja, lo ngeselin, lo suka marah-marah, lo masih kekanak-kanakan, ya gue gak peduli yang jelas gue udah sayang sama lo, gue janji sama tante Karina kalo gue bakal bantu ngerubah lo biar lo bisa mandiri jadi lo gauk usah khawatir" Keisha masih mencerna ucapan Deven, dan setelah itu melepas genggamannya.


"Maaf Deven, gue belum bisa kasih jawaban karena jujur, kita baru kenal dan gue belum ada perasaan apapun sama lo" Deven tersenyum tipis.


"Gue tau gimana perasaan lo saat ini, tapi gue mohon yakinin gue, kasih gue semangat supaya gue bisa dapetin lo gimana pun caranya" Keisha menghembuskan nafasnya.


"Keisha bakal coba dulu, udah ya Dev"ucap Keisha yang langsung berjalan meninggalkan Deven yang sedang menatap kepergiannya.


.


.


.


.


.


To be continued.


Jangan lupa vote dan komennya yaaa:))


Instagram.


@velisateophania


.


.

__ADS_1


.


....


__ADS_2