My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 38.


__ADS_3

Keisha berjalan santai menuju kelasnya sembari melewati koridor sekolahnya, namun tiba-tiba ada yang menarik tasnya membuat Keisha menoleh.


"Gak usah pake tarik-tarik tas bisa gak sih"ucap Keisha yang sedikit kesal dengan kelakuan Talitha.


"Kei ih yang seharusnya marah itu gue bukan lo" Keish mengerutkan keningnya.


"Lo kenapa ngasih tau ke abang lo sih kalau kemaren gue abis nangis karena liat foto dia sama cewek di mading? Keii astaga gue harus gimana kalau ketemu abang lo, gue maluu ah elah lo Kei"ucapnya yang sedikit heboh membuat Keisha masih menatapnya bingung.


"Gue gak ada ngasih tau orang bang Regal yang nanya lo kenapa yaudah gue jawab, emang siapa yang kasih tau lo kalau gue ngasih tau bang Regal?" Talitha menyerahkan ponselnya kepada Keisha.


"LO LIAT TUH ADUH KEI ABANG LO NGIRIM GINI KE GUEE"pekiknya membuat Keisha sedikit menutup telinganya kemudian membaca pesan Regal yang ia kirim untuk Talitha.


Kak Regal


Tal, udah gak usah dipikirin, gue gak ada apa-apa kok sama cewek kemaren, gue cuman mau bantu dia aja, lo jangan nangis lagi nanti makin jelek wkwk


Setelah membaca pesan tersebut bukannya mengucap sepatah kata pun Keisha malah tertawa ngakak, membuat Talitha berdecak sebal.


"Gue gak nyangka bang Regal bisa jail juga sama lo" Talitha menekuk wajahnya.


"Kok lo malah ketawa sih, lo gak tau kemaren gue gak bisa tidur karena baca chat dari abang lo Kei, liat nih bawah mata gue mulai menghitam" Keisha tak berhenti untuk tertawa.


"Ah elah Keiii gue harus gimana kalau semisal gue-"rengeknya berhenti ketika Regal sudah berada di depan mereka, membuat Talitha mendelik sementara Keisha menahan tawanya.


"Udah Tal santai aja"ucapan Regal membuat Talitha tersenyum kikuk.


"Ee..emm..hehe iya kak"ucapnya yang sedikit gugup membuat Keisha tertawa sembari menutup mulutnya, Talitha yang menyadari itu pun menatapnya malas.


"Yaudah kalian ke kelas gih bentar lagi bel, nanti ketemu dikantin ya Kei" Keisha hanya mengangguk diikuti Talitha yang masih sangat malu terhadap Regal, Regal melirik ke arah Talitha sebentar lalu berjalan pergi menuju kelasnya sembari terkekeh kecil melihat ekspresi Talitha.


Talitha mencubit lengan Keisha karena sudah mentertawakannya, membuat Keisha sedikit meringis.


"Sakit Tal, ngapain si nyubit-nyubit"ucap Keisha sembari memegang lengannya yang tadi Talitha cubit itu.


"Lo sih ngeselin banget"ucapnya yang masih menekuk wajahnya. Keisha terkekeh kemudian menarik tangannya.


"Udah gak usah ngambek, yuk kelas" mereka berdua pun berjalan menuju kelasnya.


*******


Setelah jam istirahat Keisha memilih untuk pergi ke toilet terlebih dahulu, Keisha menyuruh Talitha agar pergi duluan ke kantin nanti ia akan menyusulnya.


Saat baru saja ingin memasuki toliet wanita tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya membuat Keisha sedikit terkejut.


"Haii Kei, udah lama gak nyamperin lo"ucap Deven membuat Keisha tersenyum kecil. Deven menatap ke arah sekitar berharap tak ada siapapun yang melihat keberadaan mereka berdua, setelah merasa aman Deven kembali menatap Keisha sembari tersenyum.


"Apa kabar?" Keisha terkekeh.


"Baik kok Dev"


"Hm oh iya, katanya kaki lo luka ya kenapa?"ucapan Deven membuat Keisha mengerutkan keningnya bingung.


"Kata siapa? Kaki gue baik-baik aja kok" Deven membulatkan mulutnya.


"Ohh berarti bisa jalan kan?" Keisha mengangguk.


"Oke berarti nanti kita jalan ya" Keisha mendelik.


"Ha?" Deven terkekeh menatap ekspresi Keisha.


"Iyaa, gue tunggu jam 7 ya ditaman" ucap Deven yang kemudian melenggang pergi begitu saja membuat Keisha yang ingin mencegatnya namun tidak bisa. Keisha terdiam sejenak memikirkan perkataan Deven barusan, ia tak ingin berdiam lama, Keisha pun memasuki toilet dan kembali ke kantin.


Setelah berada di kantin, Keisha hanya terdiam sembari memakan-makanannya ia tengah memikirkan bagaimana cara nya bertemu dengan Deven nanti sore, Regal yang melihat Keisha hanya terdiam pun mengerutkan keningnya.


"Keisha, kamu kenapa diem terus daritadi?" Keisha yang sadar pun menatap Regal lalu menggelengkan kepalanya.


"Nggak kenapa bang, emang Kei kenapa?"ucapnya yang balik bertanya.

__ADS_1


"Kamu diem terus daritadi, kalau ada masalah cerita jangan dipendem" Keisha tersenyum.


"Nggak kok bang Keisha gak papa" Talitha hanya diam melihat kedua adik kakak ini.


"Oh iya Kei, gimana sama penggemar rahasia kamu gak ada kabar beberapa hari kemaren"tanya Regal membuat Keisha menghela nafasnya.


"Jadi serba salah deh, bukannya bagus kalo dia ga kada kabar? Ini malah bang Regal nanya-nanyain lagi, sebenarya mau bang Regal gimana sih?"ucap Keisha membuat Regal terkekeh.


"Ya kan abang nanya aja Kei, kamu ih sensian banget" Keisha tak menjawab ucapan Regal, entah tiba-tiba ia kepikiran pada lokernya karena sedari pagi ia tidak membuka lokernya. Keisha menatap Talitha ia memberi tanda bahwa Talitha harus melihat ponselnya, Talitha yang mengerti pun langsung menatap ponselnya.


Keisha.


Nanti pulang sekolah anterin gue ke loker ya Tal


Setelah membaca pesan yang dikirim oleh Keisha, Talitha menatap Keisha lalu menganggukkan kepalanya.


*******


Keisha memikirkan cara agar ia bisa keluar rumah jam 7 nanti, tapi Keisha sangat bingung bagaimana caranya karena hari ini semua pasti ada di rumah saat itu. Setelah beberapa menit memikirkan cara tersebut, Keisha menemukan caranya ia langsung mengambil ponsel di nakas nya dan langsung menelepon Talitha.


'Kenapa Kei?'


"Tal, nanti jam 7 lo sibuk gak?"


'Hm ngga sih, emang kenapa?'


"Bantuin gue dong Tal pliis kali ini aja"


'Bantu apa?'


"Jadi nanti jam 7 tuh Deven ngajakin ketemuan, gue bingung gimana cara keluar dari rumah, mana semua ada dirumah lagi"


'Ih ngapain sih lo ketemu sama dia, nanti kalau abang lo tau, bisa mati si Deven Kei'


"Ck.. Iya gue tau, makanya gue minta tolong sama lo"


"Gini, nanti lo kerumah gue ya lo jemput gue, bilang aja lo mau ngajak gue keluar bentar nah terus nanti lo anterin gue deh, plis Tal kali ini aja gue gak punya siapa lagi selain elo"


'Gue gak tau ini keberapa kalinya gue harus bohong sama abang-abang lo Kei'


Keisha terkekeh kecil.


"Sekali ini doang kok Tal, plisss mauu yaa besok gue teraktir lo deh"


'Hmm iya deh iyaa gue bantuin elo'


"Aaaa makasiii Talitha kuh, lo emang sahabat gue yang paling the best deh, aaa jadi makin sayanggg"


'Najis Kei najis gue'


Keisha tertawa, kemudian mematikan telfonnya dengan Talitha setelah itu berjalan menuju lemari pakaiannya untuk menyiapkan pakaian yang akan Keisha pakai nanti. Regal yang tak sengaja melihat pun menatap Keisha.


"Mau kemana?" ucapan Regal membuat Keisha sedikit tersentak.


"Ish abang ngagetin aja"ucap Keisha sembari menatap Regal datar.


"Jawab dulu pertanyaan abang, Keisha mau kemana?"


"Mau keluar nanti sore bareng Talitha, bang Regal mau ikut?" dengan cepat Regal menggelengkan kepalanya, kemudian berjalan menuju lantai bawah.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 sore, dan Keisha sudah siap dengan pakaiannya ia tengah menunggu kedatangan Talitha bersama keempat abangnya diruang tamu.


Ting..tong...


Dengan cepat Keisha beranjak dari duduknya dan menghampiri pintu utama.


"Hai Keii" sapa Talitha ketika baru saja membuka pintunya.

__ADS_1


"Langsung Tal?" Talitha hanya mengangguk sebagai jawaban, kemudian Keisha berteriak kepada keempat abangnya dan setelah itu ia berjalan masuk ke dalam mobil Talitha.


Setelah sampai ditujuan Keisha langsung turun dari mobil Talitha tak lupa mengucapkan terimakasih kepadanya, kemudian Keisha mulai berjalan di taman dan mencari keberadaan Deven.


"Kei, disini"panggil Deven membuat Keisha tersenyum dan menghampirinya, kemudian duduk disebelahnya.


"Gimana? Abang lo tau?" Keisha menggelengkan kepalanya.


"Kalau abang gue tau pasti gue gak diijinin buat keluar Dev"


"Terus tadi kesini sama siapa?"


"Dianterin Talitha"


Deven tersenyum menatap Keisha, ia tak bisa menghilangkan senyumannya saat ini karena ia merasa sangat senang hari ini.


"Gue seneng deh Kei, bisa ketemu lo kayak gini" Keisha hanya tersenyum sebagai tanggapannya.


"Oh iya masalah ucapan gue waktu itu lupain aja ya"


"Kenapa?"


"Karena gue tau abang-abang lo gak suka sama gue" Keisha tersenyum.


"Mereka itu sebenarnya gak kaya gitu, mungkin aja mereka mau nguji lo, lo itu beneran tulus atau cuman mau main-main aja, kalau lo emang tulus ya lo gak perlu takut" ucapan Keisha membuat Deven sedikit tenang.


"Hmm, terus perasaan lo gimana?" Keisha menghela nafasnya.


"Keisha belum ada perasaan apapun sama Deven, tapi kalau Deven minta Keisha buat suka sama Deven, Deven harus berjuang keras buat dapetin hati keempat abang Keisha"


"Gue gak bakal maksa lo Kei, karena perasaan gak bisa dipaksa, tergantung lo nya sendiri aja gimana"


"Jujur, Keisha nyaman kalau deket sama Deven, tapi Keisha gak tau gimana perasaan Keisha sama Deven"


"Iya Kei, gak usah buru-buru, gimana kalau kita jalanin aja dulu, siapa tau nanti lo tau gimana perasaan lo yang sebenarnya" Keisha mengangguk.


"Tapi lo gak risih kan dengan sikap gue yang gini ke elo"


Keisha menggelengkan kepalanya.


"Ngga kok Dev"


"Ya intinya gue sayang sama lo Kei"ucap Deven, membuat Keisha hanya tersenyum tipis


Mereka pun berbincang-bincang, entah apa yang mereka bicarakan hanya mereka lah yang tau, setelah lama mereka mengobrol Deven pun memutuskan untuk mengantar Keisha pulang sampai depan perumahan saja karena tidak mungkin jika Deven mengantarnya sampai depan rumah Keisha.


.


.


.


.


.


To be continued..


*** jangan lupa vote dan komennyaaa:))\, happy readingg...***


Maaf kalo ceritanya agak gak jelas atau ada typonya ya maklumin aja wkwkw....


#enjoyyyy


Instagram


velisateophania

__ADS_1


__ADS_2