My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 51.


__ADS_3

Pagi ini Keisha tampak ceria seperti biasanya, Keisha menghampiri Talitha yang berada di depannya.


"Hai Tal" Talitha menoleh dan tersenyum.


"Lo jadi beda semenjak kejadian kemaren, udah lah gak usah dipikirin lagi" Talitha hanya mengangguk.


"Cuman masih takut aja, takut mereka ngelakuin hal yang lebih dari kemaren" Keisha tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Talitha.


"Lo gak usah khawatir selagi lo masih sama gue, percaya itu gak akan terjadi lagi" Talitha menatap Keisha dengan tatapan terharunya.


"Aaa Kei, jangan bikin gue jadi terharu"ucap Talitha sembari memeluk Keisha dengan singkat sementara Keisha hanya terkekeh kecil melihat tingkah Talitha.


********


Saat jam istirahat berbunyi Keisha dan Talitha berjalan beriringan menuju kantin, seperti biasa mereka akan mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta untuk diisi. Saat berada dikoridor tiba-tiba Talitha menghentikan langkahnya.


"Astaga Kei, gue kebelet banget nih gue ke toilet bentar ya lo gak papa kan ke kantin sendirian nanti gue nyusul deh"ucap Talitha yang langsung melenggang pergi begitu saja meninggalkan Keisha yang menatapnya bingung. Setelah hilangnya Talitha dari pandangannya Keisha pun berjalan seorang diri menuju kantin, sebenarnya dia agak takut tapi ia tetap berusaha cuek tak tidak memikirkan apapun yang mengganggu pikirannya.


Setelah Keisha sampai di kantin betapa terkejutnya dirinya ketika didepannya ada seorang lelaki yang sangat amat dibenci oleh abangnya beserta kedua temannya, itu adalah Vado. Vado menatap tajam ke arah Keisha membuat Keisha hanya bisa menunduk karena takut ia tidak bersama siapa-siapa saat ini yang membuatnya semakin takut, Vado mendekat kemudian mengangkat wajah Keisha agar menatapnya.


"Heh, lo bilangin ya sama abang lo, jangan pernah ikut campur sama urusan gue!"ucap Vado yang terlihat sangat emosi, Keisha tetap terdiam ia merasa sedikit sakit karena tangan Vado yang mencengkram rahangnya.


Vado tersenyum miring.


"Kebetulan gak ada siapa-siapa disini yang bakal jadi pahlawan lo, itung-itung buat gue bales dendam sama abang lo" ucap Vado, tangannya berpindah ke leher milik Keisha kemudian mulai mencekiknya membuat Keisha merintih kesakitan.


"K..kk..aaa..kkk.. s...aaa..kkk..ii..tttt..."rintihnya namun sama sekali tidak di dengar oleh Vado ia semakin mencekik Keisha.


"Gue bener-bener benci banget sama abang lo, semenjak abang lo terkenal karena dia selalu menang di pertandingan dia itu semakin ngelunjak, bahkan sama gue sekalipun dia sering ngelakuin hal sesuka hati dia tanpa mikirin perasaan orang lain, dan dia yang udah buat gue dibenci sama semua orang termasuk guru-guru, asal lo tau dia yang udah ngehancurin hidup gue, dan sekarang gue bener-bener udah gak tahan lagi sama sikap kakak lo itu, kalau gue gak bisa bunuh dia tapi gue bisa bunuh lo sekarang!"ucap Vado yang semakin keras mencekik leher Keisha membuatnya semakin sulit bernafas, Vado tidak bisa mengontrol emosinya saat ini, ia benar-benar sudah muak atas semuanya, ia benar-benar sudah tidak tahan atas perlakuan Regal terhadapnya.


Tak terasa air matanya mengalir mengalir begitu saja, Keisha tidak bisa menahan rasa sakit akibat cekikan dari Vado, sementara Vado sudah mati rasa, namu tak lama kemudian datang seseorang lalu menonjok wajah Vado hingga ia tersungkur ke lantai, begitu juga Keisha yang tiba-tiba semuanya menjadi gelap.


Setelah beberapa jam akhirnya mata Keisha terbuka, namun Keisha masih bisa merasakan nyeri di seputaran lehernya, sementara Regal yang melihat Keisha sudah sadar pun langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Kei kamu gak papa? apanya yang sakit? kita ke rumah sakit ya?" Keisha tahu bahwa Regal sangat khawatir padanya terlihat dari raut wajahnya itu, Keisha pun menggelengkan kepalanya.


"Kei gak papa kok bang, cuman leher Keisha masih sakit aja" Regal pun menganggukkan kepalanya kemudan menatap Keisha dengan tatapan rasa bersalahnya.


"Abang minta maaf ya Kei gak bisa kaga kamu dengan baik, abang gak dateng disaat kamu disakitin gini sama Vado" Keisha tersenyum tipis lalu memegang tangan Regal.


"Bang, Keisha gak papa kok jangan salahin diri abang ya, bang Regal gak salah" Regal hanya mengangguk.


"Oh iya Deven kemana bang?" tanya Keisha, walaupun ia tadi sudah pingsan tapi Keisha tahu betul siapa yang tadi menolongnya, sememtara Regal menunjuk ke arah Deven yang tidur di brangkar sebelah Keisha, Keisha sontak menoleh dan sedikit meringis melihat wajah Deven banyak memar akibat berkelahi dengan Vado, bersamaan dengan Deven yang telah membuka matanya membuat Regal langsung menghampirinya.


"Dev makasih ya karena lo udah nolongin Keisha dari Vado, gue bener-bener minta maaf karena selama ini gue udah kasar sama lo, gue udah sering gak ngijinin lo deket sama Keisha, sekarang gue ngerti kalau lo beneran tulus sayang sama Keisha, gue bener-bener minta maaf Dev" Deven tersenyum tipis.


"Gak papa kok Gal, gue ngerti ini juga demi kebaikan Keisha, dan gue paham lo gak mau Keisha sampai kenapa-napa" Regal mengangguk. Kemudian tatapan Deven tertuju pada Keisha yang berbaring disebelahnya yang sedang menatapnya juga.


"Lo gak papa Kei?" Keisha tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.


"Keisha baik-baik aja kok Dev, makasih ya Dev udah nolongin Keisha, kalau gak ada Deven Keisha gak tau bakal gimana nantinya" Deven tersenyum lalu mengangguk, sementara Regal masih menatapnya.


"Dev mulai sekarang gue gak akan pernah ngelarang lo buat deket sama Keisha, dan gue ijinin lo sekarang"ucapan Regal membuat Keisha dan Deven mendelik kaget.


"Tapi lo janji ya Dev, lo harus tetep jaga Keisha, jangan sampai Keisha kenapa-napa dan lo jangan sampai nyakitin dia" Deven tersenyum lalu mengangguk.


"Gue bakal jaga Keisha sebaik mungkin dan gue gak bakal nyakitin dia sedikitpun, makasih ya Gal karena lo udah ngijinin gue buat deket sama Keisha" Regal tersenyum lalu mengangguk.


Tiba-tiba pintu UKS terbuka menampilkan wajah khawatir dari Talitha, Talitha langsung menghampiri Keisha dan menatapnya.


"Kei gue minta maaf ya, ini semua gara-gara gue coba aja kalau gue gak ninggalin lo ke toilet hal ini pasti gak akan terjadi" Keisha tersenyum kemudian menggeleng..


"Ini bukan salah lo Tal, ini bener-bener diluar dugaan gue juga, dan kita juga gak tau hal ini bakal terjadi, jadi lo jangan salahim diri lo"  Talitha tak bisa menahan tangisnya membuat air matanya terjatuh begitu saja, ia tidak bisa melihat Keisha yang terlihat lemah sekarang, sementara Keisha mendekat dan menghapus air mata Talitha yang mengalir dipipinya.


"Udah ah lo ngapain sih nangis, gue gak papa tau"ucap Keisha sembari terkekeh kecil.


"Mana bisa gue gak nangis ngeliat keadaan lo yang kayak gini Kei, gue tau gimana rasanya"ucap Talitha yang masih nangis, Talitha tak peduli bagaimana respon Regal terhadapnya yang terpenting Talitha sangat khawatir dengan keadaan Keisha. Sementara Keisha tetap tersenyum ia sangat amat beruntung mempunyai sahabat yang perhatian seperti Talitha.

__ADS_1


"Udah Tal jangan sedih dong, nanti gue ikutan nangis" ucap Keisha membuat Talitha langsung menghapus air matanya dan tersenyum.


"Ngga gue gak nangis lagi Kei" Keisha terkekeh dan mengangguk, pandangan Talitha terarah pada Deven yang ikut terbaring lemah disebelah Keisha.


"Dev makasih banyak ya karena lo udah relain nyawa lo demi Keisha, gue bener-bener berterimakasih sama lo, lo emang pahlawan banget deh"ucap Talitha yang membuat Deven tersenyum lalu mengangguk.


"Santai aja Tal, gue gak sengaja aja liat yaudah gue langsung aja tuh nonjok dia"ucap Deven sembari terkekeh kecil, sementara Regal menatap ke arah Talitha dan Keisha.


"Keisha bisa makan eskrim?"


"Kenapa bang? bang Regal mau beliin Kei eskrim?" Regal menganggukkan kepalanya.


"Maunya sih gitu, tapi kalau kamu gak bisa ya lain kali aja" dengan cepat Keisha menggelengkan kepalanya.


"Keisha bisa kok makan eskrim bang, bang Regal tenang aja"ucapan Keisha membuat Regal terkekeh.


"Yaudah nanti abang teraktir Keisha sama Talitha eskrim"ucapan Regal membuat Keisha dan Talitha bersorak ria, mereka merasa sangat amat senang walaupun Keisha masih merasakan sakit namun tidak terlalu karena ada Regal dan Talitha yang menjadi obatnya.


.


.


.


.


.


To be continued...


Vote dan komennya dongg...


love u..

__ADS_1


..


....


__ADS_2