
Keisha yang baru saja ingin meminum minumannya pun tiba-tiba tersedak setelah membaca pesan dari seseorang, yang ia tahu itu dari penggemar rahasianya.
Eh ngomong-ngomong soal penggemar rahasia akhir-akhir ini Keisha tidak mendapatkan apapun dari dia di lokernya pun kosong tidak seperti dulu. Keisha benar-benar sangat kaget ketika membaca pesannya ini.
08xxxxxxxxxxx
Gue tunggu jam istirahat di taman belakang sekolah, ada yang mau gue omongin sama lo.
^^^Serius ditaman belakang? Lo gak bohong kan^^^
Gue serius, gue gak bohong.
^^^Hm ok. ^^^
"Bang Regaalll ayo berangkatt! Keisha udah lese sarapan nihhh!!"pekiknya mebuat Regal yang baru menuruni anak tangga pun berdecak.
"Pagi-pagi udah berisik aja, yaudah ayo" Keisha menyengir dan mengikuti langkah Regal.
Sesampai di sekolah Keisha langsung turun dari mobil Regal dan berjalan lebih dulu meninggalkannya, Regal hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya.
"Aduh gue harus bilang apa nih nanti pas istirahat ke bang Regal, ah elah susah banget"rutuknya kesal dan melanjutkan langkahnya menuju kelasnya, dan Regal pun juga begitu ia melangkahkan kakinya menuju kelas.
"Selamat Pagiii"pekik Talitha membuat Keisha harus menutup rapat-rapat telinganya.
"Berisik lo ah"ucap Keisha yang sedikit kesal. Namun Talitha hanya menunjukkan cengirannya.
"Tumben gak dianterin abang lo sampai depan kelas, padahal gue udah nunggu banget"ucap Talitha yang mengubah mimik wajahnya menjadi cemberut.
"Gue jalan duluan ninggalin bang Regal, kirain gue bang Regal bakal nyusulin gue eh ternyata nggak yaudah"ucap Keisha yang masuk ke dalam kelasnya dan menaruh tasnya di bangkunya.
•••••••••••
Keisha berjalan mengendap-endap menuju taman belakang, matanya mengawasi abangnya agar ia tidak ketahuan, jika merasa sudah aman Keisha mempercepat langkahnya. Ketika sudah sampai taman belakang matanya menatap sekitar, tak ada siapapun disini.
Keisha melihat ponselnya, tiba-tiba ada seseorang lelaki yang berdiam diri dibelakangnya dengan senyuman yang mengembang. Ketika Keisha ingin mengetikkan sesuatu di ponselnya pun tidak jadi karena seorang lelaki menepuk pundaknya membuat Keisha tersentak kaget dan menatap ke arahnya dengan tatapan tak percayanya.
"Deven?!"pekiknya, sedangkan Deven hanya tersenyum senang. Deven mengeluarkan bunga dari belakang punggungnya dan Deven memberikan bunga tersebut kepada Keisha.
__ADS_1
"Kei, sejak awal gue ketemu lo gue gak ngerti kenapa perasaan gue itu beda banget, gue ngerasa nyaman banget sama lo, gue mau jujur tentang perasaan gue" Deven menarik nafasnya sejenak setelah itu ia melanjutkan perkataannya, sedangkan Keisha masih tak percaya kenapa bisa Deven selama ini, ia tidak pernah menduganya.
"Gue suka sama lo Kei, bukan cuman rasa suka biasa tapi gue juga sayang sama lo Kei, lo mau gak jadi pa-"
Ucapannya terpotong oleh seseorang.
"Sialann!"pekiknya kemudian menonjok wajah Deven tanpa ampun, sontak membuat Keisha terkejut hebat melihat kedatangan abangnya yang tiba-tiba ini.
"Lo berani banget ya deketin adek gue"ucapnya dengan nada yang tinggi kemudian ia menonjok wajah Deven kembali membuat Keisha berlari menahan Regal agar tidak kebablasan.
"Abang, stop, cukup bang!"bentaknya pada Regal membuat Regal berhenti dan mengatur nafasnya.
"Yang abang lakuin tadi itu gak wajar sama sekali bang, abang baru aja ngelukain orang"ucap Keisha yang kesal dengan Regal, Regal menatap Deven yang tampak tak berdaya.
"Denger ya lo, gue bilangin sekali lagi ke elo, jangan pernah deketin Keisha lagi kalau sampai gue liat lo nekat gue gak bakal nanggung-nanggung buat ngehajar lo kalau perlu sampai lo masuk rumah sakit"ancam Regal dan menarik Keisha agar menjauh, namun Keisha menahannya.
"Abang duluan aja aku mau bantu Deven dulu" Regal menatap Keisha dingin.
"Gak penting, lagian dia cowok masa kena pukulan segitu aja sampai harus dibantuin buat ke uks segala, udah deh Kei ikut abang aja"
"Tapi cowok juga manusia bang, abang duluan aja Keisha mau obatin Deven dulu"ucap Keisha yang mendapat tatapan tajam dari Regal, mau tak mau Keisha harus mengikutinya, ia menatap Deven yang meringis kesakitan pun ia bergidik ngeri.
Sementara Deven mengeluarkan ponselnya dengan wajah kesalnya kemudian ia mencari kontak seseorang dan mengirimi suatu pesan.
Regal membawa Keisha menuju koridor yang tidak terlalu ramai, Regal masih menatap tajam ke arah Keisha, sedangkan Keisha hanya bisa menunduk karena ia tidak tahu harus seperti apa ia bersikap ketika abangnya seperti ini.
"Kei, udah berapa kali abang bilang, abang gak akan kasih ampun buat cowok-cowok yang berusaha buat ngedeketin kamu, dan kamu jangan pernah larang abang" Keisha berdecak dan menatap Regal.
"Bang Regal terlalu berlebihan, jugaan Deven hanya ingin memberitahukan bagaimana perasaannya, tapi kenapa abang sampai sebegitunya? Deven gak ada niat kok buat jahat sama aku bang, abang pantes kayak gitu kalau ada orang yang berani nyakitin aku atau buat niat jahat sama aku, kadang aku gak ngerti sama abang, abang yang lebih posesif dari bang Marcell, Michael dan Adrian"
"Abang seperti ini karena mereka itu lagi sibuk, dan cuman abang yang masih bisa ngawasin kamu" Keisha menatap kesal Regal.
"Bang Regal berlebihan, aku gak suka, aku kecewa sama abang"ucap Keisha yang berlari pergi meninggalkan Regal yang mematung menatap kepergian Keisha, ia berfikir apakah tindakannya tadi sangat lah berlebihan? Apakah ia salah? Regal hanya ingin yang terbaik untuk Keisha tapi mengapa Keisha tak pernah mengerti akan hal itu. Regal tak mau ambil pusing ia berjalan menuju kelasnya.
Saat bel pulang telah berbunyi, Keisha memasuki mobil Regal dengan perasaan kesalnya, entah kenapa sungguh Keisha kesal dengan Regal. Keisha tak ada niatan juga untuk berbicara dengannya. Sementara Regal melirik ke arah Keisha yang hanya menatap kosong ke arah depan.
"Abang minta maaf Kei"lirihnya membuat Keisha menoleh sebentar lalu kembali menatap ke arah depan.
__ADS_1
"Kei, abang tau abang salah jangan diemin ab-"ucap Regal yang tiba-tiba terpotong oleh Keisha.
"Abang gak salah mau ngelindungin aku, gak salah mau ngejaga aku, tapi dengan cara yang benar bang, jangan sampai menyakiti orang lain, untung aja tadi dia gak kenapa-napa walaupun mukanya banyak memar gitu, tapi sama aja bahaya bang, Keisha cuman gamau sampai ada kekerasan, itu yang buat kenapa Keisha kesel sama abang"tepat Keisha berbicara seperti itu mobil Regal sudah terparkir rapi di garasi mobilnya, membuat Keisha langsung turun dari mobilnya berjalan memasuki kedalam rumahnya. Regal tau perbuatannya tadi amat salah. Sementara Marcell yang tumben berada dirumah saat jam segini pun menatap bingung Keisha yang langsung melenggang pergi begitu saja tanpa ingin berbicara sepatah kata padanya.
"Keisha kenapa?"tanya Marcell membuat Regal menggelengkan kepalanya.
"Lagi badmood aja dia tuh" Marcell menganggukkan kepalanya mengerti, memang Keisha itu tipikal orang yang moodyan dan keempat abangnya tau itu, makanya mereka sangat menjaga agar Keisha tidak badmood karena kalau dia badmood, dia tidak ingin keluar kamar, makan pun tidak ingin.
Regal yang baru saja duduk di sofa pun beranjak dari duduknya berjalan menuju kamar Keisha.
Tok..tok..tok..tok..
Regal mengetuk pintu kamar Keisha, namun tak ada jawaban.
"Kei buka, ini abang"ucap Regal membuat Keisha yang tengah merebahkan tubuhnya pun berdecak kesal kemudian ia berjalan menuju pintu dan membukanya membiarkan Regal untuk masuk ke kamarnya.
"Jangan marah lah Kei sama abang"ucap Regal sembari duduk di kasur empuk milik Keisha, sementara Keisha ikut duduk di sebelah Regal.
"Nggak kok bang, Keisha gak marah sama bang Regal, karena Keisha tau bang Regal emang seperti itu"ucap Keisha membuat Regal langsung memeluknya.
"Kamu tau kan abang, dan abang lainnya hanya mau yang terbaik buat kamu, dan kamu juga harus bisa menilai mana orang yang baik mana yang ngga, kalau abang liat cowok tadi itu dia gak gentle udah gak kenal main langsung nembak udah gitu nembaknya di belakang sekolah lagi, yang tempatnya males didatengin sama murid"ucap Regal membuat Keisha terdiam di pelukannya.
"Abang sayang Keisha, abang cuman gak mau Keisha kenapa-napa, abang gak berharap lebih kok cuman itu aja"ucap Regal yang diakhiri dengan senyuman.
.
.
.
.
..
.
.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa vote dan komennyaaa yaa:))..