My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 58.


__ADS_3

Deven telah merencanakan sesuatu untuk Keisha, tetapi entahlah perasaannya yang sangat amat gugup saat ini, apakah rencananya akan berhasil? Deven pun tidak tahu, Deven menatap ke arah jam dinding yang masih menunjukkan pukul 6 sore, Deven berjanji menjemput Keisha jam 7 dan ingin membawanya ke tempat yang ia telah siapkan dari kemaren, Deven berharap Keisha akan menyukai tempat itu.


Sementara Keisha yang sedari tadi membongkar lemari pakaiannya, ia bingung harus mengenakan apa karena sebentar lagi Deven akan menjemputnya namun Keisha masih bingung memakai pakaian apa. Keisha menggaruk tengkuknya frustasi.


"Aduhhh gue pake baju apaaa"rengeknya sembari memilih-milih baju yang sudah berserakan di tempat tidurnya.


"Napa setiap gue keluar bingung mulu sih milih bajunya"ucap Keisha sembari berdecak kesal. Keisha menatap ke arah pintu kamarnya, Keisha baru saja melihat Regal yang lewat dari kamarnya membuatnya langsung berlari menghampirinya.


"Bang Regall!"panggilnya membuat Regal menghentikan langkahnya dan menoleh.


"Kenapa kei?" Keisha mendekat.


"Bang Regal bantuin Keisha pilih baju ya please"ucap Keisha dengan tatapan memohonnya, sementara Regal mengerutkan keningnya.


"Mau kemana?"


"Gak tau tuh Deven mau ngajakin Keisha keluar jam 7 tapi Deven gak bilang mau ngajak Keisha kemana" Regal hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Pake baju senyaman kamu aja"ucapan singkat Regal membuat Keisha memanyunkan bibirnya.


"Bantuin Kei pilih bang"rengeknya membuat Regal menghela nafasnya.


"Minta bantu Talitha sana, abang cowok mana tau selera cewek kayak gimana" seketika wajah Keisha berseri.


"Oh iya Keisha lupa ada Talitha"ucap Keisha kemudian berlari menuju kamarnya, sementara Regal menggelengkan kepalanya dan memasuki kamarnya juga.


Keisha mencoba untuk videocall dengan Talitha.


tut...tut..tut...


"Halo Kei ada apa?"


Keisha tersenyum.


"Nanti jam 7 gue mau pergi sama Deven, bantuin gue milih baju dong Tal gue bingung banget" Keisha melihat Talitha yang hanya menganggukkan kepalanya, sementara Keisha langsung mengambil beberapa baju kemudian Keisha menunjukkan baju tersebut pada Talitha.


"Bagusan yang mana Tal?" Talitha mengerutkan keningnya.


"Gue sih sukanya yang kiri bagus tuh cocok sama lo" Keisha terdiam kemudian menaruh dua baju yang tidak dipilih oleh Talitha kemudian menaruh baju yang di pilih Talitha di depan tubuhnya.


"Gimana Tal? Bagus?" Talitha tersenyum lalu mengangguk semangat.


"Baguss"


Keisha mengangguk.


"Yaudah deh gue pake ini aja, thanks Tal" Talitha mengacungkan jempolnya membuat Keisha langsung memutuskan sambungannya, kemudian berganti pakaiannya karena sebentar lagi Deven akan menjemputnya.


*****


Keisha daritadi hanya bisa mengikuti langkah dan suara Deven, karena dari turun mobil tadi Deven menutuo matanya membuat Keisha mau tak mau harus menurutinya walaupun Keisha sedikit takut.


"Udah sampai belum Dev? kok lama? jangan bikin Keisha taku deh"ucap Keisha yang mulai ketakutan, sementara Deven yang mendengar ucapannya pun terkekeh.


"Deven jangan ketawa, ini gak lucu, Keisha takut Dev" Deven tersenyum.


"Gue gak bawa lo ke tempat serem kok tenang aja bentar lagi sampai" Keisha menghembuskan nafasnya.


"Sebenarnya Deven mau ngajak Kei kemana sih?"


"Kalau gue kasih tau gak surprise dong Kei" Keisha tersenyum.


"Keisha jadi gak sabar deh liat surprise dari Deven" Deven terkekeh.


"Sabar ya Kei, lo ikutin arahan gue aja bentar lagi sampai kok, gue yakin lo pasti suka" Keisha mengangguk nurut. Setelah sampai Deven tersenyum lalu melepaskan tangannya dari mata Keisha.


"Lo boleh buka mata sekarang"ucap Deven membuat dengan perlahan Keisha membuka matanya dan ia mendelik hebat ketika melihat sesuatu yanh berada di depannya ini, Keisha menatapnya sangat takjub.


"Deven?! sumpah ini bagus bangett, ini Deven yang nyiapin sendiri?" Deven tersenyum lalu mengangguk, Deven mengajak Keisha ke suatu tempat yang sudah Deven hiasi tempat itu.


"Iya gue yang nyiapin ini, lo suka?" Keisha mengangguk semangat kemudian berjalan melihat banyak polaroid yang menggantung, ia melihat di pojok ada karpet berisi bantal dan beberapa makanan. Keisha menoleh ke arah Deven dan mengangguk.


"Suka bangetttt"ucapnya dengan semangat membuat Deven terkekeh dan menyusulnya.


Mereka berdua pun duduk di karpet tersebut Keisha masih menatap ke arah sekitar yang dipenuhi lampu tumblr dan beberapa polaroid disana, sementara Deven tak berhentinya untuk tersenyum.


"Oh iya Kei, ini gue bawa dessert box kebetulan mama gue baru bikin tadi"ucap Deven sembari membuka kotak plastik dessert box itu, mata Keisha berbinar ketika melihatnya.

__ADS_1


"Waah kayakya enak tuh!"serunya membuat Deven terkekeh.


"Lo cobain ya Kei"ucap Deven sembari menyerahkan sesendok kue tersebut di depan mulut Keisha, Keisha terdia kaget melihat sendok itu sudah berada di depan mulutnya.


"Aaa Kei"ucap Deven yang menyuruh Keisha agar membuka mulutnya supaya Deven bisa menyuapinya, sementara Keisha yang terdiam pun tiba-tiba tersadar.


"Ee..ee Dev Keisha bisa makan sendiri kok" Deven menggeleng.


"Udah cepetan nanti keburun jatuh kuenya"ucap Deven membuat Keisha mau tak mau membuka mulutnya dan menerima suapan dari Deven, Keisha mengunyah kue tersebut dengan perlahan agar ia bisa merasakan rasa dari kue itu.


"Gimana Kei? Enak?" Keisha mendelik kemudian mengangguk mantap.


"Enak banget Dev!"serunya.


"Yaudah deh ini lo abisin ya"ucap Deven sembari menyerahkan kotak dessert itu pada Keisha, sementara Keisha menerimanya dengan perasaam bingung.


"Loh Deven gak makan?" Deven menggeleng.


"Tadi udah, lo aja deh Kei kalau kebanyakan ntar gue eneg" Keisha terkekeh lalu mengangguk.


"Yaudah Kei lanjut makannya ya Deven" Deven tersenyum lalu mengangguk, sementara Keisha melanjutkan makannya dengan sesekali tersenyum senang, Deven tidak ingin meninggalkan momen ini ia pun mengambil camera polaroidnya kemudian memotret Keisha yang tengah memakan kue tersebut, Keisha yang sadar pun mendelim hebat.


"Devenn ih suka banget deh foto Keisha tiba-tiba gitu, pasti jelek deh" ucap Keisha yang sedikit kesal sementara Deven hanya terkekeh sembari menatap foto yang telah ia potret.


"Bagus kok Kei, percaya deh lo itu selalu cantik"ucap Deven sembari menyerahkan foto tersebut pada Keisha membuat Keisha tersenyum malu ketika mendengar perkataan Deven.


"Ah Deven bisa aja deh"ucap Keisha membuat Deven terkekeh.


"Sambil lo makan, gue mau ngomong sesuatu sama lo"ucap Deven membuat Keisha yang baru saja memasukkan kue tersebut kedalam mulutnya pun menoleh.


"Ngomong aja"ucapnya di sela-sela kunyahannya, sementara Deven berdehem kecil ia berusaha untuk menghilangkan kegugupannya saat ini setelah itu ia kembali menatap ke arah Keisha.


"Kei sebenarnya...ee..se..benarnya" ucap Deven yang terbata-bata membuat Keisha mengerutkan dahinya.


"Sebenarnya apa Deven? kok ngomongnya jadi gagap gitu?"tanya Keisha yang bingung membuat Deven menyengir dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.


"Sebenarnya gue itu suk-"


tring..tring..tring..


Deven mendesah pelan ketika ponsel Keisha berbunyi yang membuat ucapannya terpotong, sementara Keisha yang sadar ponselnya berdering pun langsung menaruh kue tersebut kemudian mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya.


"Halo bang ada apa?"


"Keii hh gawat Kei"


Keisha mengerutkan dahinya.


"Gawat kenapa bang?"


"Ituu hm bunda masuk rumah sakit"


Setelah mendengar perkataan dari Regal Keisha mendelik kaget.


"Hah?! bang Regal gak bohong kan?" melihat raut wajah Keisja membuat Deven menatapnya bingung.


"Iya Kei abang serius, sekarang kamu ke rumah sakit ya nanti abang kasih tau alamatnya, Deven bisa anterin kamu kan? Kalau ngga biar abang yang jemput"


Keisha menatap Deven yang sedang menatapnya dengan tatapan bertanya setelah itu ia kembali fokus pada ponselnya.


"Eee iya deh bang Kei kesana sekarang!"ucapnya yang langsung memutuskan sambungan telfonnya kemudian ia menatap Deven dengan raut wajah khawatirnya.


"Ada apa Kei?"


"Deven bisa anterin Kei ke rumah sakit?"tanya Keisha membuat Deven kembali menatapnya bingung.


"Siapa yang sakit Kei?"


"Bunda Dev bunda masuk rumah sakit"ucapan Keisha membuat Deven mendelik hebat.


"Hah serius?!" Keisha mengangguk mantap.


"Iya Dev, anterin Kei ke rumah sakit ya sekarang"ucap Keisha denga. wajah paniknya membuat Deven langsung mengangguk.


"Yuk kita berangkat sekarang" Keisha mengangguk kemudian mereka langsung berlari menuju mobil kemudian Deven langsung menancap gas menuju rumah sakit.


Sesampai disana Deven dan Keisha berlari di sepanjang koridor rumah sakit untuk mencari kamar yang ditempati bundanya, setelah sampai Keisha melihat keempat abangnya yang tengah duduk di kursi yang berada di depan kamar rawat membuat Keisha langsung menghampiri abangnya.

__ADS_1


"Bang?! Bunda kenapa??"ucap Keisha dengan wajah paniknya, sementara keempat abangnya menatap Keisha.


"Abang juga gak tau Kei, tapi tadi bunda pingsan tiba-tiba di kamar waktu abang mau ngajakin bunda buat makan"ucap Michael membuat Keisha menghela nafasnya kemudian duduk di sebelah Regal.


"Terus kata dokter gimana?"


"Bunda masih di periksa"ucap Marcell membuat Keisha mengangguk.


"Duh semoga bunda baik-baik aja"ucap Keisha membuat keempat abangnya mengangguk setuju.


"Kita berdoa aja buat bunda semoga bunda gak kenapa-napa"ucap Marcell membuat mereka semua mengangguk.


Regal menatap ke arah Deven yang masih berdiri.


"Thanks ya Dev udah nganterin Keisha kesini" Deven tersenyum lalu mengangguk.


"Santai aja"


Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan wajah dokter dan satu suster membuat Regal, Keisha dan Adrian yang tengah dudum pun sontak berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


"Gimana sama keadaan bunda saya dok?"tanya Marcell yang mewakili, sementara dokter itu tersenyum.


"Kalian gak perlu khawatir, bunda kalian baik-baik aja kok cuman kecapean aja, jadi saran saya jangan terlalu banyak ngelakuin aktivitas ya"ucap dokter tersebut membuat mereka bernafas lega.


"Iya dok, tapi kita boleh masuk kedalam" dokter itu mengangguk.


"Boleh asalkan jangan sampai mengganggu pasien ya" mereka serempak menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih ya dok"ucap Michael membuat sang dokter tersenyum lalu mengangguk, kemudian mereka oun berjalan memasuki kamar inap bundanya.


"Bunda gak papa?"tanya Keisha sembari mendekati Karina, Karina tersenyum.


"Bunda gak papa kok Kei, bunda cuman kecapean aja"


"Lain kali bunda gak perlu setiap hari ke butik bun kan jugaan udah banyak karyawan juga"ucap Keisha dengan raut khawatirnya membuat Karina mengangguk.


"Iya sayang"


"Yaudah gini deh, karena ini udah malem biar abang aja yang jagain bunda disini, Mike, Rian, Regal sama Keisha pulang aja kebetulan besok bang Marcell libur" ucap Marcell membuat mereka mengangguk.


"Maaf ya bun besok Regal harus dateng ekstra, tapi setelah selesai Regal langsung kesini deh" Karina tersenyum.


"Gak papa Regal lagian bunda juga gak bakal lama kok, besok juga pulang"ucap Karina membuat semuanya pun mengangguk, tatapan Karina tertuju pada Deven.


"Makasih ya Deven udah nganterin Keisha kesini" Deven tersenyum lalu mengangguk.


"Iya tante sama-sama, tante cepet sembuh ya" Karina tersenyum lalu mengangguk.


"Yaudah gih kalian pulang, Mike jaga adek-adek ya" Michael hanya mengangguk ketika mendengar ucapan Marcell, kemudian mereka berpamitan pada Karina dan berjalan menuju parkiran rumah sakit.


"Deven pulang sendiri gak papa?" Deven tersenyum.


"Gak papa kok Kei, lo hati-hati ya" Keisha terkekeh.


"Justru Keisha yang yang harus bilang hati-hati sama Deven soalnya Deven pulangnya sendirian, oh iya makasih ya dessert boxnya tadi enak banget, tapi maaf ya Dev kalau tadi cuman sebentar aja" Deven tersenyum lalu mengangguk.


"Gue ngerti kok Kei jadi santai aja" Keisha tersenyum lalu memasuki mobilnya dan melambaikan tangannya pada Deven, dan Deven pun melakukan hal yang sama.


.


.


.


.


.


to be continued..


jangan lupa vote dan komennya yaaa..


instagram


@velisateophania


..

__ADS_1


.


...


__ADS_2