My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 39.


__ADS_3

Pagi ini Keisha berniat untuk berjogging bersama Deven, karena kemaren Deven yang mengajaknya, yang pastinya Keisha meminta bantuan Talitha untuk menjemputnya dan meminta izin kepada ketiga abangnya, sementara Talitha pun mau tak mau harus membantu Keisha kalau saja bukan karena Keisha Talitha sangat malas untuk bangun pagi-pagi.


Ting..tong..


Senyuman Keisha mengembang dikala mendengar suara bel rumahnya berbunyi, yang menandakan bahwa Talitha sudah menjemputnya. Keisha berjalan ke pintu utama dan membuka pintu tersebut.


Talitha menatap Keisha malah, sementara Keisha masih mengembangkan senyumannya.


"Pagi sahabat gue yang paling baik" Talitha hanya menghembuskan nafasnya.


"Yang semangat dong, kan mau jogging kita" ucapan Keisha membuat Talitha memutarkan bola matanya malas. Tiba-tiba Adrian menghampiri mereka.


"Eh ada Talitha, mau kemana nih pagi-pagi gini" Talitha tersenyum kikuk dikala mendengar ucapan Adrian.


"Gini loh bang, jadi kemaren Talitha ngajakin Keisha buat jogging" Adrian mengerutkan keningnya.


"Talitha ngajakin kamu jogging Kei? Tumben banget kamu mau biasanya juga dipaksa" Keisha berdecak.


"Serba salah deh Keisha, kata abang-abang Keisha harus banyakin olahraga biar Keisha gak cepet sakit, nah sekarang giliran udah mau olahraga malah ngomong gitu" Adrian terkekeh.


"Iya-iya yaudah gih sana, jangan lama-lama ya"ucapan Adrian membuat Keisha mengangguk dan tersenyum.


"Bang Rian bilangin ke bang Mike, bang Regal ya kalau Keisha sama Talitha jogging bentar" Adrian menganggukan kepalanya, membuat Keisha menarik Talitha menuju pagar rumahnya.


"Yang semangat Tal, lemes banget lo"


"Hm gue ngantuk elah Kei"ucapnya sembari menguap, membuat Keisha menggelengkan kepalanya.


"Lo anterin gue sampai taman aja kok, setelah itu lo boleh pulang terus tidur lagi" Talitha hanya mengangguk dan berdehem.


Sesampai ditaman yang ingin mereka tuju, Keisha menyuruh Talitha agar segera pulang karena Keisha juga merasa kasihan kepada Talitha yang seperti orang belum tidur dari kemaren.


"Hati-hati lo Kei" Keisha mengangguk sembari mengacungkan jempolnya, kemudian Talitha berlari menuju rumahnya.


Keisha berjalan menghampiri Deven yang tengah melambaikan tangannya.


"Hai Kei" Keisha tersenyum.


"Hai juga Dev"


"Sama Talitha?" Keisha mengangguk.


"Terus kemana Talitha nya?"


"Udah pulang" Deven hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Yaudah yuk sekarang kita jogging sampai lapangan, bisa kan Kei? Soalnya gue denger lo itu gak suka olahraga" Keisha yang mendengar ucapan Deven pun menyengir.


"Iya sih, tapi waktu itu Keisha pernah kok diajakin abang-abang jogging jadi ya bisa sih" Deven menganggukkan kepalanya dan menarik tangan Keisha agar mengikutinya.


Karena merasa lelah di tengah perjalanan Keisha pun memilih untuk berhenti dan mengatur nafasnya, sementara Deven yang berada di depannya pun berhenti dan menghampirinya.


"Lo tunggu disini dulu ya, gue beli minum bentar" Keisha hanya mengangguk sebagai jawaban, sementara Deven berlari untuk membeli minum.

__ADS_1


Tak lama kemudian ketika Deven sudah membeli minum, mereka memilih untuk jalan saja karena jujur Keisha sudah merasa tak kuat, apalagi lapangan yang ingin mereka tuju sudah dekat.


"Deven tiap hari emang sering jogging?"tanya Keisha di tengah perjalanan mereka ini.


"Nggak juga sih Kei, kadang aja kalau ada waktu gue joggingnya"


Setelah mereka sampai di lapangan tersebut Keisha memilih untuk duduk dipinggiran lapangan itu, sementara Deven ia berjalan mengambil bola basket yang berada di pinggir lapangan tersebut. Deven mulai mendribble bola besar itu membuat Keisha terus menatapnya sampai Deven berhasil memasukkan bola basket itu kedalam ring. Keisha menatapnya takjub.


"Deven bisa main basket juga?" Deven menoleh dan menganggukkan kepalanya.


"Gak sejago main futsal sih"


"Suka olahraga ya" Deven lagi-lagi mengangguk.


"Abang-abang Keisha juga suka banget, dulu waktu abang pertama Keisha SMA dia suka main bola voli, kalau abang kedua Keisha suka main bulu tangkis, abang ketiga Keisha suka main futsal juga, terus bang Regal suka main basket, Keisha gak ngerti kenapa cuma Keisha yang gak suka olahraga padahal satu keluarga suka banget"ucapan Keisha membuat Deven terkekeh.


"Terus Deven kenapa gak ikut ekstra basket aja?" Deven terdiam sejenak kemudian menatap Keisha.


"Ngga deh, soalnya gue yakin pasti abang lo gak bakal masukin gue ke ekstra basket"


"Tapi seharusnya gak boleh gitu sih, kalau emang abang Keisha gak suka sama Deven karena Deven deketin Kei, seharusnya gak ada hubungannya sama ekstrakurikuler" Deven hanya menaikkan kedua bahunya.


"Gue udah nyaman difutsal juga sih Kei" Keisha pun menganggukkan kepalanya. Deven memilih untuk duduk di sebelah Keisha sembari menatap ke arah atas.


"Kadang gue pernah mikir Kei, kalau ngeliat abang-abang lo, gue pernah mikir kalau kelakuan mereka ke elo itu berlebihan, tapi disisi lain cara abang lo memperlakukan lo itu bener karena seharusnya kakak itu emang harus ngelindungin adeknya apalagi lo itu cewek, gue bangga sih liat abang lo, gue jadi berasa bukan kakak yang baik buat adik gue" Keisha menatap Deven yang sedang memandang ke depan.


"Deven punya adek?" Deven mengangguk.


"Cuman dia udah gak ada setahun lalu, karena dia kecelakaan" Keisha mendelik.


"Kalau aja waktu itu gue gak ceroboh, hal tersebut gak bakalan terjadi Kei" Keisha mengangguk mengerti.


"Keisha ngerti kok Dev, udah gak usah dibahas yang ada nanti Deven sedih lagi" Deven pun tersenyum lalu mengangguk.


"Walaupun adek gue udah gak ada seenggaknya gue punya lo sekarang"ucapan Deven membuat Keisha mematung sejenak.


"Makasih Kei udah buat gue tersenyum lagi" Keisha terkekeh.


"Bahkan Keisha gak tau apa yang Keisha lakuin sampai Deven bilang makasih ke Keisha" Deven terkekeh kecil, kemudian ia menghadap ke arah Keisha.


"Lo mau janji sama gue gak Kei?" Keisha mengerutkan keningnya.


"Janji apa?"


"Janji kalau kita bakalan terus bersama, mau gimana sikap abang-abang lo ke gue, gue gak bakal peduli yang penting kita bisa sama-sama terus" ucapam Deven membuat Keisha tersenyum malu.


"Hm gimana ya Kei, gue itu pokoknya seneng banget bisa sedeket ini sama lo" Keisha terkekeh.


"Keisha juga seneng Dev, sampai Keisha harus cari cara supaya bisa ketemu Deven, kalau soal janji, Keisha belum bisa Dev karena kita kan gak tau kedepannya gimana" Deven menganggukkan kepalanya.


"Yaudah mulai hari ini kita buktiin ya Kei, gue janji akan berusaha ngambil hati abang-abang lo biar gue bisa milikin lo, gimana? Lo setuju?" Keisha tertawa kemudian mengangguk.


"Kalau itu keinginan Deven ya Keisha bakal dukung"ucapnya membuat Deven tersenyum senang.

__ADS_1


******


Keisha berjalan santai menuju rumahnya, setelah ingin membuka pintu utama Keisha terkejut melihat ketiga abangnya yang sedang menatap Keisha datar.


"Katanya jogging"ucap Michael membuat Keisha mengangguk.


"Emang jogging kok"


"Keisha udah mulai bohongin kita ya"tanya Regal membuat Keisha mengerutkan keningnya.


"Bohong? Keisha gak ada bohong kok"


"Tapi tadi bang Rian liat Talitha pulang ke rumahnya, terus yang jadi pertanyaan abang kalau Talitha pulang kamu kemana?" Keisha menelan salivanya dan tersenyum kikuk.


Regal menghela nafasnya.


"Kita semua gak pernah ngajarin Keisha buat bohong"


"Tapi setelah kita pikir-pikir, kita gak seharusnya ngasih izin segampang itu sama Keisha, walaupun sama Talitha sekalipun"ucap Michael membuat Regal dan Adrian mengangguk setuju.


"Karena Talitha juga orangnya gampang dibohongin, jadi gue yakin Keisha pasti manfaatin Talitha"ucap Regal.


"Sebenarnya Keisha mau ketemu siapa? Sampai harus bohong sama kita?"


"Udah abang bilang kan berkali-kali, kamua cuman boleh keluar bareng Revan aja selain itu gak boleh, karena Revan juga ngebantu kita buat jagain kamu diliat sekolahan, kalau kamu emang ketemu sama dia kenapa harus bohong sama kita? Kita pasti bakal kasih izin kok"ucap Regal membuat Adrian menatapnya, sementara Keisha tak bisa berkata apapun ia masih terdiam mendengar perkataan ketiga abangnya itu.


"Tapi Gal, kalau emang Revan, pasti dia bakal minta izin ke kita kok" Regal terdiam sejenak, lalu menganggukkan kepalanya. Kemudian ketiga abangnya menatap Keisha.


"Kita butuh penjelasan kamu Kei"


Keisha berdecak sebal.


"Ck.. Abang-abang kenapa mesti curiga mulu sih sama Keisha, udah ah Keisha capek mau ke kamar"ucap


Keisha sembari melenggang pergi begitu saja, membuat ketiga abangnya menatap bingung dengan kepergian Keisha.


"Lah kok jadi Keisha yang marah, seharusnya kan kita yang marah karena Keisha udah bohongin kita"


Regal menghembuskan nafasnya.


"Biarin aja dulu, mending kita selidikin lebih jauh lagi"ucapan Regal membuat Adrian dan Michael mengangguk setuju.


.


.


.


.


.


to be continued...

__ADS_1


Jangan lupa vote dan komennya yaaa:))...


__ADS_2