My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 52.


__ADS_3

Hari ini di hari yang sangat cerah ini Keisha dan Deven tengah berada dirumah Keisha, semenjak kejadian beberapa hari yang lalu ketiga abang Keisha sudah mengetahui itu karena Regal lah yang memberitahunya, mereka pun juga menerima Deven. Mereka tertawa bersama ketika sedang menonton film komedi yang terputar di televisi milik Keisha.


"Aduhh perut gue sakit banget Dev.. Hahaha.. lucu bangett"ucap Keisha yang tidak bisa menahan tawanya ketika menonton film itu.


"Sama Kei..hahaha gila banget tuh orang"ucap Deven yang sama seperti Keisha, ia juga tidak bisa menahan tawanya.


Keempat abang Keisha turun secara bersamaan, tersenyum menatap Keisha yang sangat bahagia bersama Deven.


"Dev, jagain Keisha ya gue harus ke kantor"ucap Marcell membuat Deven menoleh dan mengangguk.


"Tenang aja bang, Deven bakal jagain Keisha" Marcell mengangguk kemudian melenggang pergi.


"Gue juga mau berangkat kuliah dulu, hati-hati ya kalian"ucap Michael membuat mereka menganggukkan kepalanya, sementara Adrian langsung mengikuti langkah Michael.


Keisha mengerutkan keningnya dikala melihat Regal yang baru saja dari dapur.


"Abang gak sekolah?" Regal menoleh.


"Sekolah kok"


"Kok udah jam segini tapi bang Regal belum pake seragam?" Regal terkekeh kemudian menghampiri Keisha.


"Abang dapet sesi ketiga Kei" Keisha tidak mengerti atas ucapan Regal ia menatap Regal dengan tatapan bingungnya.


"Sesi ketiga? apatuh bang? Keisha gak ngerti" Regal terkekeh.


"Kalau ujian itu di bagi tiga sesi Kei jadi gak sekalian gitu soalnya ruangannya gak cukup, jadi abang dapet sesi ketiga yang artinya abang sekolahnya siang Keisha" Keisha yang sudah mengerti pun menganggukan kepalanya.


"Ohhh gituuuu" Regal tersenyum lalu mengangguk.


"Kamu udah makan Kei?" Keisha menggelengkan kepalanya, membuat Regal langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Mau makan apa? biar abang pesen di gofood" Keisha menggeleng.


"Keisha mau makan eskrim bang" Regal menggelengkan kepalanya.


"Kalau belum makan kamu gak boleh makan eskrim" Keisha memajukan mulutnya.


"Dev lo udah makan belum? gue mau pesen di gofood nih"


"Udah kok Gal, lo sama Keisha aja" Regal mengangguk kemudian kembali menatap Keisha.


"Makan apa?"


"Do-" baru saja Keisha ingin mengucapkan donat tetapi Regal memotongnya.


"Nasi goreng fix" ucap Regal yang langsung beranjak dari duduknya sementara Keisha hanya bisa berdecak kesal karena Regal selalu saja membuat keputusan sendiri.


********

__ADS_1


Malam ini Regal sedang mengajak Keisha pergi ke mall karena Keisha ingin membeli eskrim, Keisha hanya menyuruh Regal untuk mengantarnya saja tidak untuk mentraktirnya yang membuat Regal mau mengantarnya.


"Keisha dapet uang darimana?" Keisha yang sedang asik memilih eskrim pun menoleh.


"Dari bunda lah emang siapa lagi yang yang kasih Keisha uang, abang-abang kan pada pelit sama Keisha" Regal menatapnya datar.


"Kita bukan pelit Kei, kita cuman gak mau kamu boros, seharusnya kamu gunain uang itu buat hal yang penting" Keisha mengangguk.


"Eskrim dan donat penting di dalam hidup aku" Regal menggelengkam kepalanya.


Keisha dan Regal berjalan beriringan, Regal menggelengkan kepalanya ketika melihat Keisha yang dengan rakus menjilat eksrim yang berada dikedua tangannya itu.


"Pelan-pelan Kei kamu diliatin tuh" Keisha menoleh.


"Sumpah ini enak banget bang, abang mau?"tanya Keisha sembari menyerahkan satu eskrimnya ke Regal namun Regal menggelengkan kepalanya.


"Ngga deh kamu aja abisin" Keisha mengangguk dan melanjutkan menjilat eskrim itu.


"Kamu banyak makan eskrim tapi gak gendut-gendut"ucapan Regal membuat Keisha menoleh.


"Emang eskrim bisa bikin gendut bang? kok Keisha baru tau sih" Regal mengangguk.


"Eskrim kan juga manis Kei, pokoknya yang manis-manis itu bisa bikin gendut" Keisha mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Gak mungkin Keisha gendut bang, jadi bang Regal tenang aja" Regal menatapnya malas, saat ia kembali menatap ke arah depan langkah Regal sontak terhenti, membuat Keisha yang sedang asik memakan eskrimnya pun juga ikut terhenti dan menatap Regal.


"Ish bang kenapa sih berhenti tiba-tiba"ucap Keisha yang setelah itu menatap ke arah depan kemudian mendelik kaget.


"Yaampun kita selalu ketemuuu"ucap Keisha yang sedikit heboh membuat Sabila terkekeh.


"Hai Kei, kamu apa kabar?" Keisha mengangguk.


"Baik kok kak" Sabila hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, kemudian tatapan Keisha beralih ke Regal yang masih terdiam membuat ide jahil Keisha muncul.


"Kak Sabila ikut kita makan yuk, kebetulan kita belum makan nih"ucapan Keisha membuat Regal mendelik.


"Kei tapi kita ud-"


"Udah bang ayo, ayo kak Sabila juga harus ikut"potong Keisha membuat Regal menghela nafasnya.


Dan disinilah mereka, berada di salah satu tempat makan yang ada di dalam mall tersebut, sedari tadi mereka sibuk menyantap makanannya, tak ada yang membuka suaranya, Regak berfikir bahwa Keisha memang sengaja mengajak Sabila karena kebetulan mereka juga sudah makan. Regal menatap Keisha yang tersenyum kepada Regal membuat Regal menatapnya dengan tatapan malasnya.


"Eh iya kak, kak Sabila ketemu bang Regal waktu bang Regal nolongin kakak itu? itu aja? sebelumnya gak pernah ketemu?"pertanyaan bertubi-tubi yang terlontar dari mulut Keisha disela-sela makannya, membuat Sabila langsung menatap Regal yang tetap fokus pada makanannya kemudian Sabila kembali menatap Keisha.


"Hm iya sih, tapi sebelumnya gue udah tau Regal gue sempat liat dia waktu team basket di sekolahan gue ngelawan sekolahan kalian dan Regal juga sering jadi pembicaraan cewek-cewek di sekolah gue"ucapan Sabila sontak membuat Keisha mendelik dan Regal yang langsung menoleh.


"Hah? Berarti kak Sabila satu sekolah sama kak Revan?" Sabila menganggukkan kepalanya membuat lagi-lagi Keisha terkejut sama seperti Regal.


"Keisha kenal sama Revan?" Keisha mengangguk.

__ADS_1


"Kak Revan itu sahabat bang Regal kak" Sabila membulatkan mulutnya kemudian mengangguk, Regal yang terus terang ingin tahu sesuatu pun kembali menatap Sabila dengan menyipitkan matanya.


"Bil, gue mau nanya"ucap Regal tiba-tiba membuat Sabila sontak menatapnya begitu juga Keisha.


"Nanya apa Gal?"


"Jangan bilang kalau lo itu cewek simpanannya Vado"ucapan Regal sontak membuat Keisha dan Sabila mendelik, kemudan Sabila menundukkan kepalanya, Regal yang mengerti pun berdecak.


"Cowok masih banyak Bil, lo kenapa mau sih sama cowok brengsek kayak dia, lagian lo tau kan kalau dia itu punya pacar dan kenapa lo masih mau jadi cewek simpanan dia?"ucapan Regal membuat Keisha mendelik hebat.


"Lo tau darimana Gal?"tanya Sabila membuat Regal tetap menatapnya.


"Gak penting gue tau darimana yang jelas lo sekarang jawab pertanyaan gue" Sabila sontak menatap Regal.


"Sebenarnya gue bukan cewek simpanan Vado Gal, gue dulu pacaran lama sama dia, terus tau-taunya dia selingkuh sama pacarnya dia yang sekarang tapi dia bilang ke pacarnya kalau gue bukan siapa-siapanya, gue bener-bener gak nyangka dia bisa ngomong gitu, dan gue bilang sama dia gue mau tetep sama dia, tapi dianya udah gak mau, gue bener-bener sayang sama Vado, sampai akhirnya gue ngajuin diri buat jadi cewek simpanan dia biar gue bisa sama dia terus"ucap Sabila yang memelankan suaranya disaat di kalimat terakhir yang dia ucap, sementara Regal menatap Sabila tak percaya begitu juga dengan Keisha namun ia hanya terdiam tidak berani berucap apapun karena Keisha juga tidak tahu bagaimana cerita secara detailnya.


"Bil, lo itu punya harga diri kenapa lo ngejatuhin harga diri lo cuman buat cowok brengsek kayak dia, lo tau dia udah nyakitin lo tapi lo kenapa masih mau aja sama dia"ucap Regal yang tak habis fikir dengan Sabila. Sabila hanya menunduk ia tak bisa menahan tangisnya, ia menangis bukan karena mendengar ucapan Regal melainkan dengan ucapan Vado yang sudah menyakiti Sabila. Keisha mendekat dan mengusap-usap bahu Sabila yang mulai bergetar.


"Gue tau Gal gue salah besar gue nyesel banget udah ngelakuin hal kayak gitu, dan semenjak Vado nyakitin gue waktu sebelum lo dateng nolongin gue saat itu juga gue udah gak mau lagi jadi simpanan dia, gue udah muak sama dia" Regal menggelengkan kepalanya.


"Seharusnya lo mikir dulu sebelum lo memutuskan sesuatu yang akhirnya bakal buat lo nyesel Bil, lo tau gak sih semua orang di sekolah gue itu bener-bener sering ngebicarain lo dan awalnya gue gak tau kalau ternyata selama ini yang mereka bicarain itu elo Bil" Sabila masih menangis membuat Keisha menyuruh Regal agar berhenti berbicara atau Sabila akan tambah menangis.


"Udah kak gak usah nangis, gak usah diinget lagi" ucap Keisha yang berusaha menenangkan Sabila, sebenarnya Regal merasa tak tega dengan Sabila namun ia harus berbicara seperti ini agar Sabila mengerti bahwa tidak seharusnya ia melakukan hal tersebut.


"Gue minta maaf Bil, kalau kata-kata gue tadi ada nyakitin lo gue gak bermaksud gue cuman mau ngasih tau yang bener aja sama lo biar lo gak kelewat batas nantinya" Sabila menghapus air matanya kemudian menatap Regal.


"Gue nangis bukan karena perkataan lo, gue nangis karena gue sadar kalau gue itu bodoh" Regal menggeleng.


"Lo gak bodoh Bil, gue tau lo sayang sama dia tapi sebelum lo buat keputusan lo harus mikir dulu jangan langsung ambil keputusan yang nantinya bakal buat lo nyesel atas keputusan yang udah lo pilih" Sabila nengangguk mengerti.


"Thanks ya Gal, karena lo gue jadi sadar seharusnya gue gak ngelakuin itu, dan karena lo yang udah nolongin gue waktu itu gue bener-bener udah gak mau ketemu Vado lagi dan gue mutusin buat ngelupain dia" Regal menganggukkan kepalanya, sementara Keisha tersenyum bangga pada ucapan Regal tadi.


"Keisha bangga sama abang"bisik Keisha ditelinga Regal membuat Regal terkekeh kecil.


.


.


.


.


to be continued..


Vote dan komennya yaaa plissss hehe..makasihhh...


.


.

__ADS_1


....


__ADS_2