My Posesif Brothers

My Posesif Brothers
Bab 45.


__ADS_3

Keisha sedang asik tertawa bersama Talitha di kantin, entah apa yang mereka tertawakan dan entah apa lelucon yang Talitha berikan sehingga membuat Keisha tak bisa menahan tawanya. Tiba-tiba Deven datang sembari membawa nampan berisi makanan yang ia pesan tadi dan duduk di depan Keisha seperti biasa.


"Kei pulang sekolah ikut kerumah gue yuk?" Keisha mengerutkan keningnya.


"Ngapain Dev?"


"Jadi mama gue punya resep baru gitu, kebetulan mama gue juga punya toko kue, jadi gue ngundang elo kerumah buat nyobain kue dia" mata Keisha berbinar ketika mendengar kata kue tersebut, dan tanpa babibubebo Keisha menganggukkan kepalanya, membuat Talitha menatapnya.


"Yakin lo Kei? Alasan apa lagi yang lo bilang ke abang lo?" Keisha berfikir sejenak.


"Gue bakal bilang ada tugas kelompok bareng Airin" Talitha mendelik.


"Jangan gila deh lo, Airin juga masuk grup"


"Tapi kan bang Regal gak masuk grup itu Talitha sayang" Talitha menghela nafasnya.


"Serah lo deh, gue gak tau lagi"ucap Talitha yang pasrah, sementara Deven yang melihat mereka berdua pun terkekeh kecil.


"Jadi nanti pulang sekolah lo sama gue ya Kei" Keisha mengangguk.


"Hati-hati lo, awas aja Keisha sampai lecet sedikit pun gue aduin lo ke abang-abangnya"ucap Talitha dengan wajah sadisnya tapi malah membuat Deven terkekeh.


"Iya Tal, lo tenang aja, gue bakal jagain sahabat lo sebaik mungkin" Talitha hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


*****


Mereka telah sampai di sebuah rumah yang bisa dibilang mewah ini, Deven dan Keisha berjalan beriringan memasuki rumah milik Deven, Keisha melihat seorang paruh baya yang menghampiri mereka, Keisha tahu betul pasti dia adalah mama Deven.


"Eh, Keisha ya?"tanya nya membuat Keisha tersenyum dan mengangguk.


"Yuk duduk dulu"ucap Dania mama Deven, Dania membawa Keisha menuju ruang tamu dan menyuruh agar Keisha duduk di sofa yang berada disana.


"Duduk dulu ya Kei, Deven masih ganti baju dulu, tante juga mau buatin minum dulu ya"ucap Dania yang langsung melenggang pergi menuju dapurnya. Keisha berfikir pantas saja Deven sangat ramah kepada siapapun karena mama Deven juga terlihat sangat ramah dan sering tersenyum.


Tak lama kemudian Dania kembali sembari membawakan nampan yang berisi minuman dan sedikit kue.                                                                                                                                 

__ADS_1


"Ini Kei kue yang baru tante buat tadi, kebetulan ini resep baru, jadi rencananya tante mau taruh kue ini di toko tante, kamu cobain yah" Keisha mengangguk.


"Makasih ya tan" Dania hanya mengangguk, kemudian Keisha mengambil satu potong kue tersebut kemudian langsung memakannya. Bersamaan dengan Deven yang baru saja mengganti pakaian sekolahnya menjadi pakaian rumahnya.


"Gimana Kei? enak gak?"tanya Deven membuat Keisha menganggukkan kepalanya dengan bersemangat.


"Sumpah tante kuenya enak banget, tante jago banget sih bikin resepnya"ucap Keisha yang benar-benar sangat takjub, Dania terkekeh melihat respon Keisha yang bisa dibilang sangat lucu.


"Makasih loh Kei pujiannya"ucap Dania yang di akhiri dengan kekehan. Sementara Deven yang sedari tadi masih berdiri pun langsung duduk di sebelah Keisha.


 "Yaudah diabisin tuh kuenya, tante tinggal dulu ya Kei, tante masih ada pesanan yang harus dibuat, kapan-kapan kalau kamu mau, tante bisa ajarin kamu bikin kue" mata Keisha berbinar setelah mendengar perkataan Dania.


"Ih mau banget tan, Keisha itu suka banget sama kue tapi Keisha gak bisa bikinnya"ucap Keisha sembari menyengir, membuat Dania terkekeh kecil lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur.


Hanya tersisa Deven dan Keisha saat ini, Deven terkekeh gemas menatap Keisha yang tengah asik memakan kue buatan mamanya itu. "Lucu banget sih lo Kei"ucapan Deven membuat Keisha yang sedang asik makan pun terhenti dan tersenyum kikuk pada Deven, Keisha sangat lupa jika di depannya ini ada Deven dan ia malah tidak bisa menjaga sikapnya di depan Deven.


"Gue mau nunjukin sesuatu sama lo Kei, ikut gue yuk"ajak Deven sembari beranjak dari duduknya, sementara Keisha menatapnya dengan tatapan bingungnya.


"Apa Dev" Deven tak menjawab melainkan menarik tangan Keisha pelan agar Keisha mengikutinya. Keisha menatap bingung ketika Deven ternyata membawanya ke kamarnya namun ia hanya terdiam menatap tingkah Deven.


"Ngapain Dev" Keisha melihat Deven yang tengah memindahkan seragam sekolahnya yang berada diatas kasurnya ke keranjang yang berada di kamarnya itu.


Keisha mengikuti deven ketika Deven membuka suatu ruangan yang sontak membuat Keisha takjub, entah Keisha tidak tahu sudah berapa kalinya ia merasa snagat takjub. Keisha melihat di ruangan itu yang sangat amat rapi dan yang bikin Keisha kaget itu banyak polaroid yang menggantung disana, foto tersebut adalah fotonya dengan Deven.


"Devennn ini bagus banget ihh"ucap Keisha yang sangat gemas ketika melihat ruangan yang sangat lucu ini,


"Ini alasan gue kenapa gue minta foto bareng lo Kei" Keisha berjalan memasuki ruangan tersebut kemudian menatap satu fotonya saat berada di dufan bersama Deven saat itu. Selain itu ada foto Keisha yang candid saat Keisha minum, saat Keisha sedang makan, dan saat Keisha berada di sekolah, eit tunggu bentar, di sekolah? Keisha terhenti ketika melihat satu foto itu tak disangka ternyata Deven suka memotret dirinya saat berada di sekolah, sementara Deven yang sadar melihat reaksi Keisha yang bingung pun terkekeh kecil.


"Ya mau gimana lagi Kei, cuman itu yang bisa gue lakuin biar gue bisa selalu liat lo, gue minta maaf ya Kei udah asal ngefoto lo gitu" Keisha menatap Deven sembari terkekeh.


"Gue ngerti kok Dev" Deven hanya tersenyum.


Tiba-tiba ada seekor anjing besar yang memasuki kamar Deven membuat Keisha yang awalnya tersentak pun langsung menghampirinya dan mengelus tubuhnya.      "Yaampun Dev, ini anjing lo? Lucu bangett"ucap Keisha yang sangat gemas dengan anjing milik Deven, asal kalian tahu bahwa Keisha sangat menyukai anjing, dulu saat Keisha ingin memelihara seeekor anak anjing, keempat abangnya tidak setuju dan itulah yang membuat Keisha tidak bisa memelihara anjing.


Deven tersenyum lalu mengangguk.                "Iya itu anjing gue, gue melihara dia waktu gue smp, udah lama banget"ucap Deven membuat Keisha tak henti-hentinya mengelus tubuh anjing itu sembari mengajaknya bicara, oh tidak Deven sangat gemas pada Keisha saat ini, ingin rasanya Deven mencubit pipinya sekarang.

__ADS_1


"Namanya siapa Dev?"


"Namanya Milo" Keisha mengangguk.


"Kenapa namanya Milo?"tanya Keisha membuat Deven berfikir sejenak.


"Hmm karena dulu waktu Milo masih kecil dia suka minum susu milo"ucapan Deven membuat Keisha mengerutkan dahinya sembari terkekeh.


"Serius Dev?" Deven terkekeh lalu mengangguk.


"Iyaaa seriuss, gue juga gak tau kenapa dia dulu suka kalau gue kasih susu milo, gue seneng melihara Milo karena dia anjingnya penurut gak banyak minta apapun sih" Keisha mengangguk setuju.


"Ini aja dia mau Keisha elus-elus, biasanya kan kalau anjing lain malah dia ngeggonggong terus pergi" 


"Kita bawa Milo jalan-jalan yuk Kei"ajak Deven yang pastinya Keisha mengangguk setuju karena ia benar-benar sangat menyukai Milo saat ini.


Mereka memilih mengajak Milo berjalan-jalan diseputar perumahan Deven saja karena mereka tidak ingin jauh berjalan. Kalau diliat-liat saat ini mereka seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia, lihat saja hanya tawa yang dapat menghiasi wajah mereka saat ini. Sampai-sampai ada sesuatu yang mampu membuat Keisha hampir saja terjatuh kalau Deven tidak dengan cepat menahannya. Mereka saling tatap satu sama lain, Keisha tak bisa mengontrol jantungnya yang berdetak sangat cepat saat ini, begitu juga dengan Deven, setelah kedua sadar mereka kembali kepada posisi masing-masing dan terkejut ketika melihat Milo hilang dari pegangan deven membuat mereka saling tatap.


"MILO??!!"pekik mereka kemudian berlari mencari Milo disekitaran perumahan Deven, tak lama kemudian mereka menemukan Milo yang tengah terduduk di aspal membuat Deven langsung menghampirinya dan memegang kembali talinya, sementara Keisha karena merasa capek berlari ia terduduk di aspal sembari mengelus tubuh Milo, dan keudanya pun menghela nafas lega karena Milo sudah ditemukan, dan untung saja ia tidak kemana-mana.


.


.


.


.


To be continued...


Jangan lupa vote dan komennya yaaa.. Happy Reading semuaaa


Instagram @ velisateophania


.

__ADS_1


.


.......


__ADS_2