
Pagi ini Keisha tengah menemani Regal yang sedang bermain basket di lapangan yang berada di dekat taman, sekaligus Keisha ingin diajari bermain basket olehnya, Keisha juga tidak tahu telah dirasuki apa sampai-sampai ia ingin diajari bermain basket seperti ini.
Tuk.. Tuk.. Tuk..
Suara pantulan pola yang di dribble oleh Regal, dilihatnya ada kesempatan ia langsung melompat dan memasukkan bola basket ke dalam ringnya, Keisha yang menonton pun mendelik ia tidak tahu mengapa Regal begitu hebat dan lincah dalam bermain bola besar ini, kenapa dirinya tidak bisa? Ya jawabannya cuman satu karena ia tidak ada niatan untuk belajar, sebenarnya apa saja bisa kita lakukan kalau kita ada niat dan berusaha, tetapi Keisha sama sekali tak tertarik, dan saat ini ia sendiri juga tidak tahu kenapa ia mau diajarkan bermain bola basket.
Regal menatap Keisha yang sedang menatapnya.
"Sini Kei, katanya mau diajarin" dengan berat hati ia beranjak dari duduknya yang sebenarnya ia sudah pw (posisiwenak) duduk disana.
"Belajar dribble dulu baru nanti belajar teknik-tekniknya" Keisha hanya menganggukkan kepalanya, baru saja ia ingin mendribble bola tersebut tiba-tiba sekumpulan lelaki datang ke arahnya sembari membawa bola basket dengan cara menderibble bola tersebut sama seperti yang ingin dilakukan oleh Keisha, membuat Keisha harus memberhentikan aktivitasnya, sementara itu Regal mengerutkan keningnya.
"Kenapa berhenti?" tanya membuat Keisha menoleh dan menggelengkan kepalanya.
"Ngga jadi deh bang, rame Keisha males lain kali aja" Regal menghela nafasnya.
"Yaudah kamu diem sini bentar ya, abang mau beli minum dulu" Keisha hanya menganggukkan kepalanya dan duduk di tribun terbawah sembari memainkan ponselnya.
Bruk..
Bola basket tersebut mengenai kepala Keisha membuat Keisha meringis dan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit, tiba-tiba ada seorang lelaki datang dengan berlari dan mengambil bola itu lalu ia lemparkan ke orang-orang yang melempar Keisha itu.
"Kalau gak bisa main mending gak usah main" setelah berucap, lelaki itu mendekati Keisha.
"Lo gak papa?"tanyanya membuat Keisha yang sedang menahan sakitnya pun terpaksa mengangkat kepalanya agar melihat orang yang bicara padanya, Keisha mendelik ketika mereka saling bertatapan, lelaki ini juga sama ia terkaget.
"Loh Keisha?!"ucapnya membuat Keisha menampilkan senyum kikuknya.
"Lo masih inget nama gue?"
Revan terkekeh.
"Inget lah, gue gak amnesia kok" Keisha kembali tersenyum.
"Btw, si Regal itu abang lo? Gue baru tau pas tadi gue liat lo lagi main basket sama dia, gue kirain cowok lo" lagi-lagi Keisha mendelik.
"Lo kenal abang gue?" Revan mengangguk mantap.
"Gue pernah tanding basket lawan sekolahan lo, gue kenal Regal dari sana, dulu kita sering latihan bareng tapi sekarang udah gak pernah karena gue bener-bener lagi gak ada waktu"ucap Revan membuat Keisha masih tak percaya.
"Yang artinya lo seangkatan sama abang gue?" Revan menganggukkan kepalanya lagi, Keisha mendelik dan menganga, bisa-bisanya ia tidak memakai embel kakak atau apalah karena Revan ini seniornya.
"Eh maaf maaf gue gak mangil lo pake embel-embel kakak" ucap Keisha yang sedikit merasa bersalah pada Revan, sedangkan Revan yang melihat wajah Keisha yang panik pun terkekeh.
"Gak papa santai aja, lo juga gak tau"ucapan Revan membuat Keisha hanya bisa tersenyum kikuk. Tiba-tiba Revan duduk di sebelahnya membuat Keisha takut jika abangnya melihatnya, iya dia tahu bahwa Revan ini adalah teman abangnya tetapi sama saja, tangannya mulai mendingin dan sedikit basah, Keisha benar-benar sangat takut.
Tak lama kemudian Regal datang, ia menyerahkan satu botol minuman dingin kearah Keisha dan ia menerimanya, Regal masih belum sadar dengan lelaki yang duduk di sebelah Keisha membuat Regal mengerutkan keningnya.
"Lo siapa?"tanya nya membuat Revan mendongakkan kepalanya dan menatap Regal membuat Regal mendelik.
"Revan?!"pekiknya membuat Revan terkekeh, kemudian mereka bertos ala cowok, Keisha hanya menatap mereka dengan tatapan bingung.
"Udah lama banget ya kita gak ketemu"
"Iya nih, gue bahkan baru tau kalau lo itu punya adek, cewe lagi" Regal melirik ke arah Keisha yang memalingkan pandangannya menatap ponselnya.
"Iya ini adek gue namanya-"ucapan Regal terpotong oleh Revan.
__ADS_1
"Gue udah tau, udah sempet kenalan" Regal hanya menganggukkan kepalanya, Keisha menahan diri untuk melihat bagaimana ekspresi Regal, tetapi saat ia melihat ekspresi Regal biasa saja.
"Lo kapan-kapan main gitu ke rumah, sibuk banget kayaknya lo"ucap Regal yang diangguki Revan.
"Iya nih banyak tugas, nanti deh ya kalau gak sibuk gue main, oh iya minta nomor lo dong gue sempat ganti nomor" Regal langsung mengambil ponselnya dan memberikan nomornya kepada Revan sementara Revan langsung menyimpan nomornya diponselnya.
Keisha tetap diam ia tak berani membuka suaranya, ia hanya membiarkan Regal saja yang mengobrol dengan Revan.
Setelah lama mengobrol akhirnya Revan pamit pulang tak lupa berpamit pada Keisha juga. Setelah Revan pergi Regal kembali mendribble bola basket tersebut dan mencoba untuk memasukinya ke dalam ring dan..
Hap!
Regal berhasil memasuki bola tersebut, membuat Keisha berteriak senang entahlah menurutnya abangnya ini benar-benar jago dalam bermain bola basket.
"Widihhh jago bener"ucap Keisha membuat Regal menoleh dan terkekeh.
Setelah Regal merasa lelah ia berjalan menghampiri Keisha dan meminum minumannya.
"Bang Regal? Kenapa gak marah waktu kak Revan ngobrol dan duduk di sebelah Keisha?"tanya Keisha yang pelan pada Regal membuat Regal yang sedang mengelap keringat yang berada di pelipisnya pun menoleh.
"Karena dia temen abang"ucapnya singkat membuat Keisha mengerutkan keningnya.
"Terus waktu itu kenapa aku bilang temen abang ganteng aja abang langsung marah terus kayak gak suka gitu"ucap Keisha membuat Regal kembali menatapnya.
"Temen abang ada yang playboy dia beda sama Revan, Revan baik abang percaya sama dia makanya itu abang gak marah kalau pun dia deket sama kamu" ucapan Regal membuat Keisha terdiam, haruskah ia percaya dengan apa yang diucapkan abangnya itu? Jika Revan memang seperti itu apakah mungkin Regal akan menyetujui jika Keisha dengan dengan Revan? Keisha pun tidak tahu pasti.
"Kok diem? Yuk pulang udah siang" Keisha mencegahnya.
"Keisha masih mencerna ucapan abang tadi, bentar bang" Regal menghela nafasnya menatap Keisha yang tengah berpikir sesuatu. Setelah selesai mencerna ia langsung mendelik dan menatap Regal.
"Berarti Keisha boleh deket sama kak Revan?!" tanya Keisha yang sedikit heboh, membuat Regal mengerutkan keningnya.
"Ihhh abang nih, aku kira abang ngebolehin"ucap Keisha membuat Regal menggelengkan kepalanya.
"Kamu harus tetep fokus sekolah dulu, udah ayo pulang"ucap Regal sembari menarik tangan Keisha menuju mobilnya.
"Bang Regal ga asik ah, bang Rian punya cewek aja gak ada yang larang terus aku malah dilarang-larang"
"Kamu malah bedain diri kamu sama Rian, jelas-jelas beda lah Kei, dia cowok dan diantara kita kamu doang yang cewek jadi kita berempat harus bener-bener jaga kamu"ucap Regal membuat Keisha memutarkan bola matanya malas.
"Dan kamu pasti tau akibatnya kalau kamu kenapa-napa nantinya"ucap Regal membuat Keisha menganggukkan kepalanya.
"Iya abang aku tau"ucap Keisha yang hanya fokus pada ponselnya.
Ting!
Keisha sedikit tersentak ketika melihat nama yang tertera di ponselnya.
Revan: ini gue Revan. Addback ya Kei:)
^^^Keisha: hehe iya kak udah kok.. ^^^
Sembari menunggu balasan ia menatap ke arah depan yang sedikit macet.
"Sabar ya Kei agak macet" Keisha menganggukkan kepalanya dibarengi dengan ponselnya yang bunyi membuat Keisha langsung melihat pesan tersebut.
Revan: btw lo masih sama Regal ya?
__ADS_1
^^^Keisha: iya kak ini lagi dijalan mau balik tapi agak macet. ^^^
Regal: ok deh tiati ya inget sampai rumah kabarin gue.
Keisha hanya mengread pesan tersebut ia tidak berniat untuk membalas pesan itu dan kembali menatap ke arah depan.
"Lagi chatan sama siapa sih kayaknya serius banget"ucap Regal membuat Keisha sontak menatapnya dan mengerutkan keningnya.
"Apasih bang gak ada yang chatan juga" Regal hanya menganggukkan kepalanya meski ia tidak percaya.
Drrtt..drrtt..drrrttt...
"Kei tolong ambilin handphone abang dong di tas"ucap Regal membuat Keisha langsung mengambil ponselnya di dalam tasnya dan langsung ja berikan ke Regal.
"Halooo"
".........."
"Iyaaa Assamualaikum"
"..............."
"Iyaa bunda ini juga lagi jalan mau balik, tapi agak macet gak lama kok sabar ya"
"............"
"Ini Keisha bareng Regal juga kok, sabar ya bun, emang ada apa?"
"..........."
"Iya iya gak kemana-mana lagi kok ini langsung pulang"
Tut..
"Siapa bang?"tanya Keisha yang melihat Regal baru saja mengakhiri teleponnya.
"Bunda, suruh cepet pulang"
"Tumben. Ada apa?" Regal menggangkat kedua bahunya.
"Bunda gak ada kasih tau kenapa, intinya dia suruh kita cepet pulang, palingan dia mau arisan, maksudnya biar ada yang jaga rumah dulu" Keisha hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Mungkin aja sih gitu biasanya kalau libur gini kan bunda juga ke rumah temen" Regal mencepatkan laju mobilnya ketika mereka telah terbebas dari kemacetan.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
janga lupe vote dan komennyaaa:))..